Antisipasi Varian Baru, Perlu Prokes, Vaksinasi dan Deteksi Dini

| Editor: Mursyid Sonsang
Antisipasi Varian Baru, Perlu Prokes, Vaksinasi dan Deteksi Dini

INFOJAMBI.COM - Juru bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes RI, Siti Nadia Tarmizi mengingatkan meski pandemi dalam situasi landai di Indonesia, pemerintah meminta masyarakat terus menjaga protokol kesehatan dan segera melengkapi vaksinasi.

Demikian pula, meski laju penularan rendah, namun varian Delta yang mendominasi virus COVID-19 di Indonesia masih terus bermutasi dan setidaknya 23 varian turunan telah teridentifikasi. Artinya, kata Nadia, upaya pengendalian seperti disiplin prokes, vaksinasi dan deteksi dini adalah keharusan.

“Kalau prokes dilakukan, dapat mencegah virus menemukan inang baru untuk berkembang,” kata Nadia dalam Dialog Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) - KPCPEN, Selasa (7/12/2021),

World Health Organization (WHO) mengungkapkan hanya dalam tempi dua hari setelah varian B.1.1.529 atau Omicron pertama kali ditemukan di Benua Afrika pada 24 November 2021, varian ini telah dikategorikan sebagai variant of concern.

Bahkan, Omicron disebut sebagai salah satu yang sangat cepat dalam penularan dan di berbagai negara, penelitian terus dilakukan untuk mempelajari varian baru ini. “Jumlah negara yang melaporkan sudah hampir 45 negara, jadi sangat cepat
penyebarannya,” ujar Nadia.

Nadia menjelaskan di beberapa negara tersebut, terdapat kasus di mana orang yang terinfeksi tidak memiliki riwayat perjalanan luar negeri. Karena itu Nadia mengingatkan, bahwa sejalan dengan pengetatan pintu masuk, masyarakat di dalam negeri juga harus tetap waspada.

Sedangkan vaksinasi, dikatakannya, selain mencegah sakit parah, juga akan menekan
jumlah populasi virus. “Bila semua sudah divaksinasi, kita akan punya benteng kekebalan yang bisa menjaga kita dari varian baru dari luar negeri maupun munculnya varian baru di dalam negeri,” kata Nadia.

Pakar Epidemiologi Universitas Airlangga, Windhu Purnomo, bahwa apapun varian virusnya, masyarakat diharapkan menerapkan 100 persen prokes dan melengkapi vaksinasi sebagai upaya pencegahan.

Windhu menjelaskan, Omicron memunculkan gejala yang kurang lebih sama, yakni seperti influenza pada umumnya, yang membedakan adalah tempat mutasinya. Cara penularan juga tidak jauh berbeda, yaitu melalui droplet dan bisa sebagai airborne (penyakit yang menyebar lewat udara) di tempat tertutup.

Kesempatan yang sama, Deputi Eksternal Junior Doctors Network (JDN) Indonesia, Makhyan Jibril menambahkan bahwa selain prokes dan vaksinasi, sangat penting untuk membiasakan hidup sehat, agar seandainya terpapar virus, kita dapat terhindar dari sakit berat.

"Menghadapi ancaman varian virus baru, masyarakat jangan panik, sebaiknya bertindak rasional dengan cara menerapkan prokes serta melengkapi vaksinasi, khususnya percepatan vaksinasi lansia, " katanya.***BS***

Baca Juga: Hindari Lonjakan Kasus COVID-19, Patuhi Prokes Hadapi Natal dan Tahun Baru

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Berita Terkait

Berita Lainnya