INFOJAMBI.COM – Kesiapsiagaan setiap pekerja dalam menghadapi keadaan darurat menjadi salah satu aspek penting pada industri hulu Migas.
Didasari oleh kebutuhan tersebut, SKK Migas - PetroChina International Jabung Ltd terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia melalui penyelenggaraan First Aid Training 2026 yang digelar di Rec Hall Geragai Basecamp, Sabtu (1/8/2026), sebagai bagian dari program Basic Emergency Response.
Baca Juga: SKK Migas Gelar Sosialisasi dan Media Kompetisi 2016
Pelatihan ini bukan sekadar agenda rutin tahunan, tetapi program ini sudah dilaksanakan selama sekitar 15 tahun terakhir. PetroChina secara konsisten menggelar pelatihan pertolongan pertama sebanyak dua kali setiap tahun untuk pekerja di wilayah operasi Betara dan Geragai.
Pelatihan intensif ini digelar selama total empat hari di dua lokasi strategis operasi perusahaan, yaitu dua hari di Geragai Basecamp Tanjung Jabung Timur 1 - 2 Agustus 2026, dan dua hari di Betara Camp Tanjung Jabung Barat yang rencananya akan dilaksanakan pada 29 - 30 Agustus 2026.
Baca Juga: SKK Migas – PetroChina Raih CSR Award 2016
Program tersebut menjadi bagian dari komitmen PetroChina dalam membangun budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), sekaligus memastikan setiap pekerja memiliki kemampuan memberikan respons awal ketika terjadi kondisi darurat di lokasi kejadian.
Medical Officer PetroChina, dr. William Aditya mengatakan, kompetensi pertolongan pertama sangat penting karena aktivitas di sektor hulu migas memiliki tingkat risiko yang tinggi.
Baca Juga: Wagub Harap Kerjasama dengan SKK Migas Semakin Baik
Menurut William, tindakan awal yang tepat sebelum tenaga medis tiba dapat membantu meminimalkan dampak cedera sekaligus meningkatkan peluang keselamatan korban.
Selain meningkatkan kemampuan pekerja, perusahaan juga melengkapi area operasional dengan berbagai sarana pendukung keselamatan, mulai dari kotak P3K, tandu, bidai hingga perlengkapan tanggap darurat lainnya. Kemampuan petugas P3K pun terus dievaluasi melalui pelatihan berkala dan kompetisi internal agar keterampilan yang dimiliki tetap terasah.
Ketua Bidang Kerja Sama HIPGABI Provinsi Jambi, Ns. Suryadi Imran menjelaskan, peserta pelatihan dibekali materi penanganan luka bakar, patah tulang, bantuan hidup dasar, hingga Resusitasi Jantung Paru (RJP).
Seluruh materi disampaikan oleh instruktur bersertifikat dan diperkuat dengan simulasi lapangan agar peserta mampu bertindak cepat, tepat, serta tetap tenang saat menghadapi keadaan darurat.
Salah seorang peserta, Rullyana, menilai metode pelatihan yang menggabungkan teori dan praktik membuat materi lebih mudah dipahami. Simulasi yang diberikan meningkatkan kepercayaan diri peserta untuk memberikan pertolongan pertama secara benar ketika terjadi kecelakaan.
"Yang paling berkesan adalah sesi praktiknya. Kami tidak hanya memahami teori, tetapi juga dilatih menghadapi berbagai skenario kecelakaan sehingga lebih siap jika suatu saat harus memberikan pertolongan pertama kepada rekan kerja maupun masyarakat," ungkap Rullyana.
Melalui konsistensi penyelenggaraan pelatihan selama belasan tahun, SKK Migas - PetroChina terus menanamkan budaya K3 yang kuat, sekaligus menyiapkan pekerja yang tidak hanya andal menjalankan tugas operasional, namun juga siap menjadi garda terdepan dalam memberikan pertolongan pertama di lingkungan kerja maupun saat menghadapi kondisi darurat di tengah masyarakat. ***
BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com