INFOJAMBI.COM — Maraknya ancaman judi online dan penyebaran paham radikal di kalangan pelajar menjadi sorotan utama Gubernur Jambi, Al Haris, saat membuka sosialisasi akbar di Kabupaten Bungo.
Forum peringatan dini tersebut digelar di GOR Serunai, Muara Bungo, Kabupaten Bungo, Rabu (5/8/2026), menyasar ribuan siswa tingkat SMA, SMK, hingga Madrasah Aliyah.
Baca Juga: Haris - Khafid Semarakkan Puncak HKN ke-52
Agenda besar ini diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jambi bersinergi dengan aparat keamanan, guna membentengi mentalitas generasi muda dari gempuran radikalisme, kejahatan siber, narkoba, dan perundungan.
Al Haris menekankan, besarnya populasi pelajar di Jambi saat ini berada pada fase krusial pembentukan karakter yang rentan terpengaruh dampak negatif.
Baca Juga: Pemprov Diminta Cepat Perbaiki Jalan Putus Depan Kodim
“Untuk itu penting sekali ditanamkan di hati anak-anak bagaimana selayaknya seorang anak. Sekolah, belajar, dan bergaul dengan sesama, tapi tidak menyalahi aturan. Tidak terlibat narkoba dan judi online, termasuk geng motor,” tegasnya.
Transaksi judi online di Provinsi Jambi sempat tertinggi secara nasional pada 2024 berdasarkan data resmi PPATK. Namun angka itu berhasil ditekan signifikan melalui penindakan tegas dan evaluasi berjenjang.
Baca Juga: Al Haris Lantik Pengurus HMPM Padang
“Saya minta data. Saya punya data lengkap. Saya mulai kerja. Alhamdulillah ini turun. ASN kita peringatkan. Tidak berubah ya kita berhentikan. Nah ini juga anak-anak juga cukup besar,” ujar Al Haris.
Selain judi online, keterpaparan konten radikal melalui media elektronik juga menjadi ancaman nyata yang telah memakan korban dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Ada seorang mahasiswa asal Jambi terlibat pembakaran kantor polisi di luar daerah akibat terdoktrin ajaran sesat.
“Jangan sampai nanti anak-anak memiliki paham jihad yang salah. Ini bahaya sekali,” kata Al Haris.
Penyalahgunaan narkotika dan perundungan sekolah juga tak luput dari paparan riset. Mayoritas penghuni LP Anak terjerat kasus narkoba, sementara data nasional mencatat 57 persen sekolah masih dibayang-bayangi kasus perundungan.
Al Haris membagikan formula kunci agar para pelajar mampu menjaga masa depan di tengah persaingan global yang makin ketat. Menjauhi barang haram, judi online, dan ideologi radikal menjadi modal dasar 60 persen keselamatan masa depan anak.
“Anak-anakku, kalau bisa menjaga diri dengan baik, tidak terlibat narkoba, tidak judi online, tidak radikal, anak-anak sudah punya masa depan 60%. Sisanya 40% tinggal perjuangan dan doa,” pesannya.
Al Haris mengingatkan, pendidikan adalah jalan mencapai masa depan. Jangan pernah berhenti belajar. Gunakan masa muda untuk menuntut ilmu, mengembangkan potensi, dan membangun karakter.
“Hindari kegiatan negatif, hoaks, serta pengaruh yang bertentangan dengan nilai Pancasila," tegasnya.
Untuk membakar semangat para siswa, Al Haris mengajak generasi muda meneladani rekam jejak para pejabat daerah yang berjuang dari nol, tanpa latar belakang keluarga kaya raya. Keberhasilan mereka buah manis dari ketekunan belajar dan kedisiplinan hidup.
“Yang hadir di sini rata-rata pejabat orang biasa. Tidak ada modal, tidak punya uang. Tapi punya masa depan. Sekolah dengan rajin. Tidak ada yang aneh-aneh. Kita berjuang, semangat, maka bisa mencapai hari ini,” pungkasnya.
Bupati Bungo, Dedy Putra, mengajak seluruh pelajar SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah di daerahnya menyerap materi sosialisasi pencegahan IRET, TCC, perundungan, dan narkoba secara sungguh-sungguh.
“Dengan pemahaman yang baik, kita harap para pelajar bisa menjadi agen pencegahan di sekolah maupun lingkungan sekitar,” ujarnya.
Rangkaian acara tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan deklarasi komitmen bersama menolak segala bentuk aksi geng motor dan balapan liar. Sesi diskusi interaktif dihadirkan khusus, menghadirkan narasumber dari BNN dan Densus 88 Antiteror Polri. ***
BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com