INFOJAMBI.COM - sebagai bangsa yang majemuk, Indonesia masih perlu penguatan dalam penghayatan dan pengamalan yang terkandung dalam Pancasila.
Menurut Anggota MPR RI Ivanda Awalina Firdausi, penguatan tersebut patut dilakukan mengingat belakangan ini muncul pemahaman terhadap hal-hal keliru dan sempit, terutama pemahaman agama yang sempit dan menganggap kelompoknya paling benar.
Baca Juga: Empat Pilar MPR Diperlukan Jaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa
"Saat ini terkesan kurang apresiasi atas adanya heterogen dan kebhinnekaan, " kata Ivanda saat memberikan Sosialisasi Empat Pilar MPR di kantor desa Rantau Kembang, Rimbo Ilir, Tebo, Jambi, Jumat, (13/12/2025).
Ivanda berpesan kepada masyarakat agar memperkuat ketahanan keluarga dengan kebersamaan dan kesolidan dan kerukunan. Sebab Indonesia memiliki kekayaan dan keberagaman bangsa, dengan banyak suku bangsa, bahasa, adat istiadat dan budaya, tetapi tetap satu yakni bangsa Indonesia.
Baca Juga: Saniatul Lativa Ajak Pelajar SMA 2 Tebo Pahami Empat Pilar MPR
"Jadi kita harus berbangga menjadi warga Negara Indonesia, bukan malah terpecah belah, " kata Ivanda.
Anggota Komite II DPD RI itu menjelaskan bahwa setiap Anggota MPR (DPR/DPD RI) menjalankan sosialisasi Empat Pilar MPR sesuai amanah Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3).
Baca Juga: Saniatul Lativa : Penting Pahami Empat Pilar Hadapi Persoalan Bangsa
Dalam UU tersebut, MPR tambahnya, mendapat tugas menyosialisasikan Empat Pilar MPR, yaitu Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
MPR RI kata Ivanda terus menyosialisasikan Empat Pilar MPR. Salah satunya, karena didasari masih lemahnya penghayatan dan pengamalan agama serta munculnya pemahaman agama yang keliru dan sempit.
"Seperti munculnya radikalisme yang melahirkan terorisme. Ini harus diantisipasi agar jangan sampai ada anggota masyarakat yang terpapar radikalisme dan terorisme," katanya. (Tim)
BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com