Marak Pencurian Kabel PLN di Muaro Jambi, Warga Desak Polisi Tangkap Komplotan Pelaku

Aksi kriminalitas pencurian kabel milik Perusahaan Listrik Negara (PLN) kian marak terjadi di wilayah Kabupaten Muaro Jambi.

Reporter: BB | Editor: Admin
Marak Pencurian Kabel PLN di Muaro Jambi, Warga Desak Polisi Tangkap Komplotan Pelaku
Petugas PLN memperbaiki kabel yang diputus akibat dicuri maling, di Kabupaten Muaro Jambi | foto : nst

INFOJAMBI.COM — Aksi kriminalitas pencurian kabel milik Perusahaan Listrik Negara ( PLN) kian marak terjadi di wilayah Kabupaten Muaro Jambi. 

Kondisi ini memicu keresahan di tengah masyarakat, karena dampak pencurian tersebut mengakibatkan pemadaman listrik secara mendadak.

Baca Juga: Tewas Kesetrum Listrik, Nyawa Rahel “Dibayar” Rp 75 Juta

Masyarakat menaruh harapan besar kepada aparat kepolisian setempat agar segera turun tangan. Tindakan tegas dan respons cepat pihak berwajib sangat dinantikan, guna menggulung komplotan pelaku yang merusak fasilitas umum ini.

Kasus terbaru terjadi di Desa Mudung Darat, Kecamatan Maro Sebo. Kabel utama milik PLN dengan spesifikasi ukuran 4x70 amblas digondol maling sepanjang 50 meter.

Baca Juga: Kabel Telanjang Penyebab Fatimah Kesetrum

Beruntung, pihak manajemen teknis PLN langsung bergerak cepat, begitu menerima laporan mengenai insiden tersebut. 

Tim pelayanan teknik langsung diterjunkan ke lokasi kejadian, untuk melakukan proses perbaikan darurat agar pasokan listrik kembali normal.

Baca Juga: Listrik Padam Saat UNBK, Ini Kelit PLN...

Pantauan wartawan di area kejadian, kabel panjang yang awalnya terpasang rapi melintang di atas tiang, tampak jatuh menjuntai. Sisa kabel terlihat terpotong dengan sangat rapi di atas permukaan tanah.

Akibat terputusnya jalur distribusi utama ini, pasokan arus listrik yang mengarah ke puluhan rumah tangga warga langsung padam total. 

Sejumlah penghuni rumah mengaku sangat terkejut, saat menyadari pemadaman tersebut disebabkan oleh ulah komplotan pencuri.

Saksi mata sekaligus warga Desa Mudung Darat, Mek Pawil, membeberkan kronologi kejadian mencekam pada Senin pagi, 15 Juni 2026, sekitar pukul 03.00 WIB. 

Mek Pawil sempat keluar ke halaman rumah dengan membawa lampu senter, setelah mendengar suara benda jatuh yang cukup keras.

Saat memeriksa asal suara, ia langsung terperanjat melihat kabel berukuran besar milik PLN sudah melintang di tengah jalan. 

Awalnya ia mengira suara tersebut berasal dari buah kelapa sawit di samping rumahnya yang sedang dipanen secara ilegal oleh pencuri.

"Saya kira sawit di samping rumah saya jatuh dimaling orang, karena pernah dimaling. Ternyata kabel besar di depan rumah jatuh di atas tanah," ujarnya.

Aksi pengintaian yang dilakukannya tidak berhenti sampai di situ. Ia mendeteksi adanya aktivitas mencurigakan. 

Mek Pawil sempat melihat beberapa bayangan orang sedang mengarahkan lampu senter ke arah atas tiang PLN.

Ketika mengarahkan lampu senternya ke tengah jalan, terlihat tiga pria asing sedang beraktivitas. Sadar aksi kejahatannya kepergok penghuni rumah, ketiga orang tidak dikenal itu langsung melarikan diri di dalam kegelapan.

"Sekitar rumah saya mati lampu. Saat saya senter ada ada tiga orang dan langsung kabur," terang Mek Pawil.

Supriadi, petugas teknis PLN, begitu tiba di lokasi langsung sibuk menyambung kembali instalasi kabel yang rusak. 

Ia sangat menyayangkan tindakan sabotase fasilitas negara ini, karena merugikan hajat hidup orang banyak secara luas.

Supriadi pun minta pihak kepolisian bertindak cepat memburu dan menangkap para pelaku kriminal spesialis kabel di Muaro Jambi. 

Menurutnya, gangguan kamtibmas seperti ini sudah masuk dalam kategori sangat rawan dan terjadi berulang kali.

"Kabel PLN sering sekali dimaling di Muaro Jambi ini. Kami mengharapkan pihak kepolisian menangkap para maling kabel PLN itu," tegas Supriadi.

Total material tembaga atau aluminium kabel yang berhasil dipotong pelaku mencapai 50 meter. Peristiwa ini dipastikan berlangsung pada dini hari, dan beruntung segera disadari oleh warga setempat.

Kehadiran warga di lokasi dinilai menjadi faktor penyelamat, sehingga kerusakan tidak meluas karena komplotan maling memilih kabur. 

Pihak PLN mengakui bahwa volume komplain dari pelanggan terkait pemadaman akibat faktor eksternal ini terus meningkat.

"Kami banyak mendapat keluhan dari masyarakat terkait kabel putus. Ini sudah berulang kali terjadi di Muaro Jambi," ungkap Supriadi. ***

BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com

Berita Terkait

Berita Lainnya