INFOJAMBI.COM — Tim Ahli Gubernur Jambi, Nanda Herlambang, mengimbau seluruh masyarakat Provinsi Jambi dimanapun berada agar tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang mengatasnamakan Gubernur Jambi, Al Haris, menawarkan jabatan, penerimaan ASN/PNS, bantuan, proyek, maupun bentuk kepentingan lainnya.
Menurut Nanda, saat ini mulai marak oknum-oknum yang mencoba memanfaatkan nama pejabat daerah untuk memperoleh keuntungan pribadi dengan cara meyakinkan masyarakat melalui komunikasi langsung maupun media digital.
Baca Juga: Haris - Khafid Semarakkan Puncak HKN ke-52
“Kami mengimbau seluruh masyarakat agar jangan mudah percaya apabila ada pihak yang mengaku dekat dengan Gubernur Jambi ataupun mengatasnamakan Bapak Gubernur menjanjikan jabatan, kelulusan PNS, bantuan, ataupun proyek tertentu,” ujar Nanda.
Ia menegaskan, seluruh proses pemerintahan memiliki mekanisme resmi, transparan, serta tidak dilakukan melalui jalur pribadi maupun permintaan imbalan tertentu.
Baca Juga: Pemprov Diminta Cepat Perbaiki Jalan Putus Depan Kodim
Selain itu, Nanda juga menyoroti perkembangan modus penipuan di era digital yang saat ini semakin canggih dan sulit dibedakan oleh masyarakat awam.
Menurutnya, kemajuan teknologi, termasuk penggunaan Artificial Intelligence (AI), memungkinkan berbagai bentuk manipulasi dilakukan secara meyakinkan.
Baca Juga: Al Haris Lantik Pengurus HMPM Padang
“Di era digital saat ini masyarakat harus lebih berhati-hati, karena foto, video, suara, bahkan percakapan dapat direkayasa menggunakan teknologi. Hal-hal seperti ini sering dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk meyakinkan calon korban,” tambahnya.
Nanda menjelaskan, pelaku penipuan saat ini tidak hanya menggunakan pesan singkat atau telepon biasa, namun juga memanfaatkan media sosial, akun palsu, editan foto, hingga rekaman suara dan video yang dibuat seolah-olah asli.
Masyarakat diminta tidak langsung mempercayai informasi ataupun tawaran tertentu, sebelum melakukan verifikasi kepada instansi resmi terkait.
“Jangan mudah terpancing, apalagi sampai menyerahkan uang ataupun data pribadi. Jika menemukan indikasi penipuan atau pencatutan nama pejabat daerah, segera laporkan kepada pihak berwenang,” tegasnya.
Imbauan disampaikan sebagai bentuk langkah preventif agar masyarakat lebih waspada terhadap berbagai bentuk penipuan yang memanfaatkan nama pejabat daerah maupun kecanggihan teknologi digital. ***
BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com