Al Haris Didesak Larang Truk Batu Bara Beroperasi, Evi Suherman : Sebelum Warga Murka !

Jumlah angkutan batu bara yang mulai membludak lagi, membuat masyarakat kembali resah.

Reporter: NSR | Editor: Doddi Irawan
Al Haris Didesak Larang Truk Batu Bara Beroperasi, Evi Suherman : Sebelum Warga Murka !
Ketua Fraksi PPP Berkarya DPRD Provinsi Jambi, Evi Suherman

KOTAJAMBI, INFOJAMBI.COM - Jumlah angkutan batu bara yang mulai membludak lagi, membuat masyarakat kembali resah.

Selain memicu terjadinya kecelakaan, arus lalu lintas pun ikut terganggu akibat angkutan batu bara.

Menyoroti masalah itu, Ketua Fraksi PPP Berkarya DPRD Provinsi Jambi, Evi Suherman, angkat bicara. 

Menurut Evi, aktivitas angkutan batu bara sampai sekarang terus menjadi perhatian khalayak banyak dan sorotan publik.

Jumlah angkutan batu bara makin hari makin banyak. Alhasil, beberapa ruas jalan di Provinsi Jambi macet.

Kemacetan yang terjadi sangat panjang, bahkan berlangsung cukup lama, sehingga mengganggu aktivitas warga dan pengguna kendaraan.

Salah satunya dari Muara Tembesi ke Simpang Karmeo, Kabupaten Batanghari. 

Arus lalu lintas di ruas jalan itu kerap macet total. Tak ayal, masyarakat yang melewati jalan tersebut mengeluh.

Evi Suherman prihatin melihat nasib yang dialami warga, akibat terganggu oleh dengan aktivitas angkutan batu bara.

"Kalau terjadi macet seperti itu, banyak orang dirugikan. Warga yang mau kerja jadi terhambat. Belum lagi anak sekolah, pasti terlambat tiba di sekolah," ujar Evi.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini amat menyayangkan kondisi ini. Tidak bisa dibiarkan berlarut-larut.

Evi khawatir, keadaan ini membuat masyarakat murka. Jangan sampai masyarakat nekat berbuat hal-hal yang tidak diinginkan.

" Gubernur Jambi harus lebih memikirkan rakyat banyak. Jika dibandingkan, kepentingan masyarakat umum dan perusahaan batu bara, tentu lebih banyak kepentingan umumnya," ungkap Evi.

Evi Suherman menyarankan, sebaiknya Gubernur Jambi, Al Haris, menghentikan dulu aktivitas angkutan batu bara. 

"Segera stop angkutan batu bara, sebelum rakyat turun ke jalan," tegasnya.

Dampak macetnya arus lalu lintas akibat angkutan batu bara sangat luas. Kendaraan pengangkut hasil pertanian, seperti karet, sawit, sembako, dan sayuran, terganggu.

Bahkan, karena macet berjam-jam dan berhari-hari, tidak sedikit sayuran yang diangkut rusak di tengah perjalanan.

"Ada sayuran yang busuk karena berhari-hari di perjalanan," beber Evi.

Dewan Kehormatan DPRD Provinsi Jambi ini mendesak Gubernur Jambi segera mengeluarkan surat, melarang truk batu bara beroperasi sampai jalur khusus angkutan batu bara selesai dibangun. ***

Baca Juga: Haris - Khafid Semarakkan Puncak HKN ke-52

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Berita Terkait

Berita Lainnya