INFOJAMBI.COM — Dua orang nelayan udang asal Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi, dilaporkan hilang kontak saat melaut di perairan Mendahara, Tanjung Jabung Timur.
Peristiwa ini terjadi sejak Rabu 7 Januari 2026, dan baru berakhir Kamis 8 Januari 2026, setelah keduanya berhasil ditemukan dalam keadaan selamat oleh Tim SAR Gabungan.
Baca Juga: Dinas Perikanan Berkelit, Nelayan Bakal Lapor ke DPR RI
Informasi awal hilangnya kedua nelayan itu diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Jambi dari pihak keluarga, pada Kamis siang. Dilaporkan, korban berangkat melaut pada Rabu pagi, dan dijadwalkan kembali pukul 17.00 WIB.
Namun, hingga keesokan harinya, mereka tidak kunjung pulang dan tidak dapat dihubungi. Lokasi kejadian diperkirakan berada di perairan Mendahara, dengan koordinat 0°49'06.7" LS dan 103°46'33.9" BT.
Baca Juga: Ombak Besar, Nelayan Tak Melaut
Jarak lokasi kejadian sekitar 18,65 nautical mile (NM) dari Unit Siaga SAR Kuala Tungkal. Saat itu kondisi cuaca dilaporkan hujan ringan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jambi, Adah Sudarsa menjelaskan, pihaknya segera menurunkan Search Rescue Unit (SRU) dari Unit Siaga SAR Kuala Tungkal untuk melakukan pencarian.
Baca Juga: Masyarakat Menjerit, Harga Ikan Laut Meroket
“Setelah menerima laporan dari keluarga korban, kami segera mengerahkan SRU dengan 6 personel menuju lokasi kejadian. Pencarian difokuskan di sekitar titik terakhir korban diduga melaut, serta area yang berpotensi terbawa arus,” ujar Adah.
Adah menambahkan, operasi SAR melibatkan sejumlah unsur terkait guna mempercepat proses pencarian. Dalam operasi ini SAR bersinergi dengan Polairud, TNI AL, PMI serta nelayan setempat.
Hingga Kamis siang, kedua nelayan bernama M Yunani (64) dan Junaidi (27), warga Jalan Bina Karya Barat, Kelurahan Tungkal II, Kecamatan Tungkal Ilir, Tanjung Jabung Barat, belum ditemukan.
Tim SAR melakukan penyisiran menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB), peralatan navigasi, serta sarana pendukung lainnya.
Basarnas Jambi mengimbau nelayan dan masyarakat pesisir agar selalu memperhatikan kondisi cuaca. serta melengkapi diri dengan alat keselamatan dan komunikasi saat melaut untuk meminimalisir risiko kecelakaan di laut.
Setelah dilakukan pencarian intensif, kabar baik akhirnya datang. Kapal nelayan milik korban ditemukan dalam kondisi mati mesin, di sekitar Kuala Sungai Alang-Alang, sekitar 11 NM dari titik perkiraan awal kejadian.
Kedua nelayan itu ditemukan dalam kondisi selamat. Kapal yang mereka gunakan mati mesin, sehingga tidak dapat kembali ke darat. Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi ke Pelabuhan Roro Kuala Tungkal.
Mereka kemudian diserahkan kepada pihak keluarga dalam keadaan sehat. Operasi SAR ini ditutup setelah seluruh rangkaian evakuasi selesai, dan tim kembali ke satuan masing-masing.
Basarnas Jambi juga mengingatkan para nelayan agar selalu memastikan kondisi kapal dan mesin sebelum melaut, serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila terjadi keadaan darurat di laut. ***
BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com