Langkah inovasi berlanjut pada hari ketiga, Kamis 3 September 2026. Peserta mengeksplorasi teknik motif batik pada ecoprint dan teknik shibori dengan pewarna alam indigo. Tak ketinggalan, materi teknis, seperti praktik mordant dan scouring, dipelajari secara mendalam untuk memastikan kualitas warna bertahan lama.
Hari keempat, Jumat 4 September 2026, menjadi panggung kreativitas pembuatan produk turunan. Kertas linen yang diolah pada hari sebelumnya, disulap menjadi cover buku. Di saat yang sama, tangan-tangan terampil perajin menghasilkan kipas, kotak tisu, serta aksesori feminin, berupa bros minimalis dan kalung.
Baca Juga: SKK Migas – PetroChina Raih CSR Award 2016
Rangkaian pelatihan diakhiri pada hari kelima, Sabtu 5 September 2026. Seluruh peserta melakukan kunjungan lapangan ke SLBN Cendono, rekanan dan mitra kolaborasi Jatisemi Ecoprint, guna melihat langsung penerapan ecoprint dalam pemberdayaan inklusif.
Mewakili kelompok-kelompok batik unggulan di Tanjabbar. Sepuluh peserta Pelatihan intensif ini adalah Fira Susanti (Kelompok Batik Makmur Jaya Berkah), Dwi Endang Kristianti (Kelompok Batik Makmur Jaya Berkah), Nurhasanah (Kelompok Batik Pangkal Babu), Umi Hurfatul Jannah (Kelompok Sedulur Batik), Puput Mentari (Kelompok Sedulur Batik), Sanah dan Novia Eviliana (Kelompok Batik Canting Emas), Asfa Asfialana dan Sri Wahyunikah (Kelompok Batik Permata), serta Nasrullah (Kelompok Batik Serdang Jaya).
Baca Juga: Semangat Sherrin Tingkatkan Kualitas dan Pangsa Pasar Busana Kain Jambi
Maksud utama dari agenda ini adalah meningkatkan mutu para perajin batik dan ecoprint asal Tanjabbar. Secara khusus, program ini bertujuan memperluas pengetahuan mengolah bahan alam sekitar, memicu kreativitas, serta menciptakan produk kerajinan Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang memiliki daya saing tinggi dan bernilai tambah.
Sekembali dari Kudus, langkah tidak berhenti begitu saja. Motivasi dan dorongan percepatan langsung disiapkan, agar ilmu yang diserap segera diaplikasikan di kelompok masing-masing. PetroChina bersama Dinas Koperindag Tanjabbar menjalankan monitoring dan evaluasi secara berkala. Tiap kelompok peserta memiliki kewajiban menyampaikan laporan perkembangan hasil pelatihan.
Baca Juga: Wagub Harap Kerjasama dengan SKK Migas Semakin Baik
CSR Specialist PetroChina International Jabung Ltd, Rina Putri menegaskan, pelatihan ini merupakan program inovasi terbaru PetroChina, sebagai bagian dari komitmen dan kontribusi perusahaan hulu migas untuk masyarakat pada program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) di pilar ekonomi melalui program Canting Emas bagi masyarakat di wilayah operasi.
Rina yakin, karya seni tradisional yang dipadukan dengan inovasi ramah lingkungan, seperti ecoprint dan diversifikasi produk turunan, akan menjadi pendorong utama kemandirian ekonomi Masyarakat dan daerah.
“PetroChina memfasilitasi dan mendukung kegiatan pelatihan ini bekerja sama dengan pemerintah daerah, khususnya dinas koperindag, dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan teknik pembuatan produk turunan batik ecoprint kepada para perajin batik di Tanjabbar, guna mendorong terciptanya inovasi baru serta nilai tambah pada produk kerajinan daerah, sehingga dapat meningkatkan ekonomi dan kemandirian,” jelasnya.
BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com