MUARABULIAN - Ternyata, masih banyak warga miskin di Kabupaten Batanghari belum menerima Kartu Batanghari Sejahtera (KBS). Kenyataan ini jadi sorotan fihak DPRD Kabupaten Batanghari.
Anggota Komisi II DPRD Batanghari, Candra Budiman, mengaku selaku wakil rakyat, sangat kecewa dengan tidak terakomodirnya warga miskin dalam program tersebut.
"Saya sangat mendukung program ini, tapi saya juga menyayangkan masih ada warga yang belum terdaftar dalam KBS," ungkapnya.
Menurutnya, hal ini dialaminya langsung saat ia berada ditengah-tengah masyarakat, dan warga saat itu mengeluh, karena tidak mendapat Kartu KBS yang mereka butuhkan.
"Salah seorang warga Petajen Kecamatan Bajubang, tak mau disebut namanya, sejak lama mengalami sakit, tapi tidak berani mau berobat ke Rumah Sakit. Karena kartu Jamkesda-nya sudah ditarik oleh Pemerintah, dan mengharap ada kartu pengganti yakni KBS. Namun tak kunjung dapat," imbuhnya.
Disamping itu, Politisi Fraksi Nasional Hati Nurani ini, meminta kepada Pemkab Batanghari melalui dinas terkait, untuk segera memperhatikan hal ini. Dirinya juga meminta, agar pada APBD-Perubahan ini, kuota penerima KBS dapat ditambah.
"Dari data Dinas Sosial, untuk kuota KBS ini dalam satu desa hanya mendapat jatah sekitar 42 atau 44 jiwa, dari jumlah total 8.000 jiwa yang tidak terakomodir dalam KIS (Kartu Indonesia Sejahtera)," bebernya.
Candra Budiman masih minimnya kuota penerima KBS dalam satu Desa. Disinyalir memicu adanya permainan data dari aparat desa dengan mementingkan orang-orang terdekat atau anggota keluarganya, katanya.
"Saya yakinlah, dari kuota itu kemungkinan besar yang mendapat jatah hanya orang-orang terdekat dari Aparat Desa. Hal ini disebabkan karena keterbatasan dan minimnya kuota KBS tersebut," tutupnya. (infojambi.com)
Laporan : Raden Soehoer ll Editor : M Asrori
BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com