Perkuat Kinerja Perbankan dan Industri Asuransi, OJK Terbitkan Dua Aturan Baru

OJK berkomitmen terus mendukung peningkatan kinerja perbankan dan industri asuransi, dengan menerbitkan dua peraturan baru.

Reporter: Dora | Editor: Doddi Irawan
Perkuat Kinerja Perbankan dan Industri Asuransi, OJK Terbitkan Dua Aturan Baru
OJK

JAKARTA, INFOJAMBI.COM - Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) berkomitmen terus mendukung peningkatan kinerja perbankan dan industri asuransi, dengan menerbitkan dua Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) baru.

Peraturan itu adalah Nomor 27 Tahun 2022 tentang tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum, dan Nomor 28 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pialang Asuransi, Perusahaan Pialang Reasuransi, dan Perusahaan Penilai Kerugian Asuransi.

POJK 27/2022 diterbitkan guna melakukan penyesuaian terhadap perhitungan permodalan perbankan yang sifatnya lebih sensitif terhadap risiko, dengan penguatan dari sisi manajemen risiko sejalan dengan standar internasional “Basel III : Finalising post-crisis reforms” (Basel III reforms).

Beberapa perubahan pada POJK Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) adalah mengenai penyesuaian teknis perhitungan aset tertimbang menurut risiko (ATMR) yang diatur lebih lanjut dalam Surat Edaran OJK terkait. 

Baca Juga: OJK Catat Likuiditas dan Permodalan Lembaga Jasa Keuangan Tetap Baik

Sementara itu, komponen modal inti dan modal pelengkap Bank yang telah diatur dalam POJK ini tidak mengalami perubahan.

Untuk mendukung pendalaman pasar keuangan dengan optimalisasi fungsi dan peran lembaga central counterparty, Bank juga dituntut untuk menerapkan standar internasional “Capital requirements for bank exposures to central counterparties” dan “Margin requirements for non-centrally cleared derivatives”. 

Standar dimaksud bertujuan untuk mengurangi risiko sistemik yang muncul di pasar keuangan sehingga Bank didorong untuk dapat melakukan transaksi melalui lembaga central counterparty.

POJK 27/2022 berlaku sejak 28 Desember 2022. Pokok pengaturan dalam POJK ini antara lain:

1.    Penyesuaian dengan Standar Basel III reforms antara lain berupa pemberlakuan kewajiban perhitungan ATMR Risiko Pasar bagi seluruh Bank sejak 1 Januari 2024;
2.    Payung pengaturan terkait kewajiban perhitungan permodalan atas eksposur Bank ke central counterparty dan penyediaan margin atas transaksi derivatif yang tidak dilakukan melalui central counterparty; dan
3.    Penyelarasan dengan POJK lainnya seperti kewajiban pelaporan KPPM melalui sistem pelaporan OJK.

Penerbitan POJK 28/2022 ditujukan untuk mengikuti praktik penyelenggaraan usaha Perusahaan Pialang Asuransi yang terus berkembang, seiring perubahan lingkungan bisnis dan kebutuhan masyarakat. 

Percepatan penggunaan teknologi digital dalam layanan yang diselenggarakan oleh Perusahaan Pialang Asuransi serta meningkatnya kebutuhan kerja sama antara Perusahaan Pialang Asuransi dan pihak lain, untuk meningkatkan kualitas layanan perusahaan pialang asuransi, memberikan dampak positif bagi industri perasuransian dan konsumen. 

Namun, di sisi lain juga menimbulkan risiko, sehingga dalam POJK 28/2022 diatur pengaturan dan pengawasan lebih lanjut dengan tetap memberikan ruang untuk inovasi. 

Selain itu, guna meningkatkan efektivitas pengawasan oleh OJK, dalam POJK ini dilakukan penyesuaian beberapa ketentuan juga terkait frekuensi penyampaian laporan berkala, pengenaan sanksi kepada Perusahaan Pialang Asuransi, Perusahaan Pialang Reasuransi dan Perusahaan Penilai Kerugian Asuransi.

Pokok pengaturan dalam POJK 28/2022, antara lain:

   Pengaturan mengenai layanan pialang asuransi digital;
2.    Kewajiban perusahaan asuransi untuk memastikan tenaga ahli agar menjalankan tugas dan tanggungjawabnya;
3.    Kerja sama antarperusahaan pialang asuransi/reasuransi (co-broking);
4.    Kewajiban penyampaian laporan keuangan secara triwulanan; dan 
5.    Penyesuaian pengaturan mengenai sanksi administratif, termasuk denda administratif.

Penerbitan POJK 28/2022 diharapkan dapat mengoptimalkan peran Perusahaan Pialang Asuransi, Perusahaan Pialang Reasuransi dan Perusahaan Penilai Kerugian Asuransi sebagai pendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional, menjaga stabilitas sistem keuangan, dan mewujudkan kemandirian finansial masyarakat serta pendukung upaya peningkatan pemerataan dalam pembangunan. 

POJK 28/2022 mulai berlaku sejak 28 Desember 2022. ***

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Berita Terkait

Berita Lainnya