INFOJAMBI.COM - Sebagai daerah penghasil kelapa dalam Kabupaten Tanjung Jabung Timur harus melakukan hilirisasi produk turunan. Dengan begitu nilai tambah petani diharapkan kian meningkat sembari menghadirkan lapangan kerja baru yang kian terbuka dengan program hilirisasi tersebut.
Upaya hilirisasi kelapa dalam tersebut diseriusi Bupati Dillah Hikmah Sari dengan mendatangi langsung Kementerian Pembangunan Nasional / Badan Perencanan Pembangunan Nasional.
Baca Juga: Kehadiran Hasbi Ansori di DPP Partai Nasdem, Diundang DPP Nasdem Jangan Salah Paham Bro..?
Kepada Direktur Pembangunan Indonesia Barat, Dr Jayadi, Selasa (27/1), Dillah meminta dukungan agar hilirisasi kelapa dalam bisa didukung pemerintah pusat. Dillah menyebut saat ini Tanjabtim sudah dapat alokasi 5000 hektar program replanting kelapa dalam. Dengan replanting itu berdampak pada harapan peningkatan produktivitas kelapa dalam yang mulai menurun pada tanaman tua.
Hilirisasi ini diproyeksikan bisa menghadirkan industri pengolahan santan kelapa, nata de coco, pengolahan sabut kelapa hingga pengolahan arang tempurung (carbon) dan minyak goreng serta tepung kelapa. Di samping itu ada pula peluang pasar bagi produk kayu pengganti berbahan batang kelapa. Produk turunan itu pasarnya cukup terbuka luas baik di dalam negeri maupun mancanegara.
Namun menurut Dillah pabrik yang diharapkan tidak harus berskala besar. Ia menyebut sejumlah produk turunan dari kelapa dalam mampu pula diproduksi sekala kecil dengan kualitas tetap kompetitif.
“Karena itu saya tadi ke Bappenas mengemukakan tekad itu agar pemerintah melalui Bappenas bisa memberikan dukungan, apalagi program hilirisasi ini kan sejalan dengan program Bapak Presiden, kami optimis rencana ini bisa direalisasikan,’’kata Dillah.
Baca Juga: Tigor Berpesan ke Dilla, Agar Masalah Air Bersih Bisa Dibereskan, Kalau Terpilih Nantinya.
Dillah berharap pemerintah pusat bisa mendorong investasi skala besar dan menengah terkait hilirisasi kelapa dalam ini. Termasuk program tanggul khusus perkebunan yang menyasar kebun - kebun kelapa dalam masyarakat.
Keseriusan hilirisasi ini sudah dimulai dengan kerja nyata pemerintah daerah melalui program 1000 Km tanggul. Dari target 200 Km per tahun, telah direalisasikan 357,21 Km pada tahun pertama kepemimpinan DIllah HIkmah Sari - Muslimin Tanja.
“Kami berupaya memperkuat petani dengan memperbaiki tanggul, mendorong peremajaan dan menghadirkan industri menengah dan besar yang diharapkan menstimulasi UMKM - UMKM kita sehingga kelapa dalam sebagai salah satu produk unggulan kita bisa kita jadikan penopang kuat ekonomi masyarakat, kita juga sudah punya varietas unggul bersertipikat yang kita namai Varietas Zabak,’’ ungkap Dillah.
Dillah menjamin bagi investasi yang masuk pada program ini akan diberikan kemudahan - kemudahan yang akan mendukung investasi tersebut. Soal suplai bahan baku produk yang sering mengkhawatirkan bagi investor, Dillah menyebut mekanisme pasar tetap jadi rujukan.
Pemerintah daerah tidak akan menggunakan pendekatan intervensi, tetapi investor bisa melakukan pendekatan dengan skema kerjasama kelompok atau koperasi. “Kita punya Koperasi Merah Putih yang mungkin bisa jadi mitra tripartit bersama petani dan pengusaha, silahkan saja sepanjang sesuai koridor aturan dan orientasinya saling menguntungkan,’’ tutup Dillah.***
BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com