INFOJAMBI.COM — Penyakit tulang belakang serta keluhan nyeri perut berulang yang sering diabaikan masyarakat menjadi topik utama kegiatan Media Gathering Siloam Hospitals Jambi, Sabtu (25/7/2026).
Diskusi kesehatan yang digelar di Foresthree, Taman Remaja, Kota Jambi tersebut menghadirkan dua dokter spesialis, guna membedah mitos dan penanganan medis yang tepat.
Baca Juga: Rumah Sakit Siloam Jambi Stroke Ready Hospital, Cuma Ada Tiga di Sumatra
Dalam paparan mengenai kesehatan tulang belakang, dr Husnul Verdian Sp.OT, menegaskan pentingnya menjaga struktur tubuh ini di era modern.
Alumnus Universitas Andalas (Unand) Padang yang menempuh pendidikan spesialis di Jakarta dengan subspesialis tulang belakang itu mengingatkan, tulang belakang adalah organ yang tidak pernah tidur.
Spesialis ortopedi tersebut mengungkapkan, terdapat 619 juta orang di dunia menderita sakit pinggang dan sakit punggung, menjadikan kondisi ini sebagai penyebab disabilitas nomor satu secara global.
Berbeda dengan era 1990-an, ketika manusia banyak beraktivitas fisik, era teknologi saat ini membuat pinggang kurang bergerak. Tulang belakang sejatinya tidak dirancang untuk duduk selama 10 jam sehari.
Dokter Husnul menegaskan, tidak ada model posisi duduk yang benar-benar sempurna, sehingga manusia tetap diwajibkan aktif bergerak.
“Masyarakat jangan panik, karena tidak semua nyeri pinggang tergolong berbahaya. Sakit pinggang atau sakit punggung bukanlah berarti saraf terjepit,” ungkapnya.
Dokter Husnul juga meluruskan pemahaman keliru yang menyebut penderita sakit pinggang harus melakukan istirahat total di tempat tidur.
"Itu tidak tepat. Tubuh justeru harus tetap bergerak. Jika hanya beristirahat total, otot malah bisa melemah," tegasnya.
Bahkan, jika hasil pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI), atau pencitraan resonansi magnetik menunjukkan kondisi kurang baik, pasien tidak otomatis dilarang bergerak.
“Sebagian besar kasus saraf terjepit sebenarnya tidak memerlukan tindakan operasi medis,” jelas Dokter Husnul.
Langkah operasi baru dipertimbangkan, apabila terjadi gangguan fungsi saraf yang progresif, serta adanya gangguan buang air besar (BAB).
Masyarakat perlu mewaspadai tanda bahaya sakit pinggang, jika disertai trauma berat, demam, riwayat tumor, atau gangguan BAB.
Di sisi lain, spesialis bedah, dr Jonathan Alvin Nugraha Halim M.Biomed, Sp.B, mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh nyeri perut yang datang secara berulang.
“Gejala tersebut sering kali salah diartikan oleh masyarakat awam sebagai penyakit masuk angin biasa,” ujarnya.
Dokter Alvin memaparkan sejumlah gejala kritis pada perut yang memerlukan tindakan medis darurat, seperti nyeri hebat mendadak dan muntah terus-menerus.
Gejala lain yang patut diwaspadai, meliputi perdarahan saluran cerna, demam tinggi, kulit menguning, hingga gangguan buang air besar (BAB).
“Jika gejala tersebut muncul, pasien harus segera dibawa ke IGD, karena berpotensi menandakan kondisi serius,” pesannya.
Menurut Dokter Alvin, tindakan penanganan bedah abdomen dapat dilakukan melalui teknik laparoskopi yang bersifat minimal invasif dengan pemulihan cepat. Sementara itu, prosedur laparotomi diterapkan khusus untuk kasus-kasus bedah yang jauh lebih kompleks.
Selain menyajikan materi kesehatan, kegiatan yang berlangsung mulai pukul 12.00 WIB tersebut diisi dengan pemaparan profil rumah sakit oleh Marketing and Sales Development Siloam Hospitals Jambi, Indah Marbun.
Indah menjelaskan, Siloam Hospitals Group merupakan penyedia layanan kesehatan terdepan di Indonesia yang kini telah mengoperasikan 41 rumah sakit di berbagai daerah.
Di Provinsi Jambi, Rumah Sakit Siloam yang berada di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Jambi, merupakan rumah sakit tipe C. Rumah sakit swasta ini beroperasi sejak tahun 2023.
Rumah Sakit Siloam Jambi didukung oleh 46 dokter spesialis dan 14 dokter umum, serta tim emergency siaga. Pihak manajemen berkomitmen mentransformasi layanan modern melalui penguatan fasilitas, integrasi digital, dan pengembangan fisik.
Rumah Sakit Siloam Jambi kini memiliki Center of Excellence untuk saraf dan jantung, dilengkapi fasilitas Cath Lab untuk tindakan angiografi serta angioplasti.
Untuk penanganan stroke, ditunjang oleh layanan DSA (Digital Subtraction Angiography) dan terapi trombolitik hingga pemasangan alat pacu jantung.
Sektor diagnostik didukung teknologi MRI, CT Scan 128 slice, panoramic X-ray, mamografi, serta laboratorium 24 jam dengan Bank Darah Rumah Sakit (BDRS), dan pemeriksaan imunohistokimia maupun IGRA.
Fasilitas tindakan medis diperkuat dengan tiga ruang operasi bertekanan negatif serta layanan bedah modern, seperti laparoskopi, artroskopi, dan endoskopi.
Juga ada unit hemodialisa yang menyediakan 12 mesin cuci darah dan beroperasi dalam dua shift di bawah pengawasan dokter spesialis. Pemulihan pasien disokong farmasi 24 jam dengan layanan antar obat, rehabilitasi medik, dapur sehat, serta kamar rawat inap VIP, VVIP hingga president suite.
Transformasi digital diwujudkan lewat aplikasi MySiloam, untuk akses rekam medis dan penebusan obat secara daring.
Rencana pengembangan fisik, pada 2025 – 2027 juga disiapkan, mencakup poliklinik baru, perluasan area farmasi dan rehabilitasi medik, serta penambahan gedung rawat inap berkapasitas 40 tempat tidur.
Direktur Siloam Hospitals Jambi, dr Dini P Defrin MMRS, dalam sambutan tertulisnya menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin bersama antara Rumah Sakit Siloam dan insan pers di Jambi.
Manajemen Rumah Sakit Siloam Jambi memandang para jurnalis dari media online, cetak maupun elektronik sebagai mitra komunikasi penting dalam menyebarkan edukasi kesehatan kepada masyarakat.
“Media bukan hanya penyampai informasi, tapi juga mitra edukasi publik yang sangat efektif. Kami ingin terus memperkuat sinergi ini, khususnya dengan media-media di Jambi,” ucap Dokter Dini.
Melalui kegiatan yang diakhiri dengan sesi ramah tamah dan foto bersama ini, Rumah Sakit Siloam Jambi berharap para jurnalis turut membantu meluruskan berbagai mitos kesehatan di tengah masyarakat.
Kolaborasi jangka panjang diharapkan mampu meningkatkan kualitas serta derajat kesehatan warga di Provinsi Jambi. ***
BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com