INFOJAMBI.COM — Embusan angin kencang dan minimnya ketersediaan air menjadi penghalang utama upaya memadamkan kebakaran yang melanda perkebunan kelapa sawit warga, di Desa Gedong Karya, Kumpeh, Muaro Jambi.
Penanganan musibah kebakaran tersebut ditinjau langsung oleh Gubernur Jambi, Al Haris, bersama Danrem 042/Garuda Putih, Brigjen TNI Nyamin, kemarin.
Baca Juga: Haris - Khafid Semarakkan Puncak HKN ke-52
Amukan si jago merah hingga Senin pagi masih mengancam area perkebunan warga di wilayah tersebut. Personel gabungan bersama warga setempat bahu-membahu menyiramkan air, demi menghentikan pergerakan api agar tidak kian meluas.
Betapa beratnya tantangan yang dihadapi para petugas di lapangan. Hambatan beruntun muncul mulai dari kelangkaan sumber air, gangguan saluran pipa akibat endapan lumpur, hingga sulitnya jalur darat menuju lokasi kebakaran.
Baca Juga: Pemprov Diminta Cepat Perbaiki Jalan Putus Depan Kodim
"Kendalanya, tidak ada air atau air sangat sulit didapat. Kemudian, pipa yang digunakan untuk mengalirkan air bisa mati mendadak karena berlumpur," kata Al Haris.
Kondisi penanganan kebakran di lokasi kian pelik, lantaran ketiadaan dukungan armada pemadam dari udara. Paparan asap tebal menghalangi helikopter water bombing menembus titik api, ditambah medan yang sukar dilalui petugas darat.
Baca Juga: Al Haris Lantik Pengurus HMPM Padang
"Water bombing juga tidak bisa ke lokasi karena asap pekat. Sulitnya akses bagi petugas dan masyarakat menuju juga jadi hambatan," tambah Al Haris.
Mengantisipasi penyebaran api ke area lebih luas, dua unit alat berat dikerahkan sejak beberapa hari terakhir untuk membuat sekat bakar. Kendati demikian, tiupan angin kencang di lokasi kerap menyulut kembali kobaran api, sehingga mengancam kawasan sekitarnya.
Pemerintah Provinsi Jambi bersama jajaran TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, pihak swasta, dan masyarakat terus memperkuat pengerahan daya di lapangan. Minggu sore, penambahan personel dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, dan para relawan mulai diberangkatkan ke titik api.
Sejumlah sarana penunjang, seperti pompa air, tong penampungan, dan peralatan pemadam lainnya, juga dipasok ke lokasi. Penguatan armada dan fasilitas itu diharap mampu mempercepat pemadaman, sekaligus mengamankan area perkebunan warga sekitar.
Di tengah perjuangan berat menaklukkan kobaran api, Gubernur mengajak seluruh lapisan masyarakat memanjatkan doa bagi keselamatan tim penanggulangan karhutla. Ia berharap seluruh personel diberi ketabahan dan perlindungan hingga musibah ini teratasi.
"Kami mohon doa dari masyarakat, supaya petugas bersama masyarakat yang sedang berjuang di lokasi berhasil memadamkan api. Tidak kalah pentingnya, semoga hujan segera turun," ucap Al Haris.
Peristiwa kebakaran di Kumpeh ini mempertegas betapa rumitnya proses penanggulangan karhutla di lapangan. Terjangan angin kencang, keterbatasan pasokan air, kepungan asap pekat, dan medan berat menuntut kerja keras personel. ***
BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com