INFOJAMBI.COM - Kehadiran dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi ( SPPG) di Lorong Darmomulyo, RT 33, Kelurahan Simpang Tiga Sipin terus membuat masalah dengan warga sekitar. Beberapa bulan lalu limbahnya dibuang ke parit yang melewati perumahan warga. Mengeluarkan bau dan airnya kotor berbuse dan berminyak.
Belum masalah limbah ini selesai kini muncul lagi persoalan pengisian gas, dengan mengunakan mobil truk kapasitas tonase besar yang berdampak rusaknya jalan lingkungan disekitar situ. Pengisian sudah dilakukan beberapa Minggu lalu.
Baca Juga: Makan Bergizi Gratis Di Wilayah Kodim 0417 Kerinci Sudah Mulai Beroperasi
Karena lolos sekali, hari Rabu ( 22/4/2026) pihak SPPG akan mengisi lagi gas mengunakan mobil truk tonase berat. Rencana ini diketahui warga. Para warga mendiskusikan di group whatapps. Sebagian warga menolak, karena bisa jalan hancur terutama got samping jalan.
" SPPG ini akan mengisi gas dengan mobil ukuran fuso... Sayo tidak setuju karena jalan kito jalan lingkungan dan jugo resiko meledak," jelas warga sekitar Feri Gunadi, yang rumahnya bersebelahan dengan rumah SPPG itu.
Baca Juga: Bupati Muarojambi Tandatangani MoU Program Makan Bergizi Gratis
Ketua RT 33, Andre sangat menyayangkan kehadiran SPPG ini yang selalu menimbulkan gejolak dari limbah, pengisian gas dan izin lingkungan yang belum ada.
" Warga tidak menolak adanya SPPG ini, tapi patuhi aturan, jangan "basibagak". Izin lingkungan cepat diurus, limbah dibereskan,dan tidak boleh mengisi gas dengan mobil besar," jelas Andre yang jugo merasa kesal namanya sering di jual jual.
Baca Juga: Firman Subagyo :Udang Terkontaminasi Cs-137 Aman Dikonsumsi, Pernyataan Menyesatkan
Direktur PT Kocai Satu Rasa
Mitra SPPG, Simpang 3 Sipin 001, Ade ariyanti menjelaskan masalah pengisian gas mengunakan truk tonase besar, karena, biasa memakai mobil kecil. Lantaran mobil kecil dari Metro gas rusak, diganti dengan mobil besar.
" Kemaren kendala nya mobil kecik dari metro gas lagi rusak, jadi bisa dipakai mobil besar. Terkait mobil besar yang biasa isi gas di dapur dapur MBG yang lain ( bukan cuma di dapur kami ) sudah di sampaikan oleh Kepala SPPG untuk ijin dengan Ketua RT," ungkapnya
"Namun Ketua RT tidak mengijinkan, dan kami memilih untuk tidak jadi mengisi dengan mobil besar tersebut," tambahnya.
Sedangkan masalah limbah yang diributkan warga beberapa bulan lalu, belum ada perbaikan signifikan. Buangan air limbahnya masih berbau dan airnya kotor.
" Limbah ini belum tertangani dengan baik, buangan airnya masih kotor dan berbau, seharusnya air limbah yang disalurkan ke parit sudah bersih." Jelas Ketua RT 33, Andre.
Masalah limbah ini kata Ade Ariyani setelah diributkan warga beberapa bulan lalu, pihaknya sudah membuat bak resepan di dalam dapur dua buah. Jadi air yang keluar sudah bersih dibuang ke parit. Tapi ada buang yang kotor itu bekas tukang cuci tangan.
"Ada air bewarna putih2 masuk ke got itu air yang dipakai tukang mencuci tangan, karena kami lagi ada pekerjaan. Jadi itu bukan air limbah dari dapur," ujarnya.
Dijelaskan Ade, kehadiran SPPG nya juga sangat membantu warga sekitar dengan 14 orang bekerja dari lingkungan RT 33.
" Bahwa kami ingin berusaha dengan aman dan nyaman, warga sekitar dapat bekerja. Kami akan selalu mematuhi aturan dan kalau Ado yang kurang akan kami perbaiki dan kami minta maaf," ungkapnya.
Ironisnya SPPG ini belum memiliki Izin Lingkungan. Padahal ini syarat mutlak dari beroperasinya sebuah SPPG.
BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com