INFOJAMBI.COM — Tahapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1448 H / 2027 M terus berjalan, calon jemaah haji sudah mulai mempersiapkan berbagai dokumen keberangkatan.
Namun sebelum menjalankan rutinitas sebagai Tamu Allah, calon jemaah hendaknya menjalankan persiapan sejak dini untuk peroleh predikat mabrur.
Baca Juga: Antrean Banyak, Quota Malah Dikurangi... Maaakkk !!!
Untuk itu, Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Jambi mengimbau seluruh calon jemaah haji yang dijadwalkan berangkat pada musim haji 2027 untuk tidak menunda persiapan hingga mendekati waktu keberangkatan. Persiapan matang sejak dini dinilai menjadi kunci utama kelancaran dan ketenangan proses ibadah di Tanah Suci.
Kepala Kanwil Kemenhaj Provinsi Jambi, H. Wahyudi Abdul Wahab, menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji tidak hanya bergantung pada kelengkapan berkas fisik semata, melainkan juga kesiapan fisik, keakuratan informasi, serta pemahaman terhadap alur proses secara menyeluruh.
Baca Juga: Pemkab Merangin Manjakan Jemaah Haji
Untuk memastikan tahapan menuju keberangkatan berjalan tertib dan terencana, Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jambi merilis lima poin persiapan utama yang dapat dimulai sejak saat ini:
• Pembaruan Data Identitas: Memastikan seluruh data kependudukan dan identitas diri calon jemaah telah sesuai dan menggunakan data terbaru.
Baca Juga: Tidak Semua Haji Diterima Allah
• Kelengkapan Dokumen: Menyiapkan serta menjaga keabsahan seluruh berkas dan dokumen persyaratan haji agar tidak terkendala saat proses verifikasi.
• Kesehatan dan Kebugaran Fisik: Memulai pola hidup sehat dan menjaga kebugaran tubuh sedini mungkin guna menunjang stamina selama menjalankan rukun haji.
• Kontak Aktif: Memastikan nomor telepon seluler dan informasi kontak jemaah tetap aktif agar koordinasi serta pembaruan informasi dari penyelenggara tidak terputus.
• Pemahaman Alur Manasik dan Tahapan: Mulai mempelajari alur, regulasi, dan tahapan resmi penyelenggaraan ibadah haji.
Wahyudi juga mengingatkan masyarakat agar senantiasa menyaring informasi dan hanya mengacu pada kanal komunikasi dan media sosial resmi Kementerian Haji dan Umrah, guna menghindari kesimpangsiuran berita serta potensi penipuan.
“Waspadai berita hoaks tentang penyelenggaraan ibadah haji, termasuk nomor telepon atau oknum yang mengatasnamakan Kementerian Haji dan Umrah,” katanya. ***
BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com