INFOJAMBI.COM – Aksi unjuk rasa ratusan warga Suku Anak Dalam (SAD) di Kantor Bupati Merangin berujung ricuh pada Kamis (21/5). Massa yang tersulut emosi nekat merusak mobil dinas Kabag Ops Polres Merangin dan sempat meletuskan senjata api rakitan jenis kecepek di lokasi kejadian.
Ketegangan bermula saat sejumlah warga SAD melihat tayangan langsung (live) di aplikasi TikTok milik salah seorang pegawai Pemerintah Daerah (Pemda) Merangin.
Baca Juga: Perampok Bersenpi Kembali Beraksi di Tabir
Dalam tayangan tersebut, oknum pegawai diduga melontarkan kalimat "kubu dak Ado gawe" (kelompok tidak ada kerjaan).
Perkataan itu dinilai menyinggung dan memicu amarah warga SAD. Meski sempat terjadi keributan awal akibat provokasi media sosial tersebut, aparat keamanan yang berjaga sempat berhasil menenangkan situasi.
Baca Juga: Ketika Irjen Iriawan Mengamankan Demo 4 Nopember
Situasi kembali memanas tak lama setelah Kabag Ops Polres Merangin, AKP Edi Ferdinan, memberikan teguran kepada massa agar menjaga ketertiban dan tidak membuat keributan.
Namun, imbauan tersebut salah diartikan oleh warga SAD. Mereka menangkap pesan keliru bahwa diri mereka diancam akan dibunuh.
Baca Juga: Program Pertisun Hanya Ada di Merangin
Mendengar isu tersebut, ratusan warga SAD yang berada di lokasi langsung bergerak kompak menyerang AKP Edi Ferdinan.
Aksi kejar-kejaran sempat terjadi antara massa dan mobil yang dikendarai Kabag Ops. Beruntung, AKP Edi Ferdinan berhasil menyelamatkan diri dari kepungan massa.
Meluapkan kekesalan karena kehilangan jejak Kabag Ops, massa melimpahkan kemarahannya ke mobil dinas yang ditinggalkan.
Kendaraan operasional kepolisian tersebut dirusak hingga mengalami kerusakan parah.
Di tengah aksi anarkis tersebut, sempat terdengar suara letusan senjata api rakitan yang dibawa oleh salah satu warga SAD, menambah mencekamnya atmosfer di area perkantoran bupati.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di sekitar Kantor Bupati Merangin dilaporkan masih sangat tegang. Ratusan warga Suku Anak Dalam dikabarkan masih bertahan dan menduduki area kantor bupati, sementara aparat keamanan terus bersiaga untuk mencegah bentrokan susulan. ***
BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com