LPKNI Ingatkan Kapolri Jangan "Hangat-Hangat Taik Ayam" Memberantas Judi Online

Ketua Umum Lembaga Perlindungan Konsumen Nusantara Indonesia (LPKNI) Jambi, Kurniadi Hidayat, minta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serius memberantas judi online.

Reporter: NSR | Editor: Doddi Irawan
LPKNI Ingatkan Kapolri Jangan "Hangat-Hangat Taik Ayam" Memberantas Judi Online
Salah satu situs judi online | foto : royal188.blogspot.com

KOTAJAMBI, INFOJAMBI.COM - Ketua Umum Lembaga Perlindungan Konsumen Nusantara Indonesia ( LPKNI) Jambi, Kurniadi Hidayat, minta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serius memberantas judi online.

Permintaan itu disampaikan Kurniadi kepada wartawan, Kamis kemarin, menanggapi instruksi Kapolri kepada jajarannya agar memberangus praktek perjudian, khususnya judi online.

Kurniadi minta Kapolri memerintahkan seluruh jajaran kepolisian di daerah memberantas habis permainan judi online maupun judi-judi lainnya.

"Bila niat Kapolri benar-benar ingin memberantas perjudian, perintahkan seluruh jajaran polda di Indonesia melakukan upaya pemberantasan," kata Kurniadi.

Menurut Kurniadi, bidang IT di setiap polda bisa melakukan pemblokiran terhadap situs judi online. Kalau ini dilakukan, ribuan situs judi online bisa diblokir.

"Setiap polda di Indonesia pasti memiliki ahli di bidang informatika dan teknologi. Mereka bisa diberdayakan untuk memblokir situs judi online," ujar Kurniadi.

Kurniadi menegaskan, saat ini situs judi online bukannya berkurang, tapi malah semakin banyak. Perintah Kapolri sepertinya tidak diindahkan.

"Para pemain judi online yang ditangkap pihak kepolisian itu bukan tersangka, melainkan korban. Seharusnya yang ditangkap pemilik usaha judi online itu, bukan pemainnya," ungkap Kusniadi.

Kurniadi yakin kepolisian mampu, tapi sepertinya mereka ada rasa takut, atau mungkin diduga punya kepentingan untuk mendapat keuntungan," kata Kurniadi. 

Langkah lain, selain memblokir situs judi online, bisa dengan membuat situs baru atau situs bayangan yang sistemnya menjebak.

"Buat situs baru, setelah orang deposit, ketika hendak withdraw situsnya tidak bisa dibuka. Dari sini pasti pemainnya kapok," ungkapnya.

"Bertindaklah sesuai instruksi Kapolri, jangan menunggu ada laporan masyarakat baru bertindak. Judi online pasti bisa dihentikan. Jika tidak ada bandar, pemainnya pasti tidak ada," tegas Kurniadi. ***

Baca Juga: Evaluasi Fisik Personil, Polres Tanjabbar Rutin Gelar Kesjas

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Berita Terkait

Berita Lainnya