Masjid Al Ikhlas Aur Kenali Wakili Telanaipura Adu Teladan Tingkat Kota Jambi

Masjid Al Ikhlas Kelurahan Aur Kenali mewakili Kecamatan Telanaipura pada Pemilihan Masjid Teladan se-Kota Jambi 2026.

Reporter: Doddi Irawan | Editor: Doddi Irawan
Masjid Al Ikhlas Aur Kenali Wakili Telanaipura Adu Teladan Tingkat Kota Jambi
Masjid Al Ikhlas Kelurahan Aur Kenali mewakili Kecamatan Telanaipura pada Pemilihan Masjid Teladan se-Kota Jambi 2026 | foto : doddi irawan

INFOJAMBI.COM — Suasana berbeda tampak di Masjid Al Ikhlas Blok C Perumahan Griya Aurduri Indah, Kelurahan Aur Kenali, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, Selasa, 22 September 2026.

Sejak pagi, pengurus masjid, tokoh masyarakat, ibu-ibu majelis taklim, hingga remaja masjid berkumpul menyambut kedatangan tim penilai Pemilihan Masjid Teladan Tingkat Kota Jambi Tahun 2026.

Baca Juga: 53 Warga Blok C Perumahan Aurduri Berqurban 7 Sapi 4 Kambing

Masjid Al Ikhlas Perumahan Aurduri dipercaya mewakili Kecamatan Telanaipura dalam ajang tahunan tersebut. Kepercayaan itu tidak hadir begitu saja.

Di baliknya terdapat perjalanan panjang pengurus dan warga yang selama ini berupaya menjadikan masjid bukan hanya tempat ibadah, melainkan juga pusat kegiatan sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga: Hadirkan Habib Syaugi bin Haidar Al Habsyi, Masjid Al Ikhlas Aur Kenali Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Turut hadir dalam kegiatan itu Camat Telanaipura Widdy Frima, Ketua Dewan Masjid Indonesia Kota Jambi Mukhlis, Lurah Aur Kenali Eko Suhendra, Kabag Kesra Pemerintah Kota Jambi Kamal Firdaus, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Jambi Fadli, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jambi yang diwakili Nazmi, Ketua Lembaga Adat Melayu Jambi Kecamatan Telanaipura Rusdan, dan para tokoh masyarakat dari empat RT di Perumahan Aurduri.

Bagi warga Aur Kenali, momen penilaian itu bukan sekadar agenda seremonial. Kehadiran tim penilai dipandang sebagai pengakuan atas kerja bersama yang selama ini dilakukan dalam memakmurkan rumah ibadah.

Baca Juga: Peringatan Maulid Nabi di Masjid Al Ikhlas, Habib Syaugi Tekankan Pentingnya Adab dan Kasih Sayang Rasulullah

Camat Telanaipura, Widdy Frima, menyampaikan apresiasinya kepada tim penilai yang telah hadir di wilayahnya.

"Terima kasih kepada tim penilai Masjid Teladan Tingkat Kota Jambi. Ini suatu kehormatan sekaligus motivasi besar untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola rumah ibadah di wilayah Telanaipura khususnya Aur Kenali," ujarnya.

Menurut Widdy, warga Kecamatan Telanaipura merasa bangga dan bersyukur, karena Masjid Al Ikhlas Aur Kenali terpilih mewakili kecamatan dalam Pemilihan Masjid Teladan se-Kota Jambi Tahun 2026.

Kebanggaan itu lahir dari proses yang selama ini disaksikan langsung oleh pemerintah kecamatan. Pengurus Masjid Al Ikhlas Aur Kenali dinilainya menunjukkan komitmen yang kuat dalam menjaga dan memakmurkan masjid.

Pihak kecamatan, kata dia, menyaksikan sendiri bagaimana pengurus Masjid Al Ikhlas dan masyarakat sekitar bekerja keras secara gotong royong. Upaya itu juga mendapat dukungan dari aparat Kelurahan Aur Kenali. 

Kerja bersama tersebut terlihat dari pemeliharaan bangunan, kebersihan lingkungan, hingga berbagai kegiatan keagamaan, sosial, dan pemberdayaan ekonomi umat yang terus berjalan.

Widdy menegaskan bahwa esensi perlombaan bukanlah mengejar piala atau sekadar meraih predikat juara.

Menurutnya, momentum penilaian justru menjadi ruang evaluasi agar pengelolaan masjid semakin profesional melalui tiga aspek utama, yakni idarah, imarah, dan ri'ayah. 

Ketiga aspek itu mencakup manajemen organisasi yang transparan, upaya memakmurkan masjid dan pelayanan jemaah, serta pemeliharaan bangunan, kebersihan, dan fasilitas pendukung.

"Kami meyakini pengurus Masjid Al Ikhlas Aur Kenali telah berupaya maksimal memenuhi aspek-aspek tersebut. Namun, kami sangat terbuka menerima masukan, saran, dan bimbingan dari tim penilai, agar pengelolaan masjid ini jauh lebih sempurna ke depannya," kata Widdy.

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh pengurus dan jemaah yang selama ini telah mendedikasikan tenaga dan pikirannya untuk memakmurkan masjid.

"Terlepas dari apapun nanti hasil penilaian, Bapak dan Ibu sekalian telah menjadi pemenang di hati masyarakat, karena telah konsisten memakmurkan rumah Allah," ujarnya.

Di hadapan para jemaah, Ketua Dewan Masjid Indonesia Kota Jambi, Mukhlis, mengingatkan bahwa hakikat kegiatan tersebut tidak semata-mata penilaian.

Baginya, yang paling penting justru terjalinnya silaturahmi antarwarga dan pengurus masjid dari berbagai kecamatan di Kota Jambi.

"Penilaian itu nomor dua. Yang utama adalah menyambung silaturahmi. DMI Kota Jambi menjadikan sarana ini media untuk menyambung silaturahmi dengan masjid-masjid se-Kota Jambi setiap tahun," katanya.

Mukhlis menjelaskan, tim penilai berasal dari berbagai lembaga keagamaan di Kota Jambi. Kehadiran mereka tidak hanya untuk memberikan skor, tapi juga memastikan penyelenggaraan ibadah dan kegiatan sosial kemasyarakatan berjalan baik.

Menurut Mukhlis, kunjungan ke masjid-masjid perwakilan kecamatan juga menjadi sumber informasi penting bagi pemerintah dan lembaga keagamaan dalam menyusun program pembangunan bidang sosial dan keagamaan.

Data yang diperoleh dari pengurus masjid, kata dia, dapat menjadi bahan perencanaan pembangunan masyarakat pada masa mendatang.

Lebih jauh Mukhlis menegaskan, tim penilai melihat kondisi fisik bangunan, aktivitas keagamaan, serta tata kelola masjid. Penilaian itu dilakukan untuk mengetahui sejauh mana fungsi masjid telah berjalan sesuai teladan yang diwariskan para pendahulu dan dicontohkan Nabi Muhammad SAW.

"Artinya, masjid ini kalau zaman Nabi adalah pusat segala kegiatan. Dari masjid inilah Islam berkembang untuk dunia semesta ini. Oleh sebab itu, Dewan Masjid ini bagaimana kita kembali ke masjid, memakmurkan masjid, dan dimakmurkan oleh masjid," ujarnya.

Namun, menurut Mukhlis, ada hal lain yang lebih membanggakan daripada nilai angka dan peringkat. Ia melihat keakraban yang terbangun di lingkungan Masjid Al Ikhlas Aur Kenali sebagai modal sosial yang berharga.

"Tapi esensinya kami datang ke sini untuk melihat langsung. Kami bangga keakraban yang ditunjukkan oleh Bapak-bapak dan Ibu-ibu sekalian di dalam masjid. Inilah yang akan kami kembangkan. Jangan pada waktu tim penilai datang baru kita akrab begini," katanya.

Mukhlis berharap kehidupan sosial masyarakat terus dirawat melalui masjid, sehingga tercipta lingkungan yang rukun dan damai.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jambi yang diwakili Nazmi memaparkan secara rinci unsur-unsur yang menjadi fokus penilaian.

Menurut dia, terdapat tiga bidang utama yang menjadi perhatian tim penilai, yakni idarah, imarah, dan ri'ayah.

"Ada tiga bidang yang harus kita perhatikan. Penilaian tiga bidang ini harus benar-benar kami lihat. , kalau pengurus masjid, dipersiapkan. Kalau di penilaian ada kriteria penilaian," ujarnya.

Nazmi menjelaskan, bidang idarah berkaitan dengan administrasi dan tata kelola organisasi masjid. Tim meneliti berbagai dokumen, mulai dari surat keputusan, legalitas kepengurusan, hingga pengaturan jadwal kegiatan dan administrasi lainnya.

"Yang pertama, bidang idarah. Bidang ini menyangkut tentang administrasi. Kami lihat mulai dari kriteria awal, dari SK, legalitas, sampai pengaturan-pengaturan jadwal yang menyangkut dengan administrasi," katanya.

Bidang berikutnya, imarah. Aspek ini berhubungan langsung dengan kehidupan keagamaan di masjid dan pelayanan kepada jemaah.

Tim melihat berbagai kegiatan ibadah yang berjalan, termasuk ketersediaan imam, khatib, penceramah, kegiatan pengajian, majelis taklim, hingga legalitas penunjukan petugas dan pengurus yang terlibat.

"Yang kedua, bidang imarah. Bidang ini dikenal oleh pengurus masjid adalah seksi ibadah. Jadi yang mengatur berjalan atau tidaknya kegiatan keagamaan, termasuk menunjuk imam, khatib, penceramah," ujarnya.

Sementara bidang ri'ayah menyangkut pemeliharaan sarana dan prasarana masjid. Penilaian mencakup kondisi aset, kualitas fasilitas pendukung, keamanan, kebersihan, keindahan lingkungan, hingga berbagai layanan yang tersedia bagi masyarakat.

"Seterusnya ada bidang ri'ayah. Bidang ini menyangkut aset-aset masjid. Contoh, mik di sini kualitasnya bagaimana. Mobil ambulan, punya atau tidak, ada peminjam. Mungkin juga ada fasilitas lain, seperti internet, dan lain-lainnya," katanya.

Nazmi menegaskan, proses penilaian dilakukan berdasarkan standar yang telah ditetapkan. Seluruh kecamatan sebelumnya juga telah memperoleh pembinaan agar memahami unsur-unsur yang menjadi indikator penilaian.

Ia mengingatkan, berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan harus didukung bukti administrasi memadai. Banyak kegiatan dinilai sudah berjalan baik, namun belum memiliki dokumentasi dan legalitas lengkap.

"Banyak yang mengaku-ngaku. Salah satu contoh, mengadakan Maulid Nabi dan Isra Mi'raj. Semua masjid melakukan itu, tapi secara administrasi tidak ada. Juga amil zakat, mungkin SK-nya dibuat sendiri, tapi SK dari Baznas sejenisnya tidak ada. Penilaian ini berbeda dengan yang sudah dilegalkan atau legalitas, ada yang belum dilegalkan," ujarnya.

Di Masjid Al Ikhlas, penilaian sebenarnya bukan hanya berlangsung di atas lembar-lembar administrasi atau daftar cek fasilitas. Ada sesuatu yang tak kalah penting yang turut diperhatikan, yakni kehidupan sosial yang tumbuh di sekitar masjid.

Warga dari berbagai RT hadir bersama. Ibu-ibu majelis taklim memenuhi ruang pertemuan. Para remaja masjid ikut membantu jalannya kegiatan. Kehangatan dan kebersamaan terasa dalam setiap sambutan yang disampaikan.

Semangat itulah yang menjadi wajah sesungguhnya dari sebuah masjid teladan. Bukan hanya bangunannya yang terawat atau programnya yang lengkap, tapi juga kemampuannya menjadi simpul persaudaraan di tengah masyarakat.

Masjid Al Ikhlas kini membawa harapan Kecamatan Telanaipura dalam ajang Pemilihan Masjid Teladan Tingkat Kota Jambi Tahun 2026.

Hasil akhir memang ditentukan oleh tim penilai. Namun bagi masyarakat Aur Kenali, perjalanan menuju penilaian itu sudah menjadi bukti bahwa masjid dapat tumbuh sebagai pusat ibadah, pusat pelayanan umat, sekaligus pusat kebersamaan yang terus hidup di tengah lingkungan mereka. ***

 

BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com

Berita Terkait

Berita Lainnya