Pengendalian Inflasi, Pemerintah Harus Jaga Stabilitas Harga dan Rantai Pasok

Kenaikan harga makanan dan energi menggerek inflasi bergerak naik, bahkan sampai kisaran yang anomali bagi inflasi pangan.

Reporter: BS | Editor: Mursyid Sonsang
Pengendalian Inflasi, Pemerintah Harus Jaga Stabilitas Harga dan Rantai Pasok
Suasana Pasar Tradisional Angso Duo, Kota Jambi || Foto : MS

JAKARTA, INFOJAMBI.COM - Kenaikan harga makanan dan energi menggerek inflasi bergerak naik, bahkan sampai kisaran yang anomali bagi inflasi pangan. Tugas pemerintah untuk mengendalikan harga, adalah menurunkan inflasi sampai ke ambang batas wajar.

Mengenai langkah yang diambil pemerintah untuk menjaga harga pangan ini, Ekonom INDEF Eka Puspitawati berpendapat, pemerintah juga perlu memastikan kesediaan barang dan memperhatikan efek psikologis masyarakat. 

“Kunci biar terkendali, selain usaha yang dilakukan pemerintah. Usaha riil yang dilakukan misalnya Operasi Pasar, bagaimana cara agar suplai pangan dan energi tetap ada untuk menghindari inflasi yang lebih tinggi, maka pemerintah harus bisa menenangkan psikologi masyarakat,” ungkap Eka, Kamis (11/8/2022).

Ada istilah, expected inflation atau inflasi yang didorong dari ekspektasi berlebihan atau merasa ketakutan. Jika terjadi ketakutan di masyarakat, maka harga akan lebih cepat naik. Namun menurut dia, ketakutan ini lebih banyak dirasakan oleh pihak swasta. 

“Masyarakat secara umum konsumsi lebih banyak dipenuhi dalam negeri. Yang barang impor yang terdistruksi besar besaran atas goncangan internasional. Kalau dari masyarakat belum banyak kena imbas, asal tidak di blow up. Kalau dari pengusaha khawatir itu pengaruhnya ke masyarakat,“ jelas Eka. 

Baca Juga: Tekan Inflasi, Zola Akan Undang BI

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Lanjut ke halaman berikutnya

Berita Terkait

Berita Lainnya