Seabad Rosihan Anwar (1922-2022) : Wartawan Yang Tidak Bisa Dikalahkan

Rosihan Anwar lahir di Kubang Nan Dua, Sumatera Barat, 10 Mei 1922. Pas di hari kelahiran Begawan Pers Nasional itu tahun ini keluarga akan menggelar peringatan “ Seabad Rosihan Anwar”.

| Editor: Mursyid Sonsang
Seabad Rosihan Anwar (1922-2022) : Wartawan Yang Tidak Bisa Dikalahkan
Rosihan anwar berpoto dengan keluarga besarnya beberapa tahun lalu (poto : ist)

Catatan Ilham Bintang

Rosihan Anwar lahir di Kubang Nan Dua, Sumatera Barat, 10 Mei 1922. Pas di hari kelahiran Begawan Pers Nasional itu tahun ini keluarga akan menggelar peringatan “ Seabad Rosihan Anwar”.


Putri bungsu almarhum, Dr Naila Karima Anwar Sp. M beberapa hari lalu mengontak saya. Dokter Nayla memberitahu acara digelar dua hari. Hari pertama, Senin 9 Mei “Ziarah Makam di Taman Pahlawan Kalibata”. Hari kedua, Selasa malam, 10 Mei diselenggarakan “Doa dan Kenangan Kerabat Sahabat Rosihan Anwar” melalui aplikasi Zoom. Saya diminta ikut menyampaikan kenangan.

Peringatan Seabad Rosihan Anwar hal semestinya, mengingat jasa-jasanya beliau kepada bangsa dan negara. Rosihan memulai karir sebagai wartawan pada usia 20 tahun di masa pendudukan Jepang. Praktis semenjak itu gejolak perjuangannya dimulai untuk membebaskan bangsa Indonesia dari segala bentuk penjajahan dan penindasan bangsa asing maupun bangsa sendiri.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Lanjut ke halaman berikutnya

Berita Terkait

Berita Lainnya