SKK Migas - PetroChina Ajak UMKM Kuliner Tanjabtim Terapkan Standar Kantin Sehat

SKK Migas - PetroChina mengadakan Seminar Keamanan dan Keselamatan Kantin Sehat 2026, di Kabupaten Tanjabtim.

Reporter: Henrosta | Editor: Admin
SKK Migas - PetroChina Ajak UMKM Kuliner Tanjabtim Terapkan Standar Kantin Sehat
SKK Migas - PetroChina mengadakan Seminar Keamanan dan Keselamatan Kantin Sehat 2026, di Kabupaten Tanjabtim | foto : henrosta

INFOJAMBI.COM - Kepedulian terhadap keamanan pangan di lingkungan sekitar wilayah operasional kembali diperkuat SKK Migas - PetroChina International Jabung Ltd, dengan menggelar Seminar Keamanan dan Keselamatan Kantin Sehat 2026 bagi pemilik warung, rumah makan, katering hingga pelaku UMKM kuliner di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim).

Kegiatan berlangsung di Rec Hall North Geragai Basecamp, Rabu 2 September 2026, dengan jumlah peserta sebanyak 24 orang yang merupakan penyedia makanan yang berada di sekitar lingkungan kerja PetroChina Kecamatan Geragai.

Baca Juga: SKK Migas Gelar Sosialisasi dan Media Kompetisi 2016

Seminar dibuka Sr. Medical Officer PetroChina International Jabung Ltd, dr. William Aditya, yang hadir mewakili manajemen perusahaan.

Dalam sambutannya, dr. William menyebut Seminar Kantin Sehat merupakan bagian dari program PetroChina untuk meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat sekitar, terutama pelaku usaha kuliner yang menjajakan makanan di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Baca Juga: SKK Migas – PetroChina Raih CSR Award 2016

Menurutnya, kegiatan serupa rutin dilaksanakan setiap tahun. Sebelumnya, pada 22 Agustus, PetroChina juga menggelar Seminar Kantin Sehat di wilayah Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar).

“Kegiatan ini dilaksanakan setiap tahun di dua lokasi kerja kami. Sebelumnya, pada 22 Agustus, seminar serupa juga digelar di wilayah Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat,” katanya.

Baca Juga: Wagub Harap Kerjasama dengan SKK Migas Semakin Baik

Seminar Kantin Sehat ini sendiri telah berjalan selama tiga tahun. PetroChina berharap kegiatan tersebut terus berkembang dan memberikan dampak nyata bagi pelaku usaha kuliner pada tahun-tahun berikutnya.

dr. William menegaskan, keamanan pangan tidak semata-mata ditentukan oleh rasa maupun harga makanan. Faktor kebersihan, kesehatan, keamanan serta kepercayaan konsumen juga menjadi bagian penting yang harus diperhatikan.

Risiko keamanan pangan, lanjutnya, dapat muncul di setiap tahapan pengelolaan makanan, mulai dari penerimaan bahan baku, proses penyimpanan, pengolahan hingga makanan disajikan kepada konsumen.

Karena itu, peserta didorong tidak hanya memahami materi seminar, tetapi juga menerapkannya dalam menjalankan usahanya sehari-hari.

“Melalui kegiatan ini kami ingin meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan awareness peserta mengenai higiene sanitasi serta keamanan pangan, sehingga dapat diterapkan secara nyata dalam kegiatan usaha sehari-hari,” ujarnya.

Seminar dibuka Sr. Medical Officer PetroChina International Jabung Ltd, dr. William Aditya | foto : henrosta
Seminar dibuka Sr. Medical Officer PetroChina International Jabung Ltd, dr. William Aditya | foto : henrosta

Dalam pelaksanaannya, PetroChina turut mengapresiasi dukungan Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Puskesmas Simpang Pandan.

dr. William mengatakan, menciptakan tempat usaha makanan yang sehat dan aman membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah, perusahaan dan pelaku usaha perlu berkolaborasi agar standar keamanan pangan tidak berhenti sebatas teori.

Menurutnya, seminar juga menjadi ruang bagi peserta untuk berdiskusi dan bertukar pengalaman, termasuk mencari solusi yang dapat diterapkan secara praktis di masing-masing tempat usaha.

“Harapan kami setelah kegiatan ini selesai, ada perubahan positif yang langsung diterapkan di masing-masing tempat usaha. Kantin atau tempat makan yang sehat bukan hanya memberikan makanan yang aman, tetapi juga rasa aman dan kepercayaan kepada konsumen,” jelasnya.

Upaya tersebut dinilai penting karena sebagian karyawan PetroChina juga mengonsumsi makanan dari usaha kuliner di luar lingkungan perusahaan.

Dengan semakin baiknya penerapan standar kebersihan oleh warung, rumah makan maupun UMKM kuliner, kualitas makanan yang dikonsumsi diharapkan semakin terjamin.

Sementara itu, narasumber seminar, dr. Henny Muhammad, Penata Tingkat I sekaligus Dokter Umum Puskesmas Simpang Pandan, Kecamatan Geragai, menekankan pentingnya kebersihan dalam setiap proses pengelolaan pangan.

Ia berharap kegiatan yang digelar PetroChina dapat mendorong pemilik kantin, warung maupun usaha rumah tangga semakin memperhatikan higiene, khususnya dalam pengolahan makanan.

“Pangan merupakan salah satu media penyebaran kuman yang paling banyak. Karena itu, kebersihan pangan sangat penting untuk diperhatikan,” katanya.

dr. Henny menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat positif karena melibatkan pemerintah setempat sekaligus pelaku usaha kuliner.

Ia menegaskan bahwa pemberian materi perlu diikuti dengan pemantauan dan pengawasan. Hal ini penting untuk memastikan pengetahuan yang diperoleh peserta benar-benar diterapkan dalam kegiatan usaha mereka.

Menurutnya, penerapan kebersihan pangan tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat sebagai konsumen, tetapi juga berhubungan langsung dengan kesehatan karyawan PetroChina yang membeli makanan di luar lingkungan perusahaan.

“Dengan penerapan kebersihan oleh pelaku UMKM kuliner, kualitas makanan pun semakin terjamin,” pungkasnya. ***

BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com

Berita Terkait

Berita Lainnya