Sudah Ratusan Hektare Hangus, Pasukan Pemadam Terpaksa Panggil Hujan

Rapat monitoring dan evaluasi penanganan karhutla di Kabupaten Batang Hari, Jambi.

Reporter: DKI | Editor: Admin
Sudah Ratusan Hektare Hangus, Pasukan Pemadam Terpaksa Panggil Hujan
Rapat monitoring dan evaluasi penanganan karhutla di Kabupaten Batang Hari, Jambi | foto : dki-pj

INFOJAMBI.COM — Asap tipis masih membumbung dari kawasan Taman Hutan Rakyat ( Tahura) Sultan Thaha Saifuddin, Kabupaten Batang Hari, Jambi. Hingga saat ini, kebakaran hebat telah menghanguskan ratusan hektare lahan di Batang Hari. 

Sejumlah titik api masih terpantau menyala di beberapa lokasi. Kondisi tersebut membuat penanganan kebakaran hutan dan lahan ( karhutla) membutuhkan kerja cepat dan terukur. Koordinasi kuat sangat diperlukan antara pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, dan seluruh unsur terkait.

Baca Juga: Haris - Khafid Semarakkan Puncak HKN ke-52

Gubernur Jambi, Al Haris, menggelar rapat untuk memonitor dan mengevaluasi penanganan karhutla di Batang Hari, Selasa (8/9/2026). Rapat dihadiri oleh Danrem 042/Garuda Putih, Bupati Batang Hari, Kepala BPBD Provinsi Jambi, serta Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jambi. 

Tampak pula perwakilan unsur forkopimda dan sejumlah pejabat terkait di ruang rapat. Salah satu perhatian utama adalah titik kebakaran di kawasan Tahura STS. Gubernur menegaskan, penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama dan langkah terukur.

Baca Juga: Pemprov Diminta Cepat Perbaiki Jalan Putus Depan Kodim

Selain pemadaman langsung di lapangan, pemerintah kini menyiapkan upaya modifikasi cuaca, atau Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Langkah ini dijadwalkan pada 10 September 2026. OMC dilakukan untuk membantu mengatasi kondisi cuaca yang masih menjadi tantangan utama penanganan karhutla.

“Mudah-mudahan 10 September tim melakukan modifikasi cuaca. Semoga ketemu bibit hujannya. Kita harapkan di wilayah Batang Hari ada bibit hujan, sehingga nanti memudahkan tim melakukan OMC,” ujar Al Haris.

Baca Juga: Al Haris Lantik Pengurus HMPM Padang

Gubernur mengakui, kondisi tanpa hujan membuat penanganan karhutla di lapangan semakin berat. Selain faktor cuaca tidak bersahabat, jumlah personel yang dikerahkan terus bertambah untuk memperkuat operasi di lapangan.

"Kalau tidak ada hujan, kita berat. Kita kekurangan tenaga. Petugas kita, dari 5.900 sekarang sudah lebih 7.000 lebih," ungkapnya.

Gubernur mengingatkan seluruh unsur terkait agar terus memperkuat koordinasi. Semua pihak diminta bekerja sungguh-sungguh, agar kebakaran dapat segera dikendalikan.

"Intinya kita bersama-sama bekerja sungguh-sungguh," tegasnya. ***

BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com

Berita Terkait

Berita Lainnya