Produktivitas Sawit Masih Anjlok, 187 Petani Batang Hari Berguru pada BPDP, Ditjenbun dan DGL

Program Pengembangan SDM Perkebunan 2026 dibuka oleh Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Henrizal, di Hotel Aston, Kota Jambi | foto : dod

Reporter: DOD | Editor: Admin
Produktivitas Sawit Masih Anjlok, 187 Petani Batang Hari Berguru pada BPDP, Ditjenbun dan DGL
Program Pengembangan SDM Perkebunan 2026 dibuka oleh Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Henrizal, di Hotel Aston, Kota Jambi | foto : dod

INFOJAMBI.COM - Upaya meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit di Provinsi Jambi terus dipacu demi mengatasi persoalan minimnya hasil panen para petani lokal. 

Langkah nyata ini diwujudkan melalui penggemblengan 187 petani kelapa sawit swadaya asal Kabupaten Batanghari dalam Program Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan 2026 yang diinisiasi oleh PT Daya Guna Lestari (DGL) Learning Institute.

Baca Juga: Tiga Anak Buah Al Haris Resmi Jadi Penjabat Bupati

Rangkaian pelatihan intensif tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Henrizal, di Hotel Aston, Kota Jambi, Selasa 1 September 2026. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengembangan Sumber Daya Manusia yang Perkebunan ( SDM Perkebunan) didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan dikoordinasikan oleh Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian RI, serta dilaksanakan oleh PT Daya Guna Lestari (DGL) Learning Institute.

Baca Juga: Penjabat Bupati Sarolangun Hadiri Peringatan Hari Pramuka 61 dan Jambore Nasional XI

Hadir dalam kesempatan itu, Kepala Bidang Perkebunan Dinas Perkebunan Kabupaten Batang Hari, Lembang Harahap. Ia membeberkan realita pahit terkait rendahnya tingkat produksi lahan rakyat saat ini.

“Yang menjadi tantangan besar adalah produktivitas masih sangat rendah. Untuk itu diharapkan kepada peserta mengikuti pelatihan ini,” katanya.

Baca Juga: Lomba Gerak Jalan Meriahkan HUT 77 Kemerdekaan RI di Sarolangun

Lembang menilai, perbaikan angka produksi wajib dimulai dengan membenahi pemahaman teknis para pekebun di lapangan. 

Sejumlah petani dinilai masih sangat membutuhkan bimbingan mendalam terkait teknik budidaya, pemeliharaan tanaman, tata kelola kebun, hingga manajemen administrasi.

Tak sebatas problem minimnya hasil panen, pemerintah daerah juga dihadapkan pada rendahnya kesadaran tertib administrasi di kalangan petani. 

Banyak di antara para pemilik kebun swadaya yang hingga kini belum mengantongi Surat Tanda Daftar Perusahaan Perkebunan (SPDP).

“Selain itu juga masih banyak pekebun yang belum memiliki SPDP,” ujarnya.

Lembang menegaskan, aspek legalitas kini menjadi syarat mutlak seiring berjalannya tuntutan tata kelola perkebunan yang berkelanjutan. Arah pengembangan sektor kelapa sawit ke depan wajib diselaraskan dengan standar nasional Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).

Masalah utama industri sawit rakyat di Jambi sejatinya tidak melulu bertumpu pada persoalan luas lahan atau kondisi fisik tanaman. 

Faktor kapasitas serta keterampilan sumber daya manusia dalam mengelola kebun menjadi penentu utama tinggi rendahnya hasil panen.

Ketimpangan ilmu pengetahuan membuat capaian produksi kebun di Jambi tergolong tertinggal jika dibandingkan dengan daerah lain yang sudah modern. Daerah tetangga dinilai lebih tangkas dalam mengadopsi teknik budidaya terkini serta manajemen perkebunan yang terstruktur.

“Permasalahan yang dihadapi petani kelapa sawit di Provinsi Jambi masih kurangnya pengetahuan petani dalam mengelola perkebunan kelapa sawit. Sehingga produksi jauh lebih rendah bila dibandingkan dengan daerah lain,” jelasnya.

Melalui pelatihan ini, para petani didorong untuk tidak sekadar menampung wacana, tapi mampu mentransformasikan ilmu menjadi aksi nyata di lahan. 

Lembang menaruh harapan besar agar seluruh materi praktis dari instruktur dapat diterapkan secara utuh pasca-pelatihan.

“Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan peserta dapat menyerap ilmu yang diajarkan para instruktur dan menerapkannya di lapangan nantinya,” katanya.

Penyerahan cinderamata
Penyerahan cinderamata dari Direktur Utama PT DGL Learning Institute, M Gema Aliza Putra, kepada Kabid Perkebunan Dinas Perkebunan Kabupaten Batang Hari, Lembang Harahap | foto : dod

Dukungan penuh turut disuarakan oleh Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Henrizal, yang mengapresiasi terobosan edukasi bagi para petani swadaya ini. 

Ia mewanti-wanti agar program pengembangan kapasitas ini tidak berujung menjadi agenda seremoni atau pemaparan teori di atas kertas semata.

“Kami mengapresiasi terlaksananya acara ini, karena petani akan mendapatkan pelatihan dengan tujuan meningkatkan produktivitas dan bukan sekadar teori,” ujarnya.

Henrizal juga mendorong para peserta pelatihan untuk mulai beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi masa kini. 

Penguasaan media sosial dinilai sangat strategis sebagai sarana menyerap informasi baru, memperluas wawasan, serta memantau tren perkembangan perkebunan modern.

“Ke depannya peserta harus paham dengan media sosial. Sehingga apa yang disampaikan instruktur dapat dicerna dengan baik,” katanya.

Kunci utama keberhasilan agenda ini akan diuji saat para petani kembali bertatap muka dengan kebun kelapa sawit mereka masing-masing. 

Penerapan materi yang benar diyakini bakal mendongkrak tonase hasil panen sekaligus memperbaiki taraf kesejahteraan hidup para petani.

“Kami berharap peserta memanfaatkan pelatihan ini dengan sebaik-baiknya. Setelah pelatihan ini akan memberikan dampak positif bagi petani dalam meningkatkan produktivitas kelapa sawit,” ujarnya. ***

BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com

Berita Terkait

Berita Lainnya