Menggenjot Produktivitas Kelapa Sawit Jambi Lewat Penguatan SDM Perkebunan Bersama BPDP, Ditjenbun dan DGL

Program Pengembangan SDM Perkebunan 2026 yang diadakan oleh BPDP Kementerian Pertanian bersama Ditjen Perkebunan dan DGL Learning Institute di Jambi.

Reporter: DOD | Editor: Admin
Menggenjot Produktivitas Kelapa Sawit Jambi Lewat Penguatan SDM Perkebunan Bersama BPDP, Ditjenbun dan DGL
Program Pengembangan SDM Perkebunan 2026 yang diadakan oleh BPDP Kementerian Pertanian bersama Ditjen Perkebunan dan DGL Learning Institute di Jambi | foto : dod

INFOJAMBI.COM - Upaya meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit di Provinsi Jambi terus dilakukan melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).

Langkah konkret tersebut diwujudkan lewat penyelenggaraan Program Pengembangan SDM Perkebunan Tahun 2026 yang diinisiasi oleh PT Daya Guna Lestari Learning Institute.

Baca Juga: Tiga Anak Buah Al Haris Resmi Jadi Penjabat Bupati

Sebanyak 187 petani kelapa sawit swadaya asal Kabupaten Batanghari diboyong untuk mengikuti pelatihan intensif, di Hotel Aston, Jambi, sejak Selasa 1 September 2026. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengembangan Sumber Daya Manusia yang Perkebunan (SDM Perkebunan) didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan dikoordinasikan oleh Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian RI, serta dilaksanakan oleh PT Daya Guna Lestari (DGL) Learning Institute.

Baca Juga: Penjabat Bupati Sarolangun Hadiri Peringatan Hari Pramuka 61 dan Jambore Nasional XI

Rangkaian agenda pelatihan ilmu perkebunan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Henrizal.

Selama lima hari para pejuang ekonomi tapak ini digembleng materi tata kelola perkebunan oleh para instruktur berkompeten. 

Baca Juga: Lomba Gerak Jalan Meriahkan HUT 77 Kemerdekaan RI di Sarolangun

Momen ini dirancang menjadi titik balik perubahan pola pikir petani dalam memangkas keterbatasan pengelolaan lahan yang selama ini dilakukan secara otodidak.

Pengetahuan modern menjadi modal krusial agar para petani swadaya tidak lagi mengandalkan kebiasaan lama dan bisa mengambil keputusan tepat di lapangan. 

Namun, tolok ukur kesuksesan program ini tak cuma berhenti pada seremoni atau banyaknya jumlah peserta yang memadati ruangan.

Eksistensi program ini diuji dari sejauh mana jurus-jurus baru itu dipraktikkan langsung hingga membuahkan peningkatan hasil panen. 

Pendampingan berkelanjutan serta proses pemantauan ketat diyakini menjadi kunci strategis untuk mendorong produktivitas sawit Batanghari maupun Provinsi Jambi secara luas.

Program Pengembangan SDM Perkebunan 2026 yang diadakan oleh BPDP Kementerian Pertanian bersama Ditjen Perkebunan dan DGL Learning Institute di Jambi | foto : dod
Program Pengembangan SDM Perkebunan 2026 yang diadakan oleh BPDP Kementerian Pertanian bersama Ditjen Perkebunan dan DGL Learning Institute di Jambi | foto : dod

Direktur Utama PT Daya Guna Lestari (DGL) Learning Institute, M Gema Aliza Putra, menegaskan peran lembaganya sebagai wadah edukasi spesialis perkebunan kelapa sawit. 

Momentum di Jambi ini terbilang sangat istimewa, karena menjadi pergelaran perdana bagi DGL Learning Institute menggembleng 187 petani swadaya asal Batanghari.

“DGL Learning Institute merupakan lembaga pelatihan khusus perkebunan kelapa sawit. Ini untuk pertama kali di Jambi, ada 187 orang peserta petani swadaya kelapa sawit yang berasal dari Kabupaten Batanghari,” katanya.

Gema menguraikan bahwa spirit utama dari pelatihan ini adalah mengubah tradisi berkebun yang selama ini hanya mengandalkan warisan pengalaman turun-temurun. Petani masa kini dinilai harus dibekali pengetahuan teknis terkini agar mampu bersaing di era perkebunan modern.

“Kami berupaya mengedukasi petani meningkatkan produktivitas kelapa sawit. Narasumber dalam pelatihan kompeten dan telah memiliki lisensi BSP,” ujarnya.

Tidak ingin ilmunya menguap begitu saja, DGL Learning Institute berjanji akan terus membayangi perkembangan para alumni pelatihan di kebunnya masing-masing. 

Monitoring pasca-pelatihan ini sengaja dirancang demi mendeteksi berbagai hambatan praktis sewaktu petani mempraktikkan teori di lapangan.

“Selanjutnya DGL akan terus memonitor pasca pelatihan. Dengan demikian materi yang telah diajarkan bisa dimanfaatkan dan kami bisa mengetahui apa kendala yang dihadapi peserta,” jelasnya.

Langkah pendampingan lanjutan ini sejalan dengan arahan Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Lainnya Kementerian Pertanian RI, Iim Mucharam, yang disampaikan oleh Mula Putera

Berbicara dalam sambungan daring, Mula Putera mewanti-wanti pentingnya kesinambungan antara teori, penerapan, serta pengawalan di lapangan.

Instansi terkait dimintai komitmennya untuk tidak melepas para petani begitu saja setelah acara penutupan selesai. Pemantauan berkala amat dibutuhkan untuk menyokong petani dalam menyelesaikan kerumitan problem harian perkebunan.

“Harapan kami kepada instansi terkait melakukan monitoring pasca pelatihan. Selanjutnya dampingi petani secara rutin sehingga produksi dapat ditingkatkan,” katanya.

Iim Mucharam berpesan agar 187 petani peserta tidak bersikap egois dengan menyimpan ilmu pelatihan untuk diri sendiri. Mereka memikul misi moral untuk mentransfer pengetahuan baru tersebut kepada rekan sesama petani di daerah asal.

“Serap ilmu yang didapatkan dan praktikkan di lapangan. Anda adalah agen yang dapat memberdayakan petani di lingkungan. Karena tidak semua petani mendapat kesempatan seperti ini,” ucapnya.

Suntikan motivasi tersebut memposisikan para peserta sebagai penggerak utama yang siap menularkan ilmu tata kelola sawit di kawasannya. 

Rangkaian pembukaan acara diakhiri dengan prosesi penyerahan plakat serta foto bersama seluruh peserta dan pemangku kepentingan.

Para petani Batanghari siap menyerap setiap materi. Harapan besar digantungkan agar sepulang nanti mereka membawa bekal keterampilan baru yang bisa langsung diterapkan di atas tanah kebun masing-masing. ***

BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com

Berita Terkait

Berita Lainnya