INFOJAMBI.COM — Setelah hampir lima bulan dilanda kemarau, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi menggelar Salat Istisqa, sebagai bentuk ikhtiar dan doa bersama memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan di wilayah Provinsi Jambi.
Salat Istisqa dilaksanakan di Lapangan Garuda, Kantor Gubernur Jambi, Rabu (2/9/2026) pagi. Salat itu diikuti jajaran Pemprov Jambi, aparatur sipil negara (ASN), serta masyarakat.
Baca Juga: Haris - Khafid Semarakkan Puncak HKN ke-52
Turut hadir Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani, dan Pimpinan Pondok Pesantren Darul Arifin Jambi KH Zainul Arifin yang memberikan penguatan keagamaan dalam pelaksanaan Salat Istisqa.
Gubernur Jambi, Al Haris mengatakan, pelaksanaan Salat Istisqa ini merupakan bentuk ikhtiar bersama, setelah Provinsi Jambi menghadapi kemarau cukup panjang. Kondisi itu mulai dirasakan masyarakat, terutama dengan meningkatnya suhu dan kualitas udara yang semakin tidak sehat.
Baca Juga: Pemprov Diminta Cepat Perbaiki Jalan Putus Depan Kodim
“Sudah lima bulan kita dilanda kemarau. Saat ini kita mulai merasakan dampaknya, termasuk udara yang semakin tidak sehat dan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah,” ujarnya.
Gubernur menyebut, kondisi kemarau tidak hanya berdampak terhadap ketersediaan air, tapi juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sejumlah wilayah di Jambi telah mengalami kebakaran, sehingga diperlukan kewaspadaan dan kerja bersama seluruh pihak.
Baca Juga: Al Haris Lantik Pengurus HMPM Padang
Di tengah berbagai upaya yang dilakukan pemerintah, Gubernur mengajak seluruh masyarakat tidak hanya melakukan ikhtiar secara lahiriah, tapi juga memperkuat ikhtiar batin dengan memanjatkan doa kepada Allah SWT.
“Melalui Salat Istisqa ini kita bermunajat dan memohon pertolongan Allah SWT. Tidak ada yang mampu menolong kita selain Allah. Kita berdoa semoga Provinsi Jambi senantiasa dilindungi, dijauhkan dari bencana, dan segera diberikan hujan yang membawa keberkahan serta manfaat bagi seluruh masyarakat Jambi,” katanya.
Gubernur juga mengajak masyarakat terus menjaga lingkungan dan menggunakan sumber daya air secara bijak selama kondisi kemarau. Upaya menghadapi dampak kemarau membutuhkan kepedulian bersama, termasuk dalam mencegah terjadinya karhutla.
Pemprov Jambi bersama pemerintah kabupaten dan kota, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, serta berbagai pihak terkait terus melakukan langkah antisipasi terhadap dampak kemarau dan potensi karhutla.
Salat Istisqa ini menjadi momentum bagi seluruh elemen masyarakat Jambi untuk bersama-sama memohon pertolongan dan perlindungan Allah SWT.
Di tengah kemarau berkepanjangan, doa dipanjatkan agar hujan segera turun, mengakhiri kekeringan, memulihkan kualitas udara, serta memberikan kesejukan dan keberkahan bagi Provinsi Jambi.
Gubernur berharap hujan yang dinantikan segera turun dan menjadi rahmat bagi masyarakat, pertanian, lingkungan, serta seluruh kehidupan di Provinsi Jambi. ***
BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com