Tanam Perdana Padi PM-AAS Dimulai, Pemkab Tanjabbar Dorong Efisiensi Berbasis Teknologi

Tanam perdana padi Program Pertanian Modern-Advanced Agriculture System, di Desa Rawa Medang, Batang Asam, Tanjung Jabung Barat, Jambi, Rabu (10/6/2026).

Reporter: ASM | Editor: Admin
Tanam Perdana Padi PM-AAS Dimulai, Pemkab Tanjabbar Dorong Efisiensi Berbasis Teknologi
Tanam perdana padi Program Pertanian Modern-Advanced Agriculture System, di Desa Rawa Medang, Batang Asam, Tanjung Jabung Barat, Jambi, Rabu (10/6/2026) | foto : dki-tjb

INFOJAMBI.COM — Agenda tanam perdana padi melalui program Pertanian Modern-Advanced Agriculture System (PM-AAS) resmi digulirkan, di Desa Rawa Medang, Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), Jambi. 

Pemkab Tanjabbar memberi dukungan penuh terhadap program ini, demi mempercepat transformasi pola tanam tradisional menuju ekosistem digital yang berdaya saing tinggi.

Baca Juga: Pemkab Tanjab Barat Apresiasi Tanoto Foundation Gelar Pelatihan

Kehadiran program strategis nasional tersebut ditandai dengan tanam padi perdana oleh Bupati Tanjabbar diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Firdaus Khatab, Rabu (10/6/2026). 

Langkah awal ini diyakini mampu memangkas biaya operasional, sekaligus mendongkrak efisiensi pengelolaan lahan sawah secara terintegrasi.

Baca Juga: Bupati Tanjabbar Kunjungi Korban Kebakaran Purwodadi

Firdaus Khatab memaparkan posisi tawar daerahnya yang selama ini konsisten menjadi salah satu lumbung pangan utama di Provinsi Jambi. Merujuk data makro 2025, total produksi gabah di Tanjabbar sukses menyentuh angka 39.263 ton dengan produktivitas rata-rata 4,579 ton per hektare.

Capalan tersebut ditopang oleh luas lahan baku sawah riil yang saat ini tercatat 6.220 hektare berdasarkan pemutakhiran data ATR/BPN. Potensi besar inilah yang membuat Kementerian Pertanian kepincut untuk menanamkan modal teknologi di wilayah setempat.

Baca Juga: Fadhilah Sadat Persiapkan Keikutsertaan Apresiasi Bunda PAUD Nasional 2025

“Kecamatan Batang Asam dipilih sebagai lokasi pelaksanaan Program PM-AAS, karena satu-satunya kecamatan di Kabupaten Tanjabbar yang memiliki jaringan irigasi teknis. Kondisi ini menjadi modal penting dalam mendukung penerapan pertanian modern dan peningkatan produktivitas pertanian,” ujar Firdaus.

Dari total bentangan sawah seluas 1.016 hektare yang tersebar di lima desa se-Kecamatan Batang Asam, wilayah Desa Rawa Medang menjadi sektor paling potensial. Desa ini menguasai areal persawahan produktif seluas kurang lebih 470 hektare yang siap diintegrasikan dengan mekanisasi modern.

Program PM-AAS merupakan proyek percontohan unggulan besutan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, untuk mempercepat digitalisasi sektor pangan di tingkat regional. 

Keberadaan bendungan dan saluran irigasi teknis yang mantap menjadi alasan utama ditunjuknya Kabupaten Tanjung Jabung Barat sebagai pusat pelaksana di Provinsi Jambi.

Sebelum masuk ke skala masif, tim teknis telah sukses melakukan uji coba penanaman lahan percontohan atau demplot seluas dua hektare di Desa Rawa Medang. Menyambung kesuksesan tersebut, upacara tanam bersama kali ini langsung memperluas jangkauan lahan hingga mencapai radius 100 hektare.

Melalui intervensi program PM-AAS, jajaran kelompok tani penerima manfaat mendapatkan kucuran stimulus sarana produksi yang sangat lengkap. Bantuan cuma-cuma tersebut berupa pembiayaan pengolahan tanah, benih varietas unggul, pupuk kimia, pasokan dolomit, hingga alat mesin pertanian.

Jajaran eksekutif Tanjung Jabung Barat juga melayangkan apresiasi tinggi kepada Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jambi. Kerja keras tim lapangan mengawal dan memberi asistensi teknis dinilai menjadi kunci utama kelancaran program.

Direktur Wilayah BRMP Jambi, Yunimar menjabarkan, esensi utama dari sistem PM-AAS adalah meminimalkan tenaga kerja lewat pemanfaatan inovasi mesin pertanian. Salah satu metode yang diunggulkan adalah sistem tanam benih langsung (Tabela) yang diklaim mampu memicu lompatan panen hingga target 10 ton per hektare.

Yunimar mengingatkan, modernisasi alat canggih tidak akan berdampak besar tanpa adanya komitmen perubahan perilaku dari subjek utamanya di lapangan. Diperlukan kolaborasi berkelanjutan yang melibatkan instansi pusat, birokrasi daerah, tenaga penyuluh, brigade pangan, hingga kelompok tani.

Ruang diskusi interaktif yang melibatkan seluruh instansi dan perwakilan petani, dimanfaatkan secara optimal oleh para petani untuk mengadukan kendala teknis lapangan, sekaligus menyamakan frekuensi kerja demi menyukseskan program di Batang Asam.

Sebagai simbolis dimulainya era pertanian modern di Tanjung Jabung Barat, seluruh pejabat yang hadir turun ke sawah untuk melakukan penancapan bibit perdana. Ritual pertanian ini menandai komitmen bersama menyongsong kemandirian pangan berbasis teknologi di Desa Rawa Medang.

Pemkab Tanjabbar menaruh harapan besar implementasi teknologi ini mampu mempercepat laju swasembada pangan dalam skala makro. Imbas positifnya bermuara pada peningkatan pendapatan riil para petani, serta terjaganya stabilitas pangan berkelanjutan.

Pesta penanaman bersama ini turut dikawal oleh jajaran pejabat lintas instansi dan korporasi negara. Hadir Direktur Wilayah BRMP Jambi bersama jajaran, perwakilan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Tanjabbar, serta pimpinan wilayah Perum Bulog Kanwil Jambi.

Suasana di tepi sawah diramaikan oleh kehadiran perwakilan PT Pupuk Indonesia Wilayah Jambi, dan pimpinan Perum Bulog Cabang Kuala Tungkal. Pengamanan wilayah dipantau langsung oleh Camat bersama Danramil Batang Asam.

Barisan pendukung teknis juga terlihat kokoh dengan hadirnya Katimker Tanjabbar serta Koordinator Wilayah Penyuluh Pertanian Batang Asam. Barisan ini dilengkapi oleh Koordinator POPT Tanjabbar, Kepala Desa Rawa Medang, serta puluhan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL).

Aktivitas di lapangan ditutup dengan konsolidasi bersama para ketua kelompok tani yang menjadi motor penggerak utama program PM-AAS. Seluruh peserta berkomitmen penuh mengawal proyek percontohan Piloting Project seluas 100 hektare ini, agar menjadi pelopor bagi desa-desa lain di Provinsi Jambi. ***

 

BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com

Berita Terkait

Berita Lainnya