INFOJAMBI.COM - Tatakrama dan penghormatan kepada orang tua menjadi fondasi utama yang memperkuat kepemimpinan Bupati Batang Hari, Muhammad Fadhil Arief, dalam menggerakkan kinerja seluruh jajaran pejabat dan aparatur pemerintah daerah.
“Sopan, hormati orang tuo,” ujar Mursyid Sonsang, Alumni Lemhannas PPSA 2012, saat melihat gaya kepemimpinan yang dijalankan Fadhil Arief.
Menurut eks Ketua PWI Provinsi Jambi dua periode itu, adab dan tata krama merupakan paling mendasar dalam menjalankan tugas pelayanan publik. Sikap menghormati orang lebih tua, menghargai sesama, dan bersikap rendah hati bukan sekadar kebiasaan budaya semata, melainkan cerminan jiwa pemimpin yang mampu menyatukan berbagai elemen masyarakat.
Bagi pewaris Tugu Pers itu, penghormatan yang ditunjukkan Fadhil Arief akan menjadi nilai tambah yang sangat besar di mata masyarakat, terutama di tengah gencarnya upaya merealisasikan berbagai program pembangunan yang benar-benar menyentuh kebutuhan dan kepentingan rakyat banyak.
“Akan menjadi nilai plus yang sangat besar ketika Fadhil sukses melaksanakan program pembangunan yang menyentuh rakyat banyak,” tegas Mursyid Sonsang.
Ia menambahkan, Fadhil Arief tidak hanya cakap bekerja, tetapi juga luhur budi pekertinya, akan lebih mudah menggerakkan partisipasi masyarakat dan membangun kebersamaan dalam membangun daerah.
"Di sinilah kekuatan kepemimpinan Fadhil Arief sebagai landasan moral, dan membangun rakyat sebagai tujuan utama," ucap Mursyid.
Baca Juga: Bupati Fadhil: Keadilan Semua Aspek Kehidupan Perlu
Asal tahu saja, di tengah keramaian, Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief kerap memilih menunduk. Ia menggenggam tangan, lalu menciumnya. Yang disalami bukan hanya tokoh masyarakat dan masyarakat biasa, usianya jauh di atasnya, bahkan ke ASN dan Wakil Bupatinya, Bakhtiar.
Kebiasaan itu berulang. Dari acara besar hingga kegiatan kecil di tingkat desa serta RT. Bagi Pengamat Sosial dan Kebijakan Publik Bahren Nurdin, hal sederhana itu justru paling penting karena memegang teguh adat istiadat.
Baca Juga: Jumat Berkah, Rumah Dinas Bupati Batanghari Selalu Ramai
“Itulah selayaknya pemimpin Jambi yang memegang teguh adat istiadat. Sayang pado yang kecik, hormat pado yang tuo. Jabatan tidak boleh menghilangkan tatakrama. Justru, seorang pemimpin harus lebih beradab dari orang yang dia pimpin,” kata Bahren.
Itu artinya Fadhil Arief paham bahwa jabatan hanya titipan. Bahren menilai keteguhan itu yang membuatnya layak diapresiasi.
Baca Juga: Fadhil Akan Lantik Pejabat secara Mendadak
“Saya rasa Fadhil Arief perlu kita apresiasi atas keteguhannya memegang adat Jambi. Lebih dari itu, hal-hal semacam ini akan menjadi contoh kepada generasi muda bagaimana menghormati orang tua. Semoga istiqomah,” ujar Bahren.
BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com