INFOJAMBI.COM — Gubernur Jambi, Al Haris, menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan Kementerian Pariwisata RI serta seluruh pihak yang berkontribusi dalam perhelatan Festival Batanghari 2026.
Apresiasi tersebut diutarakannya saat menghadiri pembukaan resmi agenda pariwisata tahunan itu, di Lapangan Taman Mini Melayu Jambi Eks Arena MTQ, pada Jumat (14/8/2026) malam.
Baca Juga: Haris - Khafid Semarakkan Puncak HKN ke-52
Kegiatan budaya ini dibuka oleh Asisten Deputi Strategi Event Kementerian Pariwisata RI, Raden Wisnu Sindhutrisno. Momen pembukaan disaksikan oleh Wali Kota Jambi Maulana, jajaran forkopimda, kepala perangkat daerah, para pelaku ekraf, serta ribuan warga.
Gubernur Jambi menegaskan, tema "Jejak Jalur Perdagangan Rempah di Sungai Batanghari" yang diusung memiliki makna sejarah sangat mendalam. Aliran Sungai Batanghari merupakan saksi bisu kejayaan perdagangan dan simpul pertemuan beragam kebudayaan dunia sejak masa lampau.
Baca Juga: Pemprov Diminta Cepat Perbaiki Jalan Putus Depan Kodim
“Jalur rempah merupakan ruang tamu dunia yang mempertemukan pedagang dari penjuru Nusantara hingga berbagai belahan dunia untuk bersanding, berkomunikasi dan bernegosiasi secara sejajar. Tepian Sungai Batanghari menjadi saksi kegagahan leluhur Negeri Jambi yang turut bersaing di panggung internasional sejak berabad lalu,” ujarnya.
Gubernur menambahkan, rekam jejak kejayaan masa lalu harus dijadikan sumber kebanggaan serta pelecut motivasi bagi generasi muda Jambi. Para leluhur daerah ini terbukti memiliki kecakapan luar biasa dalam navigasi pelayaran, diplomasi bahasa, hingga penguasaan ilmu astronomi.
Baca Juga: Al Haris Lantik Pengurus HMPM Padang
“Jangan hanya melihat Jambi sebagai produsen rempah. Kita harus berbangga bahwa leluhur kita pernah menjadi bagian penting dari jalur perdagangan dunia,” katanya.
Melalui apresiasi yang disampaikannya, Gubernur Jambi menaruh harapan besar pagelaran ini mampu memicu pertumbuhan ekonomi daerah. Efek domino perhelatan ini ditargetkan menyentuh sektor UMKM, peningkatan angka kunjungan turis, hingga kebangkitan industri kreatif lokal.
Menurut data, pertumbuhan ekonomi Jambi berhasil menyentuh angka 5,38 persen pada triwulan pertama tahun 2026. Sementara sepanjang tahun 2025 Jambi tercatat menggaet 14.386 wisatawan mancanegara dan lebih dari 4,5 juta wisatawan nusantara.
“Angka tersebut menjadi modal penting untuk terus memperkuat promosi pariwisata, meningkatkan kualitas destinasi, serta memperbaiki berbagai aspek pendukung agar wisatawan semakin nyaman dan memiliki keinginan untuk kembali berkunjung ke Provinsi Jambi,” jelas Gubernur.
Gubernur juga menggarisbawahi krusialnya konektivitas transportasi menuju berbagai titik destinasi wisata unggulan di seluruh wilayah Jambi. Pengoptimalan fungsi sejumlah bandara diyakini bakal membuka aksesibilitas yang jauh lebih luas bagi wisatawan luar daerah.
Gubernur Jambi mengajak masyarakat luas mengeksplorasi kekayaan situs bersejarah lokal. Salah satunya Museum Sriwijaya Dharmakirti di Cagar Budaya Nasional Muaro Jambi. Bangunan bersejarah itu baru saja diresmikan oleh Menteri Kebudayaan RI.
“Kita berharap ke depan kawasan Muaro Jambi menjadi salah satu warisan dunia dan mendapatkan pengakuan UNESCO,” ungkapnya.
Asisten Deputi Strategi Event Kemenpar RI, Raden Wisnu Sindhutrisno, memuji konsistensi Pemprov Jambi mengemas acara ini. Festival Batanghari 2026 kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan terpilih selama lima kali berturut-turut dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026.
“Tahun ini merupakan pencapaian yang sangat membanggakan karena untuk kelima kalinya Festival Batanghari kembali terpilih sebagai bagian dari Kharisma Event Nusantara,” ujar Wisnu.
Wisnu menyebutkan, kawasan Batanghari menyimpan identitas kultural yang sangat kuat dan tidak terpisahkan dari denyut nadi masyarakat Jambi. Aliran sungai ini berperan penting sebagai pusat peradaban Melayu sekaligus tempat bertumbuhnya ragam seni tradisi.
“Batanghari bukan sekadar sungai. Batanghari adalah nadi kehidupan, jalur perdagangan, pusat lahirnya peradaban Melayu Jambi sekaligus ruang tumbuhnya tradisi, seni dan budaya,” katanya.
Kementerian Pariwisata akan terus mendampingi daerah mengolah narasi lokal menjadi daya tarik wisata berkualitas tinggi. Penyelenggaraan kegiatan tidak hanya mengincar peningkatan kuantitas turis, melainkan juga memperpanjang durasi kunjungan serta dampak ekonominya.
Wisnu turut mendorong penguatan konsep pariwisata regeneratif yang berfokus pada kelestarian alam serta keberlanjutan budaya lokal. Melalui pendekatan ini, manfaat ekonomi dari sektor pariwisata dapat dirasakan secara seimbang oleh lingkungan dan warga sekitar.
“Kami berharap Festival Batanghari terus berkembang menjadi signature event Provinsi Jambi. Semoga tahun depan bisa masuk 10 besar dan menjadi kebanggaan masyarakat Jambi sekaligus magnet wisata budaya yang mampu menarik wisatawan Nusantara maupun mancanegara,” pungkasnya.
Penyelenggaraan Festival Batanghari 2026 ini menjadi momentum emas untuk menghidupkan kembali memori kolektif tentang kebesaran jalur rempah. Event ini sekaligus memperkokoh posisi strategis Provinsi Jambi sebagai destinasi unggulan berbasis sejarah, budaya, dan ekonomi kreatif. ***
BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com