Anwar Sadat Tegaskan UMKM Tanjung Jabung Barat Harus Miliki Kualitas Unggul dan Daya Saing Tinggi

Peningkatan kapasitas dan kompetensi para pelaku UMKM menjadi kebutuhan yang sangat mendesak di tengah ketatnya persaingan pasar saat ini.

Reporter: ASM | Editor: Admin
Anwar Sadat Tegaskan UMKM Tanjung Jabung Barat Harus Miliki Kualitas Unggul dan Daya Saing Tinggi
Bupati Tanjabbar, Anwar Sadat, membuka Pelatihan Peningkatan Mutu dan Kualitas Produk UMKM, di Aula Hotel Grand Ar Riyadh, Kuala Tungkal, Selasa (9/6/2026) | foto : dki-tjb

INFOJAMBI.COM — Peningkatan kapasitas dan kompetensi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah ( UMKM) menjadi kebutuhan yang sangat mendesak di tengah ketatnya persaingan pasar saat ini. 

Bupati Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), Anwar Sadat, menegaskan bahwa setiap produk lokal yang dihasilkan wajib memiliki kualitas unggul dan daya saing tinggi, agar mampu menembus pasar digital maupun konvensional.

Baca Juga: SKK Migas – PetroChina Raih CSR Award 2016

Penegasan tersebut disampaikan Anwar Sadat, saat membuka Pelatihan Peningkatan Mutu dan Kualitas Produk UMKM daerah. Kegiatan pembekalan ini diselenggarakan di Aula Hotel Grand Ar Riyadh, Kuala Tungkal, Selasa (9/6/2026).

Acara strategis ini dihadiri Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Tanjabbar, serta perwakilan PetroChina International Jabung Ltd. Selain narasumber dan instruktur ahli, 25 pelaku UMKM dari berbagai kecamatan juga hadir.

Baca Juga: Bank Indonesia Gelar Sosialisasi Pembiayaan UMKM

Anwar Sadat menaruh harapan besar forum edukasi ini mampu menstimulasi lahirnya berbagai komoditas andalan baru dari wilayah pesisir Jambi. Keaslian bahan baku yang bersumber dari wilayah sendiri diyakini memberi nilai ekonomi lebih tinggi bagi ekosistem niaga daerah.

"Kami ingin pelatihan ini mampu melahirkan produk-produk unggulan yang dapat bersaing, tidak hanya di tingkat kabupaten, tapi juga provinsi bahkan nasional. Saya berharap produk yang dihasilkan benar-benar berasal dari potensi lokal yang kita miliki, sehingga memiliki ciri khas dan nilai tambah tersendiri," ujarnya.

Baca Juga: Ada 113 Koperasi di Batanghari Dibekukan

Di samping urusan produksi, perluasan saluran distribusi juga menjadi perhatian utama dari orang nomor satu di Kabupaten Tanjabbar itu. Ia mendorong adanya jalinan kemitraan yang kuat antara UMKM lokal dan para pemilik swalayan modern maupun jaringan ritel nasional yang beroperasi di Tanjabbar.

Pemkab Tanjabbar secara khusus membidik kerja sama konkret dengan manajemen minimarket raksasa, seperti Indomaret dan Alfamart. Fasilitas berupa ruang pajang atau rak khusus di toko-toko modern tersebut dinilai efektif, sebagai instrumen pemasaran taktis bagi produk lokal.

"Saya berharap adanya komitmen bersama untuk menyediakan etalase khusus bagi produk-produk lokal Tanjung Jabung Barat. Langkah ini akan membuka peluang pasar lebih luas, meningkatkan pendapatan pelaku UMKM, serta memberi dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah," tambahnya.

Langkah penguatan ini dipastikan tidak akan berhenti pada tahapan seremoni pelatihan dua hari saja. Pihak eksekutif berjanji akan terus menurunkan tim teknis untuk melakukan asistensi berkelanjutan melalui dinas dan instansi sektoral terkait.

Program pendampingan jangka panjang tersebut dirancang secara komprehensif, mulai dari manajemen keuangan usaha hingga perbaikan kualitas desain kemasan (packaging). Para pelaku usaha kecil juga akan dibantu mengadopsi pemasaran berbasis digital, serta kemudahan pengurusan izin edar resmi dan sertifikasi halal.

"Saya berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan ini sungguh-sungguh dan memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kualitas usaha yang dijalankan," pesannya.

Sementara itu, Kepala Diskoperindag Tanjabbar, Sawaluddin F Tanjung, menjabarkan rincian teknis mengenai pelaksanaan program pemberdayaan tersebut dalam laporan resminya. Sebanyak 25 pengusaha mikro terpilih digembleng secara intensif oleh para mentor profesional selama dua hari penuh.

Materi yang disuguhkan kepada peserta sengaja dirancang agar adaptif terhadap dinamika industri kreatif terkini di tanah air. Kurikulum pelatihan meliputi teknik inovasi pengolahan bahan baku, standarisasi kebersihan produk, hingga pemanfaatan platform digital untuk perluasan pasar.

Melalui sinergi lintas sektoral ini, daya saing komoditas lokal Tanjung Jabung Barat diharapkan dapat melompat ke level lebih tinggi. Keberhasilan UMKM naik kelas secara otomatis akan menjadi motor penggerak bagi penyerapan tenaga kerja serta perbaikan tingkat kesejahteraan masyarakat di tingkat akar rumput. ***

BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com

Berita Terkait

Berita Lainnya