Bupati Hadiri Apel Siaga TPK Bergerak

Bupati Tanjung Jabung Barat, H Anwar Sadat, bersama Ketua TP PKK Hj Fadilah Sadat, menghadiri Apel Siaga Tim Pendamping Keluarga (TPK) Bergerak

Reporter: Alfatih | Editor: Doddi Irawan
Bupati Hadiri Apel Siaga TPK Bergerak
Bupati Anwar Sadat menghadiri acara TP PKK Tanjung Jabung Barat | foto : prokopim tjb

TANJABBAR, INFOJAMBI.COMBupati Tanjung Jabung Barat, H Anwar Sadat, bersama Ketua TP PKK Hj Fadilah Sadat, menghadiri Apel Siaga Tim Pendamping Keluarga (TPK) Bergerak, Kamis, 12 Mei 2022.

Apel dilaksanakan di Gedung Pola Utama Kantor Bupati Tanjung Jabung Barat, dihadiri sekda, kepala OPD, camat dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB).

Kegiatan ini dilaksanakan serentak secara daring maupun luring, bekerja sama dengan BKKBN.

Bupati Anwar Sadat menyampaikan, Pemkab Tanjung Jabung Barat telah menetapkan target Prevalensi Stunting tahun 2024 sebesar 14 persen, untuk percepatan penurunan stunting.

Pemkab Tanjung Jabung Barat telah menerbitkan Peraturan Bupati Nomor 84 Tahun 2022, tentang Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) yang dirilis Kemenkes RI, tahun 2021 Prevalensi Stunting di Tanjung Jabung Barat menurun menjadi 19,8 persen, dari 44 persen pada tahun 2019. 

“Untuk tahun 2024 angka prevalensi stunting target kita mencapai 14 persen,” ujarnya.

Bupati menjelaskan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan komitmen tim pendamping keluarga dalam upaya percepatan penurunan angka stunting. Pada pelaksanaannya diperlukan kolaborasi di tingkat lapangan.

“Tim pendamping keluarga merupakan ujung tombak percepatan penurunan stunting, dan mengawal proses percepatan penurunan stunting dari hulu, terutama pencegahan, mulai dari proses inkubasi hingga pencegahan lain dari faktor langsung penyebab stunting,” jelas Bupati.

Sekretaris P3AP2KB Tanjabbar, Hj Heni menyebutkan, hasil yang diharapkan dari kegiatan ini, diantaranya termutakhirkannya data sasaran keluarga beresiko stunting, meningkatnya komitmen dan wawasan tim pendamping keluarga dalam pelaksanaan pendampingan calon pengantin dan keluarga berisiko stunting.

“Diharapkan meningkatnya sasaran yang mendapat pendampingan, pemeriksaan dan pelayanan kesehatan, pelayanan kontrasepsi dan pelayanan vaksinasi terhadap sasaran (catin, ibu hamil, baduta) serta meningkatnya realisasi kegiatan dan anggaran percepatan penurunan stunting di daerah,” kata Heni. ***

Baca Juga: Sheerin Tharia: Penderita Kanker Serviks Terbilang Rendah

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Berita Terkait

Berita Lainnya