Catatan Pinggir Pengukuhan Permato

| Editor: Ramadhani
Catatan Pinggir Pengukuhan Permato
Pengukuhan pengurus Permato. (Bahren Nurdin)

Oleh: Bahren Nurdin Pengurus Permato



12.12.21 adalah ‘tanggal cantik’ yang ditetapkan sebagai hari Pengukuhan Pengurus Permato (Persatuan Masyarakat Tebo) -Jambi masa bakti 2020/2025 dan Malam Silaturrahmi Masyarakat Tebo yang ada di Kota Jambi dan sekitarnya.

Tanggal ini ‘dipilihkan’ langsung oleh Gubernur Jambi Bapak Dr. Al Haris, S.Sos., M.H saat para sesepuh, panitia pelaksana dan pengurus Permato melakukan audiensi.

Pada awalnya, panitia akan melaksanakan kegiatan ini tanggal 19 Des 2021. Karena menyesuaikan protokoler dan jadwal beliau, maka ‘tanggal cantik’ itu diputuskan.

Jika dihitung dari audiensi dan tanggal pelaksanaan panitia hanya memiliki waktu selama 12 hari. Waktu yang relatif singkat untuk mempersiapkan sebuah acara yang ‘spektakuler’.

Keputusan sudah diambil bahwa cara yang akan dilaksanakan tidak hanya untuk pengurus Permato tapi ingin bersama-sama masyarakat Tebo, maka ditambah dengan embel-embel ‘malam silaturrahmi’ dengan mengangkat tema besar _‘Silaturrahmi Terjago, Kekompakan Terpeliharo, Bersatu Membangun Tebo”._ Keren!

Waktu yang singkat ternyata tidak membuat panitia gentar. Segala potensi yang dimiliki dikerahkan.

Adik-adik mahasiswa asal Tebo (HIMASTE) membuktikan kehebatan mereka. Siang dan malam berkutat dengan segala kemampuan. Acara disusun sedemikian rupa. Pokoknya harus meriah dan spektakuler!

Teng, hari ’H’! Kursi yang disediakan panitia 700 buah terisi. Gedung besar Abadi Convention Center (ACC) penuh dan ramai. Panitia bahagia karena berhasil mendatangkan sanak saudara.

Pertunjukan-pertunjukan pengantar ditampilkan. Lagu-lagu daerah melepas dahaga budaya para tamu udangan. Di bagian meja VIP telah pula duduk orang-orang penting, para sesepuh, pejabat, pemuka agama, tukoh organisasi, tokoh pemuda, dan para undangan dari berbagai daerah non-Tebo.

_"Semua ready, Bang. Kita tinggal menunggu kedatangan Pak Gub”_ Begitu laporan bagian acara kepada saya. Namun, waktu berlalu, panitia mulai ‘panik’ walau tetap senyum di wajah. Detik demi detik dipantau kehadiran Pak Gub. _“Bapak, hadir!”_ kata salah satu petugas protokoler meyakinkan.

Last minute! _“Bapak Wagub sedang di jalan menuju ke sini, Bang. Pak Gub tidak bisa hadir”_. Acara sudah molor jauh dari run down pantia, Pak Gubernur yang ditunggu ternyata menyatakan tidak hadir di menit-menit terakhir. The show must go on!

Itulah yang saya maksud dengan ‘tragedi’ menit-menit terakhir. Kehadiran Bapak Gubernur yang dinanti ternyata diganti. Sungguh, kehadiran Wakil Gubernur Bapak KH. Abdullah Sani, M.HI juga sangat berarti.

Tidak mengurangi makna apa pun. Tapi, janji Bapak Gubernur untuk bersama rakyatnya yang diwakili membuat mereka sedikit ‘galau’ di hati.

Akan tetapi, ternyata orang-orang Tebo itu memang luar biasa. Semua 'legowo' dan dapat memahami. Semua berhusnuzon (berprasangka baik) bahwa Pak Gubernur pastilah akan hadir jika tidak ada sesuatu yang mendesak dengan alasan yang sangat penting. Sekali lagi, dimaklumi!

Kedatangan Pak Gurbernur memang sangat dinanti sebagai bentuk kecintaan mereka pada pemimpin mereka sendiri. Bagi mereka, kedatangan Sang Gubernur tidak hanya sekedar protokoler dan administratif tetapi memiliki makna penting.

Paling tidak, inilah ajang pelepas rindu. Acara inilah wadah yang kami sediakan untuk masyarakat Tebo yang ada di Jambi untuk bertemu langsung dengan Gubernur mereka. Gubernur yang mereka pilih sendiri.

Boleh jadi, mereka memilih tapi tidak pernah bertatap muka. Buat mereka, malam ini pasti penting untuk melepas rindu. Tapi agaknya kerinduan itu harus ditahan dulu, hehe.

Lebih dari itu, ini juga torehan sejarah. Album kenangan malam silaturrahmi masyarakat Tebo mencatatkan bahwa acara-acara terdahulu selalu dihadiri oleh Gubernur Jambi.

Tiga gubernur terdahulu, Zulkifli Nurdin, Hasan Basri Agus (HBA), dan Zumi Zola selalu hadir dan menyempatkan diri untuk bersama masyarakat Tebo dalam perhelatan malam silaturrahmi ini. Kali ini agaknya berbeda, ada sejarah baru yang akan selalu melekat dalam benak kolektif masyarakat.

Namun demikian, sekali lagi, masyarakat Tebo memang pandai memahami dan memaklumi. Acara tidak terganggu, tetap hikmat dan syahdu. Acara berjalan dengan sangat baik dan apik.

Semua sepakat acara ini hebat dan luar biasa. Tujuan silaturrahmi pun telah tercapai. Lihatlah, mereka saling berangkulan melepas rindu ‘sesamo sedusun’. ‘Ibo ati’ ketidakhadiran Gubernur telah terkubur dalam-dalam oleh suka cita bertemu sanak saudara. Sukses!

Akhirnya, artikel ini hanyalah catatan kecil sebagai penanda sejarah perhelatan Pengukuhan dan Malam Silaturrahmi Masyarakat Tebo. Catatan ini hanya sekedar ingin meninggalkan jejak digital yang mungkin dapat dibaca generasi selanjutnya.

Intinya, panitia telah berbuat maksimal, pengurus Permato telah dikukuhkan, dan yang paling penting masyarakat telah bisa bersilaturrahim. Itu artinya tujuan dan hakikat acara ini telah tercapai dengan sukses. Jadi tidak perlu ada lagi _‘rumah sudah penokok bebunyi’_. Tidak ada yang perlu disesali apa lagi ‘bekecik ati’. Berpikiran positif dan terus semangat membangun negeri. Semoga.#

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Berita Terkait

Berita Lainnya