INFOJAMBI.COM — Pemasangan 10.000 Bendera Merah Putih di sepanjang Jembatan Gentala Arasy dan sejumlah titik strategis Kota Jambi resmi digelar dalam aksi "Gebyar Mahardika Untukmu Negeriku" pada Sabtu (15/8/2026) sore.
Gubernur Jambi Al Haris memimpin langsung aksi kolosal tersebut bersama Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani, jajaran Forkopimda, Ketua TP PKK Provinsi Jambi Hesnidar Haris, Wali Kota Jambi Maulana, serta jajaran Kepala OPD Pemprov Jambi.
Baca Juga: Haris - Khafid Semarakkan Puncak HKN ke-52
Perhelatan penuh semangat nasionalisme ini diselenggarakan sebagai rangkaian utama peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Agenda ini dirancang khusus untuk memperkokoh ikatan persatuan sekaligus memupuk rasa cinta tanah air di kalangan warga Jambi.
Pada tahap awal, sebanyak 1.000 bendera telah terpasang rapi membentang di atas ikon jembatan kebanggaan masyarakat Jambi tersebut. Pengibaran ribuan Sang Saka Merah Putih di atas aliran Sungai Batanghari ini ditargetkan genap menyentuh angka 10.000 bendera pada hari berikutnya.
Baca Juga: Pemprov Diminta Cepat Perbaiki Jalan Putus Depan Kodim
Dalam sambutannya, Al Haris menegaskan bahwa pengibaran bendera berskala besar ini ditujukan untuk memantik kembali spirit kebangsaan seluruh lapisan masyarakat. Langkah ini sekaligus menjadi pengingat kolektif atas jasa dan perjuangan para pahlawan bangsa.
"Kita hari ini memperingati 81 tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Banyak perjuangan dari para pendahulu kita hingga sampai pada hari ini. Oleh karena itu, kita tidak boleh lengah, kita harus semakin bersemangat," ujar Al Haris.
Baca Juga: Al Haris Lantik Pengurus HMPM Padang
Ia menambahkan bahwa hiasan bendera di sepanjang jembatan diharapkan mampu menghadirkan atmosfer kemerdekaan bagi siapa saja yang melintas. Kehadiran simbol negara ini menjadi penanda kuat semarak perayaan 17 Agustus di Jambi.
"Gebyar Mahardika ini kita gelar sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang dan untuk menggelorakan semangat kemerdekaan. Jembatan Gentala Arasy kita penuhi Merah Putih agar setiap yang melintas merasakan getaran 17 Agustus," ujar Gubernur Al Haris di sela kegiatan.
Al Haris berpesan agar momen perayaan ini dijadikan lecutan motivasi bagi generasi muda dan aparatur pemerintah untuk terus berkontribusi bagi negeri. Pengabdian serta pelayanan publik yang maksimal merupakan bentuk tanggung jawab moral generasi penerus.
"Ini adalah tugas dan tanggung jawab moral kita selaku anak bangsa," tambahnya.
Melalui pergelaran ini, masyarakat Jambi diharapkan semakin terinspirasi untuk terus merawat toleransi dan menjaga keutuhan NKRI. Semangat kebersamaan tersebut menjadi fondasi utama dalam mengawal agenda besar pembangunan menuju Indonesia Maju 2045.
Gubernur Al Haris menyampaikan bahwa peringatan hari kemerdekaan sepatutnya tidak berhenti pada rutinitas upacara seremonial semata. Sinergi lintas instansi dan persiapan matang telah dilakukan jauh hari agar seluruh perayaan berjalan khidmat serta tertib.
“Persiapan harus dilakukan sejak sekarang karena rangkaian kegiatan melibatkan banyak instansi. Semua harus bekerja sama agar pelaksanaannya berjalan baik,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa esensi kemerdekaan saat ini harus diterjemahkan ke dalam kerja nyata menyelesaikan persoalan sosial. Tantangan utama bangsa saat ini terletak pada pembenahan sektor ekonomi dan kesejahteraan rakyat.
"Tidak terasa, Indonesia telah merdeka selama 81 tahun. Perjuangan kita sekarang adalah mengatasi kemiskinan, pengangguran, dan memastikan pendidikan yang layak bagi anak-anak kita. Semangat kita harus tetap menyala," tegas Gubernur Al Haris.
Ia kembali mengingatkan pentingnya menjaga simbol-simbol kebangsaan sebagai pemersatu di tengah keberagaman. Kebersamaan seluruh elemen menjadi kunci utama dalam merawat kedaulatan bangsa.
"Gebyar Mahardika ini hanya simbol untuk kita semua bagaimana kita tetap menjaga Sang Saka Merah Putih. Kita jaga, kita rawat, dan kita jadikan ini simbol kebersamaan, persatuan, keberagaman, dan juga cinta tanah air," lanjut Al Haris.
Dukungan senada diutarakan Komandan Korem 042/Garuda Putih, Brigadir Jenderal TNI Nyamin, yang menilai aksi ini sangat efektif untuk pembentukan karakter generasi muda. Pihaknya mendukung penuh langkah edukasi sejarah melalui aksi pengibaran bendera ini.
"Gebyar Mahardika Untukmu Negeriku, pemasangan seribu bendera ini adalah untuk menanamkan rasa nasionalisme pada generasi-generasi kita dalam membangun NKRI ini. Kita sudah sampai di usia 81 tahun. Tantangan kita ke depan adalah bagaimana kita mengisi kemerdekaan ini agar ke depannya kita akan lebih maju lagi," ujarnya.
Danrem menjelaskan bahwa Pemprov Jambi juga mengimbau seluruh warga untuk turut mengibarkan bendera di kediaman masing-masing. Langkah tersebut melengkapi aksi utama yang dipusatkan di kawasan Jembatan Gentala Arasy.
"Ini puncaknya. Kita pasang di Jembatan Gentala Arasy ini sebanyak 1.000 bendera terlebih dahulu. Target kita 10.000 bendera, sisanya akan dipasang secara bertahap," jelas Danrem. ***
BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com