Gubernur Jambi Pimpin Upacara Ganda di Bungo, Perkuat Otonomi Daerah dan Mutu Pendidikan

Gubernur Jambi, Al Haris, menjadi inspektur upacara peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXX, dan Hari Pendidikan Nasional 2026 tingkat Provinsi Jambi, di Lapangan Kantor Bupati Bungo.

Reporter: SW | Editor: Admin
Gubernur Jambi Pimpin Upacara Ganda di Bungo, Perkuat Otonomi Daerah dan Mutu Pendidikan
Gubernur Jambi, Al Haris, menjadi inspektur upacara peringatan Hari Otonomi Daerah dan Hari Pendidikan Nasional, di Lapangan Kantor Bupati Bungo, Senin | foto : erit sutriedi

INFOJAMBI.COMGubernur Jambi, Al Haris, bertindak sebagai inspektur upacara pada peringatan Hari Otonomi Daerah (Otoda) ke-XXX, dan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 tingkat Provinsi Jambi. 

Upacara dipusatkan di Lapangan Dalam Kantor Bupati Bungo, Senin (4/5/2026), dihadiri Sekda Provinsi Jambi Sudirman, para kepala OPD Pemprov Jambi, Wakil Bupati Bungo Tri Wahyu Hidayat, Wali Kota Jambi Maulana, serta Sekda Bungo Donny Iskandar.

Baca Juga: Haris - Khafid Semarakkan Puncak HKN ke-52

Al Haris menegaskan, otonomi daerah merupakan instrumen vital dalam memeratakan pembangunan dan  mengoptimalkan kualitas pelayanan publik di daerah. Pendidikan sebagai fondasi utama menentukan arah kemajuan pembangunan bangsa di masa depan.

Upacara tahun ini mengusung tema otonomi daerah "Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita" sebagai penyemangat kolaborasi pusat dan daerah. 

Baca Juga: Pemprov Diminta Cepat Perbaiki Jalan Putus Depan Kodim

Pada upacara ini Al Haris membacakan pidato tertulis Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, serta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof Abdul Mu'ti.

Mendagri Tito Karnavian memberi apresiasi kepada jajaran pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat atas kontribusinya pada pelaksanaan otonomi. Semangat partisipasi aktif disebut sebagai pilar utama menciptakan tata kelola pemerintahan yang responsif dan akuntabel.

Baca Juga: Al Haris Lantik Pengurus HMPM Padang

“Semangat kolaborasi dan partisipasi aktif dari berbagai pihak inilah yang menjadi pilar utama dalam memperkuat tata kelola pemerintahan daerah yang responsif, transparan, dan akuntabel,” tulis Mendagri dalam pidatonya.

Otonomi daerah juga dimaknai sebagai momentum memperkokoh komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui kemandirian dan tanggung jawab, setiap daerah diharapkan mampu mengelola potensi lokal guna mewujudkan visi besar Asta Cita secara kolektif.

“Peringatan Hari Otonomi Daerah merupakan momentum bagi semua untuk memperkokoh komitmen dan peran semua dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Otonomi daerah adalah instrumen dalam mempercepat pemerataan pembangunan, memperkuat pelayanan publik, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Indonesia,” kata Mendagri.

Sinergi yang kuat antara pusat dan daerah menjadi syarat mutlak, agar tujuan pembangunan nasional tercapai optimal tanpa hambatan koordinasi. Pemerintah daerah juga didesak terus melakukan transformasi birokrasi yang berorientasi pada hasil nyata melalui digitalisasi pelayanan.

“Birokrasi tidak lagi hanya berorientasi pada penyerapan anggaran, tetapi harus mampu memberikan hasil dan dampak nyata bagi masyarakat,” tegas Mendagri.

Al Haris kemudian mengajak seluruh jajaran pemerintahan di Jambi untuk menjadi motor penggerak sinergi pembangunan berkelanjutan. Ia optimistis kerja sama yang solid akan membuat otonomi daerah semakin mampu meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat luas.

Beralih pada amanat Hardiknas, Mendikdasmen Prof Abdul Mu'ti menekankan perbaikan bangsa harus dimulai dari kualitas interaksi di dalam ruang kelas. Pendidikan memegang peran paling vital dalam mencerdaskan kehidupan sekaligus membentuk karakter kuat generasi penerus bangsa.

"Jika hendak memajukan bangsa, perbaiki pendidikan. Jika hendak memperbaiki pendidikan, perbaikilah mulai dari dalam kelas," ujar Prof Abdul Mu'ti dalam sambutan yang dibacakan Al Haris.

Pemerintah melalui Kementerian Dikdasmen telah meletakkan fondasi mutu pendidikan melalui revitalisasi satuan pendidikan dan percepatan digitalisasi di puluhan ribu sekolah. Langkah ini diambil agar lingkungan belajar di Indonesia menjadi lebih layak serta adaptif terhadap kemajuan teknologi global.

Peningkatan mutu pendidikan ditegaskan tidak akan tercapai tanpa adanya perubahan pola pikir, mental yang kuat, serta misi yang lurus dari para pelaksana. Tanpa ketiga unsur tersebut, kebijakan pendidikan dikhawatirkan hanya akan berakhir sebagai formalitas angka kuantitatif tanpa dampak bermartabat.

"Mari perkuat kerja sama mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua menuju Indonesia yang cerdas, maju, dan bermartabat," tutup Mendikdasmen dalam pidatonya.

Seusai upacara, Al Haris menyatakan keinginannya agar para guru dan ASN di pelosok daerah ikut merasakan kobaran semangat pendidikan dan otonomi daerah. Keberlanjutan pembangunan sangat bergantung pada bagaimana generasi sekarang melanjutkan estafet perjuangan para tokoh pendahulu.

“Keberlanjutan pembangunan sangat bergantung pada bagaimana generasi saat ini melanjutkan perjuangan para tokoh terdahulu, baik di bidang pendidikan maupun pemerintahan daerah,” ungkap Al Haris.

Al Haris menambahkan, semangat kabinet pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo harus disambut dengan penguatan sistem di daerah. Semua lembaga harus padu mengawal program pembangunan, agar Indonesia tetap kokoh di tengah kondisi ekonomi global yang sedang tidak menentu.

“Kita di daerah harus menyemangatinya, memperkuat semua sistem, semua lembaga, ini harus saling satu padu mengawal program-program di daerah. Supaya daerah kita semakin maju ke depannya, semakin maju di tengah kondisi global yang kurang baik. Indonesia tetap kokoh dan terus maju untuk masyarakat,” imbuhnya.

Terkait kesejahteraan guru, Al Haris mengungkapkan, saat ini sedang dilakukan pengaturan pola penghasilan tambahan selain gaji dan sertifikasi. Perhatian khusus diberikan kepada guru paruh waktu melalui rencana pemberian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), serta evaluasi upah per jam mengajar.

“Nah kita juga sedang mengatur untuk guru paruh waktu ini, kita berikan pada mereka TPP, ini yang kita atur besarnya berapa TPP itu. Karena ada juga guru kita yang belum sertifikasi, artinya mereka masih mengandalkan daripada gaji yang diterima,” jelas Al Haris.

Kajian sedang dilakukan agar jumlah uang yang diterima guru per jamnya dapat ditambah sehingga setiap bulan mereka menerima penghasilan yang lebih layak. Langkah ini diambil pemerintah provinsi sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para pendidik yang belum memiliki sertifikasi namun tetap mengabdi.

Dalam rangkaian acara tersebut, Gubernur Jambi menyerahkan berbagai piagam penghargaan kepada mahasiswa, pelajar, dan guru berprestasi di Kabupaten Bungo. Penghargaan ini merupakan bentuk motivasi bagi insan pendidikan untuk terus berinovasi dan mengharumkan nama daerah.

Acara semakin semarak dengan kehadiran ASN Kabupaten Bungo, para camat, serta perwakilan mahasiswa dan pelajar yang memenuhi lapangan upacara. Seluruh undangan dari berbagai elemen tokoh masyarakat Kabupaten Bungo juga tampak hadir mengikuti jalannya prosesi hingga selesai. ***

BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com

Berita Terkait

Berita Lainnya