INFOJAMBI.COM — Gubernur Jambi, Al Haris, menegaskan bahwa eksistensi dan peran pondok pesantren (ponpes) sama sekali tidak bisa digantikan oleh institusi lain dalam membentuk akhlak serta pengetahuan keagamaan generasi muda.
Atas kontribusi besar tersebut, Pemerintah Provinsi Jambi melayangkan apresiasi setinggi-tingginya kepada segenap pengasuh dan tenaga pendidik di Pondok Pesantren Irsyadul Ibad, Kabupaten Batang Hari.
Baca Juga: Haris - Khafid Semarakkan Puncak HKN ke-52
Penegasan itu disampaikan Al Haris pada Haul ke-1 Almaghfurlah Abah KH M Rouyani Jamil, dirangkai dengan Haflah Akhirussanah, di kompleks Pondok Pesantren Irsyadul Ibad, Jalan Jambi - Muara Bulian, Simpang Kubu Kandang, Pemayung, Batang Hari, Kamis (4/6/2026).
Gubernur Jambi menyampaikan rasa syukur mendalam bisa hadir di acara yang penuh berkah tersebut. Ia memuji kiprah panjang lembaga pendidikan Islam ini yang dinilai konsisten mencetak generasi penerus berakhlak mulia sekaligus berilmu tinggi.
Baca Juga: Pemprov Diminta Cepat Perbaiki Jalan Putus Depan Kodim
Ponpes Irsyadul Ibad berdiri sejak 2003, dan kini menginjak usia kematangan 23 tahun. Rentang waktu panjang tersebut menjadi bukti sahih atas keberhasilan ponpes melahirkan banyak alumni yang kini tersebar menjadi kiai, ulama, hingga pejabat publik.
“Di usia 23 tahun pasti sudah banyak alumni berhasil lulus dari sini, ada yang menjadi kiai, ulama, bahkan pejabat. Pemprov Jambi menyampaikan penghargaan sebesar-besarnya atas dedikasi pengasuh dan para guru pesantren yang telah mendidik dan mencerdaskan anak-anak Jambi,” ujar Al Haris.
Baca Juga: Al Haris Lantik Pengurus HMPM Padang
Al Haris mengakui, jajaran birokrasi di tingkat provinsi merasa sangat terbantu dengan kehadiran institusi pendidikan berbasis Islam ini. Tanpa adanya jaring pendidikan pesantren, dikhawatirkan dekadensi moral mudah merusak masa depan generasi muda.
“Kami sangat terbantu sekali. Jika tidak ada peran pondok pesantren, bayangkan anak-anak kita ini tidak memiliki akhlak yang mulia dan ilmu-ilmu kitab yang luar biasa,” ujarnya.
Al Haris juga melayangkan doa tulus bagi almarhum Almaghfurlah Abah KH M Rouyani Jamil. Ia memohon kepada Sang Pencipta agar kubur almarhum dilapangkan serta dijadikan bagian dari taman-taman surga.
Al Haris menaruh rasa hormat atas semangat tinggi para kiai dan ulama di Jambi yang terus menyemarakkan syiar keagamaan lewat pendirian pesantren. Ia juga mengakui adanya keterbatasan ruang anggaran pemerintah daerah dalam memberi intervensi bantuan secara penuh kepada seluruh pesantren.
Faktor pembatas tersebut dikarenakan populasi jumlah pondok pesantren di Provinsi Jambi sangat banyak. Meski dihadapkan pada keterbatasan dana, Al Haris berjanji pemprov akan terus konsisten menjalankan program pembinaan, meski belum maksimal.
“Kami mohon maaf jika pemerintah belum banyak memperhatikan pondok-pondok ini karena keterbatasan dana. Namun kami akan terus membina,” katanya.
Al Haris berharap kebaikan dan keberkahan kolektif senantiasa mengalir bagi masyarakat Jambi, khususnya para ustaz dan ustazah. Ia memohon Allah selalu memberikan rahmat dan hidayah kepada semua, khususnya para guru pesantren yang luar biasa dedikasinya.
Pengasuh Pondok Pesantren Irsyadul Ibad, Agus Mudjahid Royhidin, menyampaikan terima kasih sekaligus permohonan maaf kepada seluruh hadirin yang memadati lokasi acara sejak pagi hingga siang hari.
“Ucapan terima kasih ditujukan khususnya kepada para masyayikh, kiai, kaum muslimin dan muslimat, serta kepada Bapak Gubernur Jambi yang berkenan hadir,” ucapnya ramah.
Agus menyampaikan penghargaan dan doa agar kehadiran para tamu istimewa, termasuk para guru besar, seperti Syekhina Abu Yagyaji Muhammad Taifur Muwardi dan Syed Muhammad, dicatat sebagai amal kebaikan.
“Kehadiran para ulama ini menjadi bukti nyata atas besarnya rasa kecintaan para santri kepada sang guru,” ungkapnya.
Melalui haul perdana ini, Agus berharap arwah almarhum Abah diberikan kebahagiaan di alam barzakh, serta mendapatkan pengampunan yang luas. Segala dedikasi dan amal baik yang ditanam almarhum semasa hidup diharap diterima sepenuhnya oleh Allah SWT.
Pada kesempatan ini, Gubernur Jambi juga menyerahkan bantuan uang tunai secara simbolis dari Pemerintah Provinsi Jambi sebesar Rp20 juta.
Sebagai penutup rangkaian acara, para santri dan wali murid disuguhkan siraman rohani, berupa tausiah keagamaan. Khotbah ilmiah disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Dahrul Rahma Jakarta, sekaligus Ketua MUI DKI Jakarta, Muhammad Faiz Syukron Makmun. ***
BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com