Waspada Infiltrasi Radikalisme dan Terorisme, Belasan Ribu Pelajar Jambi Deklarasi Akbar

Deklarasi siswa-siswi di Jambi menolak paham radikal, terorisme, dan perundungan, di GOR Kota Baru, Kamis.

Reporter: DRF | Editor: Admin
Waspada Infiltrasi Radikalisme dan Terorisme, Belasan Ribu Pelajar Jambi Deklarasi Akbar
Gubernur Jambi memimpin deklarasi siswa-siswi di Jambi menolak paham radikal, terorisme, dan perundungan, di GOR Kota Baru, Kamis | foto : harus al rasyid

INFOJAMBI.COM — Ancaman penyebaran paham radikal dan terorisme di kalangan generasi muda menjadi sorotan utama dalam pertemuan besar belasan ribu pelajar, di GOR Kota Baru, Jambi, Kamis (7/5/2026). 

Seluruh siswa SMA, SMK, hingga SMP se-Provinsi Jambi berkumpul menyatakan sikap tegas melawan pengaruh ideologi berbahaya tersebut.

Kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk membentengi dunia pendidikan dari ancaman intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme ( IRET). 

Baca Juga: Haris - Khafid Semarakkan Puncak HKN ke-52

Deklarasi ini juga menyoroti bahaya komunitas menyimpang True Crime Community (TCC), serta aksi perundungan di sekolah.

Gubernur Jambi, Al Haris, memimpin jalannya deklarasi, didampingi Kapolda Jambi Inspektur Jenderal Krisno Halomoan Siregar, Kasatgaswil Densus 88 AT Polri Komisaris Besar Beri Diatra serta Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi M Umar My.

Baca Juga: Pemprov Diminta Cepat Perbaiki Jalan Putus Depan Kodim

Al Haris menegaskan, kaum muda harus memiliki imunitas mental agar tidak mudah terjerumus ke dalam lubang radikalisme. Institusi pendidikan harus menjadi kawah candradimuka bagi pembentukan karakter anak bangsa yang berjiwa toleransi tinggi.

“Generasi muda Jambi harus menjadi benteng persatuan, bukan korban pengaruh radikalisme, kekerasan maupun pergaulan yang merusak masa depan. Sekolah harus menjadi tempat lahirnya karakter, toleransi dan semangat kebangsaan,” ujar Al Haris.

Baca Juga: Al Haris Lantik Pengurus HMPM Padang

Al Haris juga menyinggung fakta lapangan mengenai adanya pelajar yang mulai menunjukkan ketertarikan pada komunitas gelap seperti TCC. Ini sangat berisiko memicu perilaku menyimpang dan kekerasan yang merusak tatanan sosial di lingkungan sekolah.

Ia minta para siswa menjauhkan diri dari jeratan narkotika dan paham terorisme, karena dapat mematikan potensi masa depan mereka. Ia mengingatkan, keberlangsungan bangsa Indonesia di masa depan berada sepenuhnya di tangan para pelajar saat ini.

“Kalian harus jadi anak-anak yang cinta Indonesia dan Tanah Air. Tidak boleh ada yang anti terhadap NKRI, karena kalian aset bangsa yang sangat berharga,” pesan Al Haris di hadapan massa pelajar.

Al Haris memaparkan, era digital membawa tantangan yang jauh lebih kompleks bagi ketahanan mental para remaja. Filter terhadap konten-konten negatif harus diperkuat, agar pengaruh buruk dari dunia maya tidak merusak pola pikir siswa.

“Kita harus tolak intoleransi, radikalisme, ekstremisme dan terorisme. Hindari bullying di sekolah, jangan sampai salah pergaulan,” kata Al Haris mengingatkan.

Kapolda Jambi, Krisno Halomoan Siregar menyatakan, ancaman ideologi terorisme kini berevolusi ke dalam bentuk yang sangat halus. Media sosial dan platform hiburan digital menjadi pintu masuk utama penyebaran paham radikal yang sulit dideteksi secara fisik.

“Ancaman sekarang tidak lagi konvensional. Pengaruh radikalisme masuk melalui media sosial, game online, bahkan ruang digital yang setiap hari diakses anak-anak,” ungkap jenderal bintang dua itu.

Krisno mengungkap data nasional yang mencatat sedikitnya 116 anak di Indonesia terpapar paham radikal melalui media digital. Salah satu fakta yang mencengangkan, penyusupan doktrin melalui platform permainan populer, seperti Roblox.

Kejadian tragis, seperti peristiwa bom Surabaya yang melibatkan satu keluarga utuh, jadi pengingat pahit bagi seluruh pihak yang hadir. Itu membuktikan siapa pun, termasuk anak-anak, bisa dicuci otaknya menjadi martir aksi terorisme jika tanpa pengawasan.

“Ini menjadi alarm bagi kita semua bahwa anak-anak bisa menjadi sasaran bahkan pelaku apabila tidak mendapatkan pengawasan dan pembinaan yang tepat,” ujar Krisno memberi peringatan.

Deklarasi dimeriahkan dengan berbagai penampilan kreativitas siswa yang mengusung pesan damai dan persatuan. Pemerintah berharap kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan menjadi janji setia para pelajar untuk menjaga keutuhan NKRI.

Diharapkan, kesadaran kolektif yang dibangun melalui deklarasi ini mampu memutus rantai perundungan dan penyebaran paham kekerasan di sekolah. 

Melalui kolaborasi seluruh instansi, lingkungan pendidikan di Jambi diharapkan bersih dari pengaruh radikalisme dan terorisme. ***

 

BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com

Berita Terkait

Berita Lainnya