Kampung Pangan Terpadu, Menyemai Asa dari Buluran Kenali

Pencanangan Kampung Pangan Terpadu di Kelurahan Buluran Kenali, Telanaipura, Kota Jambi, Rabu.

Reporter: BB | Editor: Admin
Kampung Pangan Terpadu, Menyemai Asa dari Buluran Kenali
Pencanangan Kampung Pangan Terpadu di Kelurahan Buluran Kenali, Telanaipura, Kota Jambi, Rabu | foto : erit sutriedi

INFOJAMBI.COM — Hamparan tanah Kelurahan Buluran Kenali, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, terdengar riuh, Rabu, 7 Oktober 2026. Angin lembut membawa aroma tanah basah saat benih-benih baru siap ditanam. 

Di tempat itu, Badan Karantina Indonesia (Barantin) bersama Pemerintah Provinsi Jambi melangkah bersama, membangun Kampung Pangan Terpadu. Langkah awal kawasan agrowisata ini ditandai lewat penyerahan bantuan secara langsung. 

Baca Juga: Haris - Khafid Semarakkan Puncak HKN ke-52

Sebanyak 50 kilogram benih kacang koro, 30.000 ekor benih ikan nila, dan 360 bibit pohon diserahkan kepada warga. Pengembangan kacang koro menjadi perhatian utama dalam memperkuat pemanfaatan komoditas pangan lokal. 

Kampung Pangan Terpadu hadir untuk mengembangkan potensi daerah, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Baca Juga: Pemprov Diminta Cepat Perbaiki Jalan Putus Depan Kodim

Sekretaris Utama Badan Karantina Indonesia, Shahandra Hanitiyo, menegaskan pentingnya momentum ini. Program tersebut dirancang agar menjadi ruang produksi, tempat edukasi, sekaligus pusat inovasi pangan.

“Hari ini kita tidak hanya mencanangkan sebuah kawasan, namun juga mencanangkan sebuah harapan untuk memperkuat ketahanan pangan, mengembangkan potensi daerah, dan meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga: Al Haris Lantik Pengurus HMPM Padang

Dukungan mengalir dari pelbagai lembaga. Benih ikan nila hadir berkat kerja sama dengan Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Sungai Gelam. Sementara, 360 bibit pohon dipasok oleh Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Batanghari.

Keamanan bibit dan benih terjamin sepenuhnya. Seluruh bantuan telah melalui pemeriksaan dan pengujian laboratorium karantina, serta dinyatakan bebas dari hama maupun penyakit ikan dan tumbuhan.

Masyarakat menyambut baik konsep terpadu yang memadukan berbagai unsur kehidupan desa. Tanaman, ikan, ternak, dan kelestarian lingkungan dirangkai dalam satu kawasan terintegrasi.

“Kami berharap kawasan ini dapat menjadi ruang produksi sekaligus edukasi dan inovasi pangan bagi masyarakat dan generasi muda,” kata Shahandra.

Pengembangan kawasan ini melibatkan banyak pihak. Barantin menggandeng Pemerintah Provinsi Jambi, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), PAPTAKI, hingga kelompok tani lokal.

Gubernur Jambi, Al Haris, mengapresiasi tinggi kolaborasi lintas sektor tersebut. Ia berharap kawasan ini mampu mengoptimalkan potensi daerah dan memberi manfaat nyata bagi warga.

Dukungan serupa datang dari HKTI Jambi dan PAPTAKI. Kedua organisasi ini mendorong pengembangan kacang koro sebagai komoditas alternatif yang menjanjikan.

Acara ditutup dengan aksi penanaman bersama di lahan yang telah disiapkan. Momen ini menjadi simbol komitmen menjaga kelestarian lingkungan dan memperkuat ketahanan pangan.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian menuju Hari Karantina Indonesia ke-149 dan HUT ke-3 Badan Karantina Indonesia. Melalui langkah nyata ini, perlindungan sumber daya hayati berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi warga. ***

BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com

Berita Terkait

Berita Lainnya