INFOJAMBI.COM — Dalam upaya mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu naik kelas dan bersaing di pasar lebih luas, SKK Migas - PetroChina International Jabung Ltd bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) menggelar pelatihan untuk UMKM yang ada di Tanjung Jabung Barat.
Kegiatan pelatihan yang bertempat di Aula Hotel Grand Ar-Riyad, Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat ini dibuka langsung oleh Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs H Anwar Sadat M.Ag, Selasa (9/6/2026).
Baca Juga: SKK Migas – PetroChina Raih CSR Award 2016
Dalam sambutannya, Bupati Anwar Sadat menegaskan bahwa di tengah sengitnya persaingan antara pasar konvensional dan digital, peningkatan kompetensi melalui pelatihan ini menjadi sangat krusial. Produk yang dihasilkan harus menjadi produk andalan yang mampu bersaing, baik di tingkat provinsi maupun nasional.
"Kita ingin pelatihan ini menghasilkan produk yang diandalkan dan mampu bersaing di tingkat provinsi maupun nasional. Saya berharap produk yang dihasilkan benar-benar bersumber dari potensi lokal yang kita miliki," ujarnya.
Government and Relation Superintendent PetroChina International Jabung Ltd, Lasno mengatakan, PetroChina International Jabung Ltd hadir di Kabupaten Tanjung Jabung Barat bukan hanya sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang cuma bergerak di sektor hulu minyak dan gas bumi di bawah pengawasan SKK Migas. Lebih dari itu, PetroChina juga bagian tak terpisahkan dari masyarakat Tanjung Jabung Barat.
Baca Juga: Wagub Harap Kerjasama dengan SKK Migas Semakin Baik
"Sebagai KKKS, kami memiliki komitmen moral dan tanggung jawab sosial yang kuat untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di sekitar wilayah operasi kami. Melalui Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM), khususnya pada pilar ekonomi, kami percaya bahwa investasi sosial terbaik adalah investasi yang mampu membangun kapasitas manusianya, agar tercipta kemandirian yang berkelanjutan," ucapnya.
Anwar Sadat menyebutkan, sinergi yang disaksikan ini bukanlah sebuah program instan yang berdiri sendiri. Agenda ini adalah buah dari konsistensi PetroChina International Jabung dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di bidang UMKM.
Baca Juga: 500 Anak SD se-Tanjabtim Dapat Lagi Bantuan PetroChina
Lasno menegaskan hal yang perlu disampaikan kepada Bupati dan seluruh hadirin, bahwa pada program-program sebelumnya yang telah berjalan selama 3 tahun berturut-turut, kolaborasi antara PetroChina dan Diskopperindag Tanjabbar berhasil melahirkan dan menetaskan UMKM-UMKM tangguh yang memiliki produk berkualitas tinggi serta berdaya saing di pasar.
"Keberhasilan puluhan UMKM terdahulu dicapai karena mereka ditempa melalui rangkaian pembinaan yang komprehensif, terstruktur, dan tuntas. Mereka tidak hanya diajarkan satu aspek, melainkan diawali dari pelatihan peningkatan mutu produk, dilanjutkan pelatihan dan bantuan desain kemasan, hingga pelatihan pemasaran taktis, termasuk penerapan digital marketing berbasis teknologi Artificial Intelligence (AI)," ungkapnya.
Lebih lanjut Lasno memaparkan status kepesertaan mereka di Fase 1 telah dinyatakan selesai dan bersifat final, karena mereka telah mampu berjalan mandiri. Melihat keberhasilan dan dampak nyata dari fondasi yang telah terbentuk selama 3 tahun tersebut, pada tahun ini PetroChina berkomitmen mereplikasi dan meng-create kembali program yang sukses ini ke dalam Sesi Baru.
"Sesi baru ini secara khusus menjaring 25 pelaku UMKM baru dengan produk-produk baru yang potensial. Kami sengaja merancang tahapan program yang sama persis, dimulai dari mutu produk hari ini, kemasan, hingga nanti ke digitalisasi marketing, dengan satu target akhir yang jelas, yaitu membawa bapak dan ibu sekalian mencapai titik kemandirian ekonomi," harapnya.
Lasno juga mengatakan bahwa PetroChina sangat fokus pada sektor UMKM, karena mereka tahu sektor ini tulang punggung ekonomi daerah. Intervensi yang dilakukan melalui pelatihan mutu produk ini tidak hanya akan membawa dampak langsung berupa peningkatan pendapatan bagi masing-masing keluarga pelaku UMKM. Lebih jauh dari itu, program ini dirancang untuk menciptakan multiplier-effect (efek domino) yang luas bagi Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
"Ketika mutu produk bapak-ibu meningkat, permintaan pasar akan naik. Ketika permintaan naik, bapak-ibu akan menyerap bahan baku lokal lebih banyak, melibatkan tetangga dan tenaga kerja sekitar, memutar roda ekonomi di tingkat desa dan kecamatan, hingga akhirnya berkontribusi nyata pada penurunan angka kemiskinan dan penguatan daya saing daerah. Inilah esensi sejati dari pengembangan ekonomi berkelanjutan yang kita cita-citakan bersama," paparnya.
Oleh karena itu, kepada 25 peserta baru, Lasno berpesan, manfaatkanlah kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Anggaplah pelatihan 2 hari ini sebagai gerbang awal perjalanan panjang menuju kesuksesan yang lebih besar.
"Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada Bupati Tanjung Jabung Barat atas dukungannya yang luar biasa, serta Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan beserta seluruh jajaran yang telah bekerja keras memfasilitasi seleksi dan persiapan program kolaboratif ini," tutur Lasno.
Turut hadir pada kegiatan ini Government and Relation Superintendent Lasno dan CSR Specialist Rina Putri, Bupati Tanjung Jabung Barat Anwar Sadat, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Tanjabbar, para narasumber dan instruktur ahli, serta puluhan pelaku UMKM utusan berbagai kecamatan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, serta undangan lainnya. ***
BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com