Catatan : Mursyid Y Sonsang, Pendiri/ Pembina JMSI dan Alumni Lemhannas PPSA 18 dari Tiongkok
Perjalanan dengan jadual padat dan pindah dari satu kota ke kota lain dengan berbagai alat transportasi mengasikkan dan melelahkan. Tapi itu terobati dengan berbagai pengalaman dan tingkah laku nyeleneh para delegasi JMSI yang melakukan kunjungan muhibah ke Tiongkok dari tanggal 12 - 17 Juli 2026.
Baca Juga: Pantun yang Membawa JMSI Bermuhibah ke Negeri Tiongkok.
Sebut saja Dinda Julius, anak muda ini menjabat Ketua JMSI Kalteng. Selama perjalanan hobbynya foto memoto. Tangannya lincah melakukan selvi dengan handphone Samsungnya. Banyak terciduk selvi dengan para pendamping dari ACJA khusus wanita. Salah satunya dengan Phang Zu, pendamping dari Heinan. Dia seperti bintang film mini seri Cina yang begitu favorite di Indonesia. Profesi Phang Zu sebagai presenter sebuah televisi di Heinan.
Saking bangganya Julius ini, yang selama di Tiongkok mengubah panggilannya J Dragon memasang foto berdua dengan Phang Zu di story Wanya. Nyaris terjadi perang Teluk dengan keluarganya. Yang setiap detik memonitor gerakan tanpa bola Julius selama di Tiongkok.
Baca Juga: Dari Jambi ke Panggung Dunia, Mursyid Hadiri Forum Wartawan Terbesar di Tiongkok
Lain lagi dengan Kanda Novriwan, Ketua JMSI Lampung ini. Mantan aktivis HMI ini selalu dapat musibah kecil kecilan. Sewaktu pemeriksaan imigrasi dari Bandara Kunming ke Heinan. Entah kenapa petugas menyuruh membuka sepatunya. Padahal sudah beberapa kali melewati imigrasi awal berangkat dari Jakarta.
Beliau menduga sepatu itu sudah beberapa hari dipakai tanpa kaus. Mungkin masalah bau sedikit berubah. Tapi itu tidak mungkin, karena petugas imigrasi di Bandara Kunming yang memakai alat detektor logam, tidak mungkin alat itu berbunyi karena bau.
Usut punya usut, setelah petugas memeriksa sepatu itu, tidak ada masalah. Petugaspun pusing, dedektor berbunyi. Tidak ditemukan benda mencurigakan di sepatu Kanda Novriwan yang rajin shalat lima waktu itu.
Dalam perjalanan, jadi bahan diskusi alot dan sedikit candaan masalah sepatu itu. Beberapa analisa tidak bisa menjawabnya. Hingga akhir kami sampai di tanah air.
Lain lagi Ketua Bidang Luar Negeri JMSI, Mas Yopie. Sesuai jabatannya dia sering ke luar negeri. Salah satunya ke Slicon Valey di Virginia, Amerika dan Slicon Valey di China di Kota Shenzhen.
Di kedua lokasi ini teknologi informasi sangat maju. Salah satunya pengunaan AI. Karena terpengaruh dengan kata kata Slicon Valey yang selalu diucapkan Mas Yovie.
Kami kerancingan mengolah dan "merancak merancakkan" foto dengan teknologi AI. Foto foto itu jadi bahan ketawa yang tidak putus putus. Masak bisa berfoto dengan Jinping. Kalau dengan Phang Zu sangat mudahlah itu.
Tapi yakinlah foto foto yang kami publish di medsos, betul betul asli kami memang berpetualang di China selama seminggu. Kalau agak gagah dikit, itu dipoles dengan teknologi Slicon Valey.
Soalnyo ada teman saya di Jambi. Ngak enak sebut namanya. Medsosnya dibanjiri poto poto AI sedang main ski di Alpenlah, baru turun dari mobil Alphard lah, liburan ke Jepang lah, poto di menara Eifellah. Saya tahu betul pasport saja tidak punya...
Jadi kata kata bijak hari ini, jangan percaya poto poto di medsos liburan ke luar negeri. Apalagi sampai ketahap ber love love pulak...( Bersambung)
BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com