INFOJAMBI.COM — Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni menegaskan, penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi harus dilakukan secara cepat, terpadu, serta berkelanjutan.
Penekanan itu disampaikannya saat meninjau penanganan karhutla di Desa Pandan Sejahtera, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Selasa (25/8/2026).
Baca Juga: Security Hiburan Malam Rampas Identiitas Wartawan
Langkah pencegahan dan kesiapsiagaan dinilai menjadi prioritas utama, agar potensi titik api tidak terus membesar.
Kedatangan Raja Juli Antoni disambut oleh Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani, didampingi Wakil Bupati Tanjabtim, Muslimin Tanja, serta jajaran forkopimda setempat.
Baca Juga: Hidup Makin Susah, Ibu Rumahtangga Jual Shabu
Dalam kunjungan Menteri Kehutanan ini pemerintah daerah memaparkan gambaran kondisi geografis kawasan Tanjabtim. Sebagian besar wilayahnya didominasi ekosistem lahan gambut yang cukup luas.
Luas area gambut di Tanjabtim mencapai 311.992,10 hektare, atau berkisar 62,98 persen. Sebagian kawasan gambut dimanfaatkan masyarakat dan pengusaha untuk areal perkebunan kelapa sawit.
Baca Juga: Polda Jambi Terima Penghargaan dari Kabaharkam
Pemerintah Kabupaten Tanjabtim bersama tim gabungan selalu siap merespons setiap potensi ancaman kebakaran. Langkah penanganan langsung dijalankan demi memutus penyebaran titik api.
Raja Juli Antoni memberi apresiasi atas kesiapsiagaan seluruh jajaran petugas pemadam di lapangan. Apresiasi ditujukan kepada Pemkab Tanjabtim, BPBD, Manggala Agni, MPA, hingga personel TNI dan Polri.
Kerja sama yang solid antarinstansi dinilai menjadi kunci utama mengatasi kebakaran di lahan gambut. Raja Juli Antoni minta upaya pengendalian karhutla tidak menunggu sampai kobaran api membesar.
“Penguatan deteksi dini dan kesiapsiagaan personel harus diperkuat sepanjang waktu secara konsisten. Setiap potensi kebakaran di lapangan perlu direspons secepat mungkin sebelum menjangkau areal lebih luas,” tegasnya.
Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno Halomoan Siregar menyampaikan komitmennya melalui Kabid Humas Kombes Pol Erlan Munaji. Kapolda Jambi siap memperkuat sinergi bersama seluruh pemangku kepentingan dalam penanggulangan karhutla.
“Karhutla merupakan persoalan bersama yang membutuhkan respons cepat dan kerja sama seluruh pihak. Polda Jambi bersama TNI, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, MPA, dunia usaha dan masyarakat terus memperkuat langkah pencegahan, deteksi dini hingga penanganan di lapangan,” ujar Erlan.
Kehadiran jajaran pejabat di lokasi membuktikan keseriusan bersama dalam menanggulangi ancaman kebakaran. Komitmen tersebut diperlukan untuk memastikan seluruh kejadian kebakaran dapat ditangani secepatnya.
Kepolisian juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tidak membuka lahan menggunakan cara membakar. Warga diminta segera melapor ke posko terdekat jika menemukan titik api di lingkungan mereka.
“Kami juga mengingatkan masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apapun. Apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi menimbulkan karhutla, segera laporkan ke petugas agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin,” tegas Erlan.
Selain pemadaman di lapangan, tindakan hukum tegas tetap disiapkan bagi pihak yang melanggar aturan. Langkah penegakan hukum berlaku bagi siapa saja yang sengaja atau lalai menyulut kebakaran.
“Penanganan karhutla tidak hanya berhenti pada pemadaman. Apabila dalam proses penyelidikan ditemukan adanya dugaan tindak pidana, tentunya akan dilakukan penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku,” jelas Erlan.
Polda Jambi berjanji akan terus meningkatkan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman kebakaran. Langkah ini dilakukan terutama di kawasan rawan gambut demi menekan dampak buruk bagi lingkungan dan masyarakat. ***
BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com