Selama dipimpin cucu KH M Hasyim Asy’ari itu, Pesantren Tebuireng telah mempunyai 15 cabang di seluruh Indonesia. Lerbih rincinya Pesantren Tebuireng Pusat di Tebuireng, Cukir, Jombang.
Tebuireng II di Jombok, Ngoro, Jombang, Tebuireng III, Hajarun Najah, Indragiri Hilir, Riua, Tebuireng IV, al-Islah Indradiri Hulu, Riau, Tebuireng V, Ciganjur, Jakarta, Tebuireng VI, Binaumma, Cianjur. Tebuireng VII, Miftakhul Khoir, Bolaang Mongonowan Timur, Sulut, Tebuireng VIII, Petir, Serang, Banten. Tebuireng IX, al-Kamal, Sibolangit, Deli Serdang, Sumatra Utara, Tebuireng X, al-Hijaz, Rejang Lebong, Bengkulu, Tebuireng XI di Ambon Maluku. Tebuireng XII, Darul Shalihin, Tulang Bawang Barat, Lampung, Tebuireng XIII di Pandeglang, Banten, Tebuireng XIV, Madani, Bintan, Kepulauan Riau, serta Tebuireng XV di Samarinda, Kalimantan Timur.
Baca Juga: Menteri Agama Tak Maju, Pengasuh Tebuireng Gus Kikin Menguat di Bursa Calon Ketum PBNU
Kiai yang Pengusaha
Pengusaha mapan di bidang minyak dan gas bumi ini adalah pemilik PT Energi Mineral Langgeng (EML), sebuah perusahaan migas nasional yang diberi amanat mengelola South East Madura Block. Wilayah kerja yang dikelola oleh Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) ini meliputi wilayah Sumenep dan Situbondo.
BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com