Penerbangan Jakarta - Bungo Dimulai, Targetkan Pemerataan Ekonomi Jambi

Gubernur Jambi, Al Haris, menyampaikan sambutan pada acara penerbangan perdana Jakarta - Bungo, di Bandar Udara Muara Bungo, Senin.

Reporter: SW | Editor: Admin
Penerbangan Jakarta - Bungo Dimulai, Targetkan Pemerataan Ekonomi Jambi
Gubernur Jambi, Al Haris, menyampaikan sambutan pada acara penerbangan perdana Jakarta - Bungo, di Bandar Udara Muara Bungo, Senin | foto : erit sutriedi

INFOJAMBI.COM — Konektivitas transportasi udara yang menghubungkan Jakarta dan wilayah barat Provinsi Jambi, kini resmi diperkuat melalui ekspansi maskapai komersial. 

Batik Air secara resmi memulai layanan penerbangan perdana untuk rute Jakarta (CGK) - Muara Bungo (BUU).

Baca Juga: Haris - Khafid Semarakkan Puncak HKN ke-52

Gubernur Jambi, Al Haris, hadir langsung di Bandar Udara Muara Bungo, Senin (15/6/2026). Ia menyaksikan pendaratan pertama tersebut. 

Agenda ini menarik perhatian para pejabat teras serta kepala daerah, dari kabupaten tetangga hingga lintas provinsi.

Baca Juga: Pemprov Diminta Cepat Perbaiki Jalan Putus Depan Kodim

Beberapa pimpinan daerah yang tampak hadir, di antaranya Bupati Bungo Dedi Putra, Wakil Bupati Merangin A Khafid Moein, dan Bupati Tebo Agus Rubiyanto. 

Jajaran forkopimda Kabupaten Bungo bersama perwakilan manajemen maskapai serta komunitas aviasi juga ikut memadati ruang tunggu bandara. 

Baca Juga: Al Haris Lantik Pengurus HMPM Padang

Tak ketinggalan, dua anggota DPR RI asal Jambi, Zulfikar Ahmad dan Edi Purwanto, ikut dalam manifes penerbangan perdana itu.

Gubernur Jambi, Al Haris, mengutarakan rasa syukur mendalam, karena impian lama masyarakat Jambi wilayah barat memiliki akses udara langsung kini menjadi kenyataan. 

Langkah strategis ini dinilai menjadi jawaban konkret atas tingginya volume kebutuhan mobilitas penduduk antarpulau.

"Gambaran demografis menunjukkan, wilayah barat memiliki jumlah penduduk yang signifikan, sehingga akses transportasi yang baik sangat dibutuhkan,” katanya. 

Kehadiran Bandara Muara Bungo diharapkan menjadi pemicu pemerataan pembangunan antara wilayah barat dan timur Provinsi Jambi.

Pemerintah Provinsi Jambi juga tengah bersiap mengeksekusi sejumlah proyek cetak biru pengembangan fasilitas darat di area bandara kualifikasi domestik ini. 

Beberapa rancangan di antaranya mencakup konstruksi gedung terminal VIP, dan ruang rapat khusus untuk penyambutan tamu kenegaraan.

Selain itu, Kementerian Perhubungan juga telah memberi lampu hijau, terkait komitmen pembangunan lajur ancang atau taxiway baru. 

Sektor regulasi agraria dipastikan aman, karena ketersediaan lahan milik Pemkab Bungo sangat mencukupi untuk kebutuhan ekspansi ke depan.

Menurut Al Haris, intervensi anggaran pusat terus dikejar, agar ritme kemajuan infrastruktur tidak melulu menumpuk di area Kota Jambi. 

Koordinasi intensif terus dijajaki bersama Kementerian PUPR, demi mengalirkan dana stimulus pembangunan ke wilayah barat.

Pemprov Jambi berharap Kabupaten Bungo segera dinaikkan statusnya menjadi Pusat Kegiatan Nasional (PKN). Dengan menyandang predikat ini, Bungo diyakini mendapat kucuran program strategis setara kota besar.

Gubernur Jambi telah mengirim surat usulan ke Menteri Perhubungan, terkait peningkatan status Bandara Sultan Thaha menjadi bandara internasional. 

Potensi pasar dipandang sangat menjanjikan, mengingat tingginya angka jemaah umroh dan besarnya basis mahasiswa asing di Jambi.

"Kehadiran penerbangan Jakarta – Muara Bungo menjadi awal yang baik. Semoga layanan ini membawa kemudahan bagi masyarakat, mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal, dan membantu mewujudkan Jambi yang lebih seimbang dan maju," pungkas Al Haris.

Bupati Bungo, Dedi Putra, mengajak para undangan bernostalgia mengenang memori masa lalu saat pengadaan kompleks bandara ini. Ia mengapresiasi pondasi awal pembebasan lahan seluas 360 hektare yang dirintis sejak era Bupati Zulfikar Ahmad.

“Dari tanah yang tidak ada, kita beli 360 hektare. Alhamdulillah berprogres terus,” ujar Dedi yang menyampaikan kebahagiaan atas hadirnya maskapai dengan armada modern.

Ia memproyeksikan kehadiran rute premium ini akan mempermudah rantai logistik serta pergerakan ekonomi warga hingga ke area Dhamasraya, Sumatera Barat. 

Letak geografis Bandara Muara Bungo secara riil dikelilingi oleh poros wilayah jangkauan tujuh daerah administratif.

Sektor penyangga terdiri dari enam kabupaten dan satu kota di Jambi, ditambah satu kabupaten dari wilayah provinsi tetangga. 

Kontinuitas jumlah isian penumpang ke depan memerlukan komitmen gotong royong dari seluruh bupati sekitar.

Dedi berterima kasih kepada manajemen Batik Air, atas terealisasinya rute penerbangan Jakarta – Bungo. Momentum emas ini diharap menjadi tonggak awal menjadikan Bungo pintu gerbang transportasi utama di Jambi Barat.

Apresiasi pemerintah pusat didelegasikan melalui Kepala Bagian Humas dan Umum, Endah Purnama Sari, mewakili Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan. 

Pihak kementerian memuji sinergi lintas instansi yang terjalin erat antara pemprov, pemkab, serta unit penyelenggara bandara.

Langkah ini dinilai strategis dalam mempertebal sistem konektivitas logistik nasional, sekaligus memotong durasi tempuh perjalanan dinas maupun bisnis. 

Berada persis di tengah jalur lintas Sumatera, Bungo dipandang sebagai episentrum ekonomi yang melayani area Kerinci, Sungai Penuh, Merangin, Solok Selatan, Tebo, hingga Dhamasraya.

“Berada di jalur tengah Sumatera, Bungo menjadi pusat aktivitas ekonomi yang melayani daerah sekitar. Dengan hadirnya rute ini diharapkan arus orang dan barang antarwilayah semakin lancar, sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan konektivitas antarprovinsi," ungkap Endah.

Direktur Utama Batik Air, Daniel Putu Kunciro, menyatakan penerbangan pertama ini sukses mengangkut total 139 orang penumpang. Pihaknya optimis angka keterisian kursi harian mampu stabil di atas target minimum 125 orang.

Keyakinan bisnis didasarkan pada melimpahnya komoditas alam bernilai tinggi, seperti sektor pariwisata, perkebunan sawit, tambang emas, hingga batu bara di Bungo. 

Namun, pihak maskapai memberi catatan penting, terkait pentingnya perbaikan sistem penanganan bagasi (baggage handling), dan penambahan fasilitas darat demi kelancaran operasional jangka panjang. ***

BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com

Berita Terkait

Berita Lainnya