Satu Anggota Hilang Pascabentrok, Kelompok SAD Ancam Serangan Susulan ke PT SAL

Ketegangan dipicu oleh belum diketahuinya keberadaan seorang warga adat bernama Nyatan, pascabentrok berdarah pada Minggu (12/4/2026).

Reporter: Jefri | Editor: Admin
Satu Anggota Hilang Pascabentrok, Kelompok SAD Ancam Serangan Susulan ke PT SAL
Salah satu rumah yang dibakar massa dalam bentrokan antara warga SAD dan petugas keamanan PT SAL | foto : jefri

INFOJAMBI.COM — Situasi di kawasan operasional PT Sari Aditya Loka (SAL) dilaporkan masih mencekam, menyusul ancaman serangan susulan dari kelompok Suku Anak Dalam ( SAD). 

Ketegangan dipicu oleh belum diketahuinya keberadaan seorang warga adat bernama Nyatan, pascabentrok berdarah pada Minggu (12/4/2026).

Baca Juga: Sepekan Bawa Kabur Anak Gadis, Pemuda SAD Ditangkap

Kelompok SAD menuntut pihak perusahaan dan otoritas terkait segera menemukan anggota mereka yang hilang di area konflik. Hilangnya Nyatan menjadi sumbu baru yang dikhawatirkan memicu kembali aksi kekerasan di wilayah Bukit Suban, Air Hitam.

"Satu anggota belum ditemukan. Mereka menuntut itu. Kemungkinan akan terjadi serangan," ungkap seorang sumber tepercaya pada Senin (13/4/2026).

Baca Juga: Playboy Kubu Itu Akui Lima Kali Setubuhi RY

Insiden ini kelanjutan dari konflik fisik yang melibatkan ratusan warga SAD terhadap fasilitas perusahaan milik Grup Astra tersebut. Kerusuhan sebelumnya mengakibatkan kantor perusahaan diserang, dan sejumlah bangunan perumahan hangus terbakar.

Pemicu utama bentrokan diduga kuat berasal dari ketidaksukaan warga atas penempatan 60 personel satuan pengamanan baru di lokasi tersebut. 

Baca Juga: Kewargaan 168 KK SAD Bathin XXIV Samar-Samar

Para petugas keamanan yang baru bertugas dua hari itu dinilai menjadi pemicu gesekan fisik dengan masyarakat adat setempat.

Dampak dari bentrokan, dua anggota SAD kini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Kolonel Abundjani, Bangko. Kondisi kesehatan mereka terus dipantau, sementara pihak keluarga masih fokus mencari keberadaan Nyatan yang raib saat kerusuhan pecah.

Guna menghindari jatuhnya korban lebih lanjut, puluhan personel pengamanan asal Nusa Tenggara Timur (NTT) itu kini ditarik dari lokasi konflik. Mereka dievakuasi menuju pusat Kabupaten Sarolangun untuk alasan keamanan dan demi meredam amuk massa.

"Sudah dievakuasi ke Sarolangun untuk pengamanan," tambah sumber tersebut menjelaskan kondisi terkini para petugas keamanan.

Pihak manajemen PT SAL II belum memberikan keterangan resmi secara mendetail mengenai langkah mitigasi yang akan diambil. 

Community Development Officer PT SAL II, Ahmad Kartubi, hingga kini sulit dihubungi dengan alasan kendala jaringan komunikasi di wilayah tersebut.

Pesan singkat yang dikirim melalui WhatsApp pun belum mendapatkan respons terkait situasi terkini di lapangan. Hal yang sama terjadi pada upaya konfirmasi kepada pihak berwenang di tingkat daerah.

Kapolres Sarolangun, AKBP Wendi Oktariansyah, sejauh ini belum memberikan jawaban atas pertanyaan yang diajukan awak media. 

Pihak kepolisian diharapkan segera memberikan pernyataan resmi untuk menenangkan suasana yang kian memanas di wilayah hukum mereka.

DPRD dan Pemerintah Kabupaten Sarolangun didesak segera turun tangan memfasilitasi dialog, guna mencari solusi atas tuntutan masyarakat adat. Keterlibatan tokoh adat juga dinilai krusial untuk mencegah terjadinya aksi serangan susulan yang lebih besar.

Sesuai amanat UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, redaksi tetap membuka ruang bagi pihak terkait untuk memberikan klarifikasi. 

Hak Jawab sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (2) dapat dipergunakan oleh para pihak untuk memberikan tanggapan atau regulasi yang relevan.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Pengamanan di titik-titik rawan sekitar perusahaan diharapkan tetap diperketat demi menjamin keselamatan seluruh warga dan karyawan. ***

BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com

Berita Terkait

Berita Lainnya