Targetkan Layanan Air 24 Jam, Pemkot Jambi Tekan Angka Kebocoran Perumda Tirta Mayang

Wali Kota Jambi, Maulana, dan Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, kunjungan kerja ke Kantor Pusat Perumda Tirta Mayang, Kamis.

Reporter: DOD | Editor: Admin
Targetkan Layanan Air 24 Jam, Pemkot Jambi Tekan Angka Kebocoran Perumda Tirta Mayang
Wali Kota Jambi, Maulana, dan Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, kunjungan kerja ke Kantor Pusat Perumda Tirta Mayang, Kamis | foto : dod

INFOJAMBI.COM — Pemerintah Kota Jambi mempertegas komitmennya dalam menjamin hak dasar masyarakat terhadap akses air bersih berkualitas. Wali Kota Jambi, Maulana, melakukan kunjungan kerja strategis ke Kantor Pusat Perumda Tirta Mayang, Kamis kemarin.

Maulana didampingi Wakil Wali Kota, Diza Hazra Aljosha, perdana melakukan kunjungan pasca pelantikan Dewan Direksi Perumda Tirta Mayang periode 2026-2031. Kunjungan bertujuan memastikan performa perusahaan plat merah itu berjalan optimal sebagai bagian dari tanggung jawab pemerintah.

Baca Juga: Apel Perdana, Wawako Tekankan Peningkatan Disiplin ASN Pemkot Jambi

Fokus utama Tirta Mayang ke depan adalah peningkatan layanan air bersih secara maksimal hingga menjangkau 24 jam penuh. Selain itu, Maulana memberikan sorotan tajam terhadap perubahan budaya kerja dalam menangani setiap keluhan pelanggan.

Aparat penyedia layanan diminta bergerak cepat, tanpa menunggu pengaduan masyarakat dan viral di media sosial. Kecepatan merespons masalah di lapangan kini menjadi indikator utama keberhasilan pelayanan publik di Kota Jambi.

Baca Juga: Kegiatan Offroader Memperebutkan Piala Walikota Jambi

"Hal yang perlu kita fokuskan bersama adalah respon terhadap pengaduan masyarakat. Harus ditindaklanjuti segera. Jangan menunggu viral baru bergerak. Ini harus menjadi budaya kerja yang cepat dan tanggap," tegas Maulana di hadapan jajaran direksi.

Data terbaru, Perumda Tirta Mayang saat ini baru melayani sekitar 107 ribu sambungan rumah tangga. Padahal, total potensi pasar di Kota Jambi diperkirakan mencapai lebih dari 250 ribu unit rumah.

Baca Juga: Kunjungan Rutin Wakil Walikota

"Angka ini belum termasuk sektor usaha, seperti hotel, mal, dan restoran, serta pembangunan perumahan baru yang terus berkembang pesat. Ini peluang pasar yang sangat besar yang harus ditangkap PDAM," jelasnya.

Sektor usaha seperti mal, hotel, dan restoran menjadi target perluasan jaringan yang harus segera digarap serius. Maulana mendorong jajaran direksi lebih inovatif membuka pintu bagi investor melalui skema kerja sama strategis.

Tantangan besar lainnya yang menjadi perhatian adalah tingkat kebocoran air yang masih bertengger di angka 35 persen. Angka tersebut dinilai sangat tinggi karena berdampak langsung pada kesehatan keuangan dan pendapatan perusahaan.

"Kalau 35 persen air hilang, artinya tidak menjadi pendapatan. Ini harus kita tekan dengan berbagai upaya, termasuk kolaborasi dengan pihak ketiga untuk perbaikan infrastruktur," tutur Maulana.

Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha menambahkan, rehabilitasi jaringan pipa lama harus dilakukan berkala dan preventif. Perawatan infrastruktur tidak boleh menunggu hingga terjadi kerusakan parah yang merugikan masyarakat luas.

"Perawatan dan perbaikan harus dilakukan secara rutin dan terencana. Jangan sampai masyarakat sudah marah baru kita bertindak," ujar Diza menekankan pentingnya pemeliharaan rutin.

Integrasi teknologi digital dalam sistem pembayaran dan pemantauan distribusi air kini menjadi sebuah keharusan di era modern. Digitalisasi diharapkan mampu memetakan solusi atas perbedaan tekanan air yang sering dikeluhkan warga di berbagai wilayah.

"Pelayanan harus semakin mudah, cepat, dan efisien. Inovasi pelayanan melalui digitalisasi menjadi keharusan agar distribusi air merata dan keluhan terkait perbedaan tekanan air di berbagai wilayah bisa segera dipetakan solusinya," tegas Diza.

Direktur Utama Perumda Tirta Mayang, Arianto, menyatakan kesiapan penuh mengakselerasi program kerja sesuai target pemerintah. Pihaknya telah menyusun peta jalan strategis untuk menjawab tantangan ketersediaan air 24 jam dan penurunan kebocoran.

"Kami sangat mengapresiasi perhatian dan arahan Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Kami berkomitmen penuh mewujudkan budaya kerja cepat dan responsif. Instruksi beliau jelas, tidak ada toleransi bagi kelambanan penanganan keluhan. Pengaduan masyarakat prioritas utama kami untuk segera ditindaklanjuti secara teknis di lapangan," ujar Arianto.

Audit infrastruktur secara menyeluruh tengah dilakukan untuk mengidentifikasi titik-titik rawan pada jaringan pipa tua. Manajemen juga mengkaji pemanfaatan teknologi pendeteksi kebocoran dini atau leak detection system yang lebih modern.

"Sesuai arahan Wali Kota, kami akan lebih agresif melakukan perbaikan jaringan pipa, terutama di titik-titik rawan kebocoran. Kami sedang mengkaji skema kolaborasi dengan pihak ketiga dan pemanfaatan teknologi pendeteksi kebocoran dini (leak detection system), agar setiap tetes air yang diproduksi terdistribusi dan menjadi pendapatan perusahaan dan dirasakan manfaatnya oleh warga," tambah Arianto.

Target penambahan pelanggan baru diharapkan dapat tercapai seiring pembangunan infrastruktur dasar yang masif pada tahun 2026. Arianto menjamin air yang sampai ke rumah warga akan memiliki tekanan stabil dan kualitas sesuai standar kesehatan.

"Kami membuka diri terhadap inovasi dan investasi. Target kami bukan hanya sekadar menambah jumlah sambungan, tapi memastikan bahwa layanan air yang sampai ke rumah warga memiliki tekanan yang stabil dan kualitas yang terjaga sesuai standar kesehatan," katanya. ***

BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com

Berita Terkait

Berita Lainnya