INFOJAMBI.COM — Aplikasi SiPongi mendeteksi sebaran titik api dan pergerakan angin di sejumlah wilayah dalam Provinsi Jambi.
Melalui pemantauan di Posko Udara Satgas Karhutla, Jumat, 9 Oktober 2026, terungkap berbagai kendala berat yang merintangi penanganan kebakaran hutan dan lahan di Jambi.
Baca Juga: Haris - Khafid Semarakkan Puncak HKN ke-52
Berdasarkan data layar monitor, sebaran api terdeteksi di Kabupaten Muaro Jambi, Tanjung Jabung Timur, hingga Tebo. Meski demikian, kepungan kabut asap pekat di wilayah Jambi terutama dipicu oleh pola pergerakan angin.
"Hal yang tidak bisa dipungkiri, arah angin semuanya terkunci dan menuju ke Jambi," kata Gubernur Jambi, Al Haris, usai memantau sebaran titik api dan pergerakan angin melalui SiPongi.
Baca Juga: Pemprov Diminta Cepat Perbaiki Jalan Putus Depan Kodim
Didampingi Kalak BPBD Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah, Gubernur menyebut para personel di lapangan terus dioptimalkan, untuk memadamkan api darat melalui penyiraman dan pembuatan sekat kanal.
Ia menggarisbawahi perbedaan besar antara memadamkan kobaran api dan mengatasi kabut asap kiriman.
Baca Juga: Al Haris Lantik Pengurus HMPM Padang
"Semua tim bekerja. Kalau ada api yang membakar, Insya Allah tim berusaha memadamkannya. Tapi kalau sudah berupa kabut asap, tim tidak bisa apa-apa, kecuali Allah yang bisa menghentikan. Kita hanya bisa memohon kepada Allah, agar arah angin tidak ke Jambi, atau hujan segera turun," katanya.
Upaya pemadaman lewat udara juga mengalami kemacetan, akibat terbatasnya jarak pandang. Jarak pandang yang sangat pendek menghambat operasi penerbangan armada pemadam ke lokasi kebakaran.
"Kendala kami, pertama, tidak bisa melakukan water bombing, karena sampai hari ini jarak pandang masih 1.000 meter. Padahal, standar penerbangan itu harus di atas 1.800 meter," ujar Al Haris.
Risiko keselamatan penerbangan memaksa tim menunda pelaksanaan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).
Tim operasi gabungan tetap disiagakan untuk segera menerbangkan pesawat TMC, apabila kondisi awan serta jarak pandang membaik pada malam hari sekitar pukul 19.00 WIB. ***
BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com