177 Hotspot Kepung Jambi, Asap Menebal, Ribuan Warga Terserang ISPA

Kebakaran lahan yang terjadi di Desa Ladang Panjang, Kabupaten Muaro Jambi.

Reporter: Andra Rawas | Editor: Admin
177 Hotspot Kepung Jambi, Asap Menebal, Ribuan Warga Terserang ISPA
Kebakaran lahan yang terjadi di Desa Ladang Panjang, Kabupaten Muaro Jambi | foto : dok polda

INFOJAMBI.COM — Sebanyak 177 hotspot terdeteksi di Provinsi Jambi hingga Selasa, 29 September 2026 pukul 19.00 WIB. Angka itu menjadi penanda bahwa musim kebakaran hutan dan lahan belum berlalu. 

Di balik data tersebut, tersimpan pekerjaan besar yang terus berlangsung di lapangan. Mulai dari patroli darat, pemantauan udara, pemadaman, hingga penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan.

Baca Juga: Security Hiburan Malam Rampas Identiitas Wartawan

Sepanjang 2026, jumlah hotspot di Jambi mencapai 10.742 titik. Angka ini menggambarkan betapa beratnya ancaman kebakaran yang harus dihadapi provinsi ini hampir setiap tahun. 

Api tidak hanya menghanguskan vegetasi dan lahan produktif. Asap yang ditimbulkan juga mempengaruhi kualitas udara dan kesehatan masyarakat.

Baca Juga: Hidup Makin Susah, Ibu Rumahtangga Jual Shabu

Penanganan kebakaran hutan dan lahan ( karhutla) terus dilakukan secara terpadu oleh pemerintah daerah bersama TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, serta berbagai instansi terkait. Mereka bergerak dalam satu koordinasi, untuk menekan meluasnya kebakaran di berbagai wilayah.

Data terbaru menunjukkan, luas lahan terbakar sejak 1 Januari hingga 29 September 2026 mencapai 4.123,84 hektare. Kabupaten Batanghari menjadi wilayah dengan luasan terbakar terbesar, 1.240,79 hektare. 

Baca Juga: Zola Launching Pergub Pengendalian Karhutla

Disusul Tanjung Jabung Timur seluas 659,18 hektare, Tanjung Jabung Barat 639,55 hektare, Muaro Jambi 577,71 hektare, dan Sarolangun 508,55 hektare.

Di sejumlah lokasi, petugas harus berhadapan dengan medan yang sulit dijangkau. Sebagian kawasan berada di lahan gambut yang menyimpan bara di bawah permukaan tanah. 

Api sering kali terlihat padam, tapi kembali muncul beberapa saat kemudian. Kondisi itu membuat proses pemadaman membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit.

Bersambung ke halaman berikutnya

BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com

Berita Terkait

Berita Lainnya