INFOJAMBI.COM — Gebyar Ekonomi Digital dan Literasi (Gentala Arasi) Festival 2026 resmi dibuka oleh Gubernur Jambi, Al Haris, di Kawasan Museum Sriwijaya Dharmakirti, Desa Muaro Jambi, Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, Jumat (4/9/2026).
Pembukaan event High Level Meeting (HLM) itu dihadiri secara daring oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta.
Baca Juga: Haris - Khafid Semarakkan Puncak HKN ke-52
Hadir pula Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Tedy Arief Budiman, dan Bupati Muaro Jambi, Bambang Suseno, serta para pejabat forkopimda Provinsi Jambi.
Di tengah atmosfer peninggalan sejarah yang megah, Gubernur Jambi melontarkan pesan penting. Kolaborasi dan pemanfaatan potensi lokal menjadi kunci utama penggerak roda ekonomi Jambi.
Baca Juga: Pemprov Diminta Cepat Perbaiki Jalan Putus Depan Kodim
Menurut Gubernur, Kawasan Candi Muaro Jambi tidak boleh lagi sekadar jadi monumen bisu, tapi harus dipoles menjadi pusat pusaran ekonomi berbasis pariwisata, kuliner, hingga UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah).
"Candi Muaro Jambi ini yang kelak meramu ekonomi yang ada di sini kedepannya, mulai dari pariwisata, kuliner, dan sebagainya. Museum ini sama dengan Candi Borobudur, tinggal lagi kita mengisinya secara jelas," katanya.
Baca Juga: Al Haris Lantik Pengurus HMPM Padang
Gubernur mewanti-wanti pengembangan kawasan heritage ini tidak digarap setengah-setengah. Perancangan matang mesti disiapkan dari awal. Langkah itu penting, demi memberi dampak ekonomi nyata bagi kantong masyarakat setempat, sekaligus memikat kedatangan para penanam modal.
Bicara soal daya tarik bagi para investor, Gubernur Jambi bangga pada keunggulan wilayahnya. Jambi merupakan ladang yang sangat efektif dan teramat subur untuk berinvestasi. Indikator kemudahan berusaha di Jambi diklaim mengungguli daerah-daerah tetangga di Pulau Sumatra.
“Jambi adalah wilayah yang efektif dan paling layak untuk berinvestasi, karena iklimnya paling rendah di Sumatera,” ujarnya.
Tak cuma fokus pada daya tarik investasi. Gubernur juga melempar wacana kolaborasi antardaerah. Sinergi antara Pemerintah Kota Jambi dan Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi wajib dipererat.
“Dua wilayah yang berdampingan ini punya potensi saling silang yang sangat menjanjikan untuk membangun ekosistem pariwisata terpadu. Kota Jambi memiliki hotel berbintang, Muaro Jambi yang memiliki wilayah wisata,” jelasnya.
Kombinasi akomodasi modern di perkotaan dan pesona wisata sejarah di kabupaten dinilai menjadi formula kuat. Integrasi ini diyakini mampu membuat wisatawan betah berkunjung dan memutar roda ekonomi daerah lebih deras.
Gubernur Jambi menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Bank Indonesia yang konsisten mengawal penguatan ekonomi di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah. Peran dunia perbankan dan akselerasi digital menjadi nafas penting bagi denyut usaha para pelaku UMKM lokal.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Bank Indonesia yang sudah memperkuat ekonomi di Provinsi Jambi kedepan, peran perbankan luar biasa, pelaku UMKM kita juga ikut mewarnai semuanya," ungkapnya. ***
BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com