INFOJAMBI.COM — Gubernur Jambi, Al Haris, memberi apresiasi setinggi-tingginya pada pimpinan dan pengasuh Pondok Pesantren Thoriqul Jannah Al-Firdaus atas dedikasi mulianya.
Lembaga pendidikan Islam tersebut dinilai sukses menunjukkan komitmen nyata mencerdaskan umat secara cuma-cuma dengan membebaskan seluruh biaya pendidikan bagi para santri.
Baca Juga: Haris - Khafid Semarakkan Puncak HKN ke-52
Pernyataan penuh pujian orang nomor satu di Provinsi Jambi itu disampaikan pada Tabligh Akbar dan Haflah Akhirussannah, di kompleks Pondok Pesantren Thoriqul Jannah Al Firdaus (TJF), Desa Muaro Pijoan, Simpang Setiti, Jambi Luar Kota, Muaro Jambi, Jumat (5/6/2026) malam.
Al Haris mengajak seluruh jemaah yang hadir senantiasa memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT. Rasa syukur dipanjatkan atas kesempatan berharga bisa berkumpul di pondok pesantren yang diasuh oleh KH. Mas Soekartono bersama sang istri.
Baca Juga: Pemprov Diminta Cepat Perbaiki Jalan Putus Depan Kodim
“Rasa syukur ini insya Allah mengantarkan kita menjadi hamba yang kelak bernaung bersama para syuhada dan Rasulullah SAW. Mari terus bersholawat, semoga kita mendapat syafaat beliau,” ujarnya.
Al Haris menegaskan, perjuangan mendirikan sekaligus mengelola pondok pesantren bukanlah suatu perkara yang mudah. Proses panjang menuntut adanya keteguhan mental yang kuat, keistiqomahan yang tinggi, serta sokongan kekuatan ekonomi yang mapan.
Baca Juga: Al Haris Lantik Pengurus HMPM Padang
“Setiap pondok pesantren pasti punya suka duka. Kalau pendirinya tidak kuat secara istiqomah dan ekonomi, sulit berdiri. Alhamdulillah beliau kuat keduanya, sabar, ikhlas, dan berhasil mendirikan pondok ini,” tegasnya.
Secara khusus, Gubernur Jambi memberi sorotan lebih terhadap kebijakan manajemen Ponpes Thoriqul Jannah Al-Firdaus, karena berani menyelenggarakan pendidikan tanpa memungut biaya sepeserpun.
Hal ini dinilai sebagai fenomena yang sangat langka di tengah iklim pendidikan modern saat ini yang cenderung membutuhkan biaya besar.
“Hari ini mencari pondok gratis itu sulit sekali. Masuk saja sudah diminta uang bangunan, uang pakaian, uang makan. Tapi di sini gratis. Beliau mendirikan pondok murni untuk beramal saleh, mendidik anak-anak,” ungkap Al Haris kagum.
Tidak hanya fokus pada bidang keagamaan, Al Haris juga mengapresiasi kontribusi sektor ekonomi pesantren yang dinilai membawa dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat sekitar melalui unit usaha yang dikembangkan.
Al Haris menaruh harapan besar agar dukungan publik terus mengalir secara meluas demi menjaga keberlanjutan operasional pondok dalam menjangkau lebih banyak anak-anak Jambi.
“Bayangkan, kalau tidak ada pesantren, bagaimana akhlak anak-anak kita, bagaimana pemahaman agama mereka. Pondok inilah yang menuntun mereka menjadi generasi berakhlakul karimah, beriman, berilmu agama yang kokoh menghadapi tantangan masa depan,” tuturnya.
Pondok pesantren mengemban peran sangat strategis dalam fondasi pembangunan peradaban bangsa, sekaligus sebagai benteng moral utama. Pola pendidikan pesantren yang mengintegrasikan khazanah ilmu agama dengan pembinaan karakter, dinilai menjadi instrumen krusial untuk melahirkan generasi cerdas berdaya saing tinggi.
“Pondok pesantren memiliki peran strategis dalam pembangunan peradaban bangsa dan menjadi benteng moral. Pendidikan di pesantren yang mengintegrasikan ilmu agama dan pembinaan karakter sangat penting untuk melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak, dan berdaya saing,” lanjut Al Haris mempertegas argumennya.
Sebagai wujud kepedulian dan dukungan nyata pemerintah, Gubernur Jambi menyerahkan dana bantuan dari Pemerintah Provinsi Jambi. Stimulus diserahkan secara simbolis sebesar Rp20 juta.
Tabligh akbar diisi dengan penyampaian siraman rohani keagamaan oleh Ustadzah Mumpuni Handayayekty. Sang ustadzah mengupas mendalam mengenai urgensi penyelarasan antara aspek adab dan penguasaan ilmu bagi setiap manusia.
Ia menekankan, derajat dan martabat seorang manusia di hadapan Allah maupun sesama makhluk diukur secara mutlak dari kualitas adabnya. Dahi manusia dihargai karena ilmu yang dimilikinya, sementara bagian bibir bernilai karena basah oleh zikir, dan organ hati menjadi mulia karena pancaran keimanannya.
Rangkaian acara Haflah Akhirussannah ini berlangsung sangat tertib, khidmat, dan diselimuti oleh suasana religius yang kental dari awal hingga akhir.
Agenda besar ini dihadiri secara masif oleh barisan para kiai, ustaz, ustazah, tokoh masyarakat setempat, orang tua wali santri, serta ratusan santriwan dan santriwati. ***
BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com