INFOJAMBI.COM — Pintu-pintu ruang kelas di seluruh jenjang pendidikan: TK, PAUD, SD, hingga SMP, di Kabupaten Muaro Jambi kembali dikunci rapat. Kegiatan pembelajaran tatap muka kembali dihentikan sementara.
Kebijakan tegas terpaksa diambil, demi menyelamatkan ribuan anak didik dari ancaman bahaya paparan udara beracun akibat bencana kabut asap.
Baca Juga: Wabup, Dandim dan Kapolres Sambut Kapolda Jambi
Kualitas udara di Kabupaten Muaro Jambi kembali memburuk. Indeks kualitas udara tercatat berada pada level 172 - 249 PM2,5. Angka ini masuk dalam kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat bagi organ pernapasan.
Merespons kondisi darurat tersebut, Bupati Muaro Jambi, Bambang Bayu Suseno (BBS), bergerak cepat. Ia menginstruksikan seluruh sekolah jenjang TK, PAUD, SD, dan SMP menghentikan sementara pembelajaran tatap muka.
Baca Juga: PAN Muaro Jambi Cari Caleg Sejalan
Kebijakan penghentian ini berlaku pada tanggal 7 - 9 September 2026. Selama tiga hari itu, proses belajar mengajar dialihkan secara daring atau online dari rumah masing-masing.
“Keselamatan dan kesehatan anak-anak menjadi prioritas. Ketika kualitas udara berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat, pembelajaran daring adalah langkah pencegahan yang paling rasional,” kata BBS.
Baca Juga: Ririn Novianty Dilantik Jadi Pengurus DPD Muslimat Al-Ittihadiyah
Meski para siswa belajar dari rumah, berbeda dengan para tenaga pendidik. Mereka tetap diwajibkan menjalankan tugas dari sekolah masing-masing.
Tenaga pendidik dan para guru diminta memanfaatkan platform pembelajaran yang tersedia. Di sisi lain, mereka juga wajib tetap mengenakan masker untuk mengantisipasi gangguan kesehatan akibat polusi udara.
Kepala satuan pendidikan juga diminta memonitor pelaksanaan pembelajaran daring. Pengawasan ini bertujuan agar proses pendidikan tetap berjalan optimal meskipun dari jarak jauh.
Di luar lingkungan sekolah, Pemkab Muaro Jambi minta para orang tua atau wali murid mengambil peran aktif. Mereka harus memantau kondisi kesehatan anak dan membatasi aktivitas di luar rumah.
“Kami minta orang tua ikut mengawasi kondisi kesehatan anak. Untuk sementara, aktivitas di luar rumah yang tidak diperlukan sebaiknya dibatasi,” ujar BBS.
Pemkab Muaro Jambi juga membuka ruang koordinasi yang luas. Koordinasi dilakukan bersama Koordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan, pengawas sekolah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut.
Langkah ini bukanlah keputusan final yang kaku. Kebijakan ini akan terus dievaluasi sesuai perkembangan kualitas udara dan situasi kesehatan masyarakat di lapangan.
“Kita tidak ingin mengambil risiko terhadap kesehatan peserta didik," tukas BBS. ***
BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com