Kebakaran Lahan Gambut Hantam Desa Persiapan Air Merah, Gubernur Jambi Ikut Padamkan Api

Gubernur Jambi, Al Haris, ikut memadamkan api pada lahan gambut di Desa Persiapan Air Merah, Sungai Gelam, Muaro Jambi, Minggu.

Reporter: BB | Editor: Admin
Kebakaran Lahan Gambut Hantam Desa Persiapan Air Merah, Gubernur Jambi Ikut Padamkan Api
Gubernur Jambi, Al Haris, ikut memadamkan api pada lahan gambut di Desa Persiapan Air Merah, Sungai Gelam, Muaro Jambi, Minggu | foto : dki-pj

INFOJAMBI.COM — Kebakaran lahan gambut melanda kawasan Desa Persiapan Air Merah, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi. Kebakaran itu memicu penanganan darurat secara masif. 

Gubernur Jambi, Al Haris, ikut turun ke lokasi kebakaran, memimpin peninjauan sekaligus membantu proses pemadaman api, Minggu (9/8/2026).

Baca Juga: Haris - Khafid Semarakkan Puncak HKN ke-52

Aksi tanggap darurat itu tidak sebatas memantau situasi dari kejauhan, melainkan ikut berjibaku di tengah kepulan asap bersama para petugas. Ia bergabung dengan tim gabungan yang sudah berjuang menaklukkan kobaran api selama tiga hari berturut-turut.

Operasi pemadaman di area bencana ini melibatkan personel lintas instansi yang solid. Unsur yang diterjunkan terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, RPK WKS, RHM, Pesona, hingga kelompok MKI.

Baca Juga: Pemprov Diminta Cepat Perbaiki Jalan Putus Depan Kodim

Sesampainya di titik lokasi, Al Haris menyaksikan kepulan asap tebal serta hamparan lahan gambut yang masih membara. Karakteristik permukaan tanah gambut yang sangat khas membuat upaya penjinakan api tidak mudah.

"Perkiraan kami lebih 50 hektar. Teman-teman dari BPBD, TNI-Polri, kemudian relawan Peduli Api sudah berusaha memadamkan api lebih dari tiga hari," kata Al Haris.

Baca Juga: Al Haris Lantik Pengurus HMPM Padang

Ia menjelaskan, sifat dasar lahan gambut menjadi tantangan paling berat dalam proses pemadaman di lapangan. Hal itu disebabkan oleh kemampuan api yang dapat merembet cepat di bawah permukaan tanah, sehingga sulit terdeteksi secara kasat mata.

Hambatan di lokasi makin kompleks akibat terbatasnya pasokan air serta sulitnya jalur akses bagi kendaraan petugas. Di samping itu, tiupan angin yang sangat kencang berpotensi memicu perluasan titik api baru.

"Karena ini lahan gambut, sulit sekali dipadamkan. Akses ke sini juga sulit, air sulit, ditambah lagi angin yang kencang luar biasa," ujar Al Haris.

Kendati berada di bawah tekanan kondisi medan yang berat, Al Haris menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh regu penyelamat. Ia minta seluruh anggota regu dari unsur darat maupun udara tetap fokus memblokir pergerakan api.

"Teman-teman dari udara dan darat sudah bekerja luar biasa. Tinggal lagi kita minimalkan perluasan pembakarannya," tegasnya.

Al Haris memastikan upaya penanganan terus dilakukan secara gotong royong hingga situasi benar-benar kondusif. Jajaran TNI dan Polri pun disiagakan untuk menyisir setiap sudut lahan demi mencegah bahaya berulang.

"Kita bahu-membahu menyisir agar tidak terjadi luasan yang lebih masif lagi ke depannya," katanya.

Menghadapi eskalasi ancaman kebakaran akibat lonjakan suhu udara kering, Al Haris mengingatkan seluruh lapisan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan. Seluruh pemerintah desa diminta bergerak aktif menjaga wilayah masing-masing dari ancaman percikan api.

"Saya minta tolong masyarakat desa di mana pun di Jambi ini, pastikan bahwa desanya tidak ada lahan yang terbakar," ujarnya.

Secara khusus, Al Haris menginstruksikan desa-desa yang memiliki hamparan gambut untuk segera memetakan zona rawan bencana. Para relawan tingkat desa diharapkan dapat mengambil tindakan antisipasi sebelum titik api sempat membesar.

"Petakan daerah gambut. Yang di desa-desanya ada gambut, mohon betul tim relawan desa siaga duluan. Jangan sampai terjadi kebakaran hutan di desa masing-masing," katanya.

Sebagai penyeimbang ikhtiar fisik di lapangan, Al Haris turut mengetuk hati para tokoh agama untuk menggelar ibadah permohonan hujan secara serentak. Imbauan ini dialamatkan kepada segenap ulama, kiai, serta imam masjid di seluruh penjuru Provinsi Jambi.

"Saya mengimbau para ulama, kiai, imam masjid, mari kita lakukan salat istisqa. Meminta kepada Allah agar hujan turun dengan cepat di bumi Jambi ini," kata Al Haris.

Ia menaruh harapan besar agar berkah hujan segera mengguyur kawasan terdampak, sehingga lahan kering terbasahi secara alami. Tak lupa ia memohon doa dari masyarakat luas demi keselamatan seluruh petugas penyelamat yang sedang berjuang di lokasi kebakaran.

"Doakan kami, tim bekerja selamat, sukses, tidak ada korban, dan api bisa dipadamkan," ungkapnya. ***

BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com

Berita Terkait

Berita Lainnya